Lonjakan harga bahan pokok menjelang Lebaran tahun ini mulai terasa di sejumlah pasar tradisional, terutama di wilayah Jabodetabek. Salah satu komoditas yang paling mencuri perhatian adalah cabai rawit merah, yang kini mencatatkan harga tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS Nasional) hingga Rabu, 4 Maret 2026, harga cabai rawit merah di tingkat eceran mencapai Rp74.750 per kilogram. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya, dan menjadi perhatian serius mengingat permintaan bahan pokok cenderung meningkat menjelang Idul Fitri.
Harga Bahan Pokok Hari Ini
Lonjakan harga menjelang Lebaran bukan fenomena baru. Namun kali ini, kenaikan harga beberapa komoditas utama terasa lebih tajam, terutama di wilayah perkotaan. Cabai rawit merah jadi sorotan utama, tapi bukan satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan.
Selain cabai, bawang merah dan bawang putih juga ikut naik. Bawang merah berada di kisaran Rp44.050 per kg, sedangkan bawang putih dijual seharga Rp40.400 per kg. Lonjakan ini cukup berdampak pada harga masakan sehari-hari, terutama bagi ibu rumah tangga yang memasak dengan bumbu tradisional.
1. Cabai Rawit Merah Tembus Rp74.750/Kg
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling mencolok. Dari data PIHPS, harga ini naik hampir 30% dalam kurun waktu satu minggu saja. Lonjakan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk cuaca ekstrem yang mengganggu produksi dan distribusi dari sentra-sentra pertanian.
2. Bawang Merah dan Bawang Putih Ikut Naik
Bawang merah dan bawang putih juga mengalami tren kenaikan yang cukup signifikan. Harga bawang merah saat ini berada di kisaran Rp44.050 per kg, sementara bawang putih dijual seharga Rp40.400 per kg. Kedua komoditas ini biasanya menjadi bumbu dasar di dapur, sehingga kenaikan harganya langsung terasa di level konsumen akhir.
3. Harga Beras Stabil dengan Fluktuasi Ringan
Beras sebagai komoditas utama menunjukkan tren yang lebih stabil dibandingkan cabai dan bawang. Namun tetap saja terdapat fluktuasi ringan. Berikut rincian harga beras berdasarkan kualitas:
| Kualitas Beras | Harga per kg (Rp) |
|---|---|
| Bawah I | 14.450 |
| Bawah II | 14.450 |
| Medium I | 15.900 |
| Medium II | 15.800 |
| Super I | 17.150 |
| Super II | 16.700 |
4. Harga Daging Ayam dan Telur Cenderung Stabil
Berbeda dengan cabai dan bumbu dapur, harga daging ayam dan telur masih berada di kisaran normal. Daging ayam broiler dijual seharga Rp42.000 per kg, sedangkan telur ayam ras berada di angka Rp28.500 per kg. Meski begitu, harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pasokan dan permintaan jelang Lebaran.
5. Minyak Goreng Masih Terjangkau
Minyak goreng curah dan kemasan masih berada di kisaran harga yang terjangkau. Minyak goreng curah dijual seharga Rp16.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan merek terkenal berkisar antara Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.
Faktor-Faktor yang Memicu Lonjakan Harga
Lonjakan harga menjelang Lebaran bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang saling terkait dan memengaruhi fluktuasi harga di pasar.
1. Gangguan Rantai Pasok
Masalah distribusi menjadi salah satu penyebab utama lonjakan harga. Gangguan di jalur distribusi, baik karena cuaca buruk maupun kendala logistik, membuat pasokan dari daerah produsen ke konsumen akhir menjadi terhambat.
2. Cuaca Ekstrem
Hujan deras dan banjir di sejumlah sentra produksi cabai dan bawang menyebabkan panen terganggu. Ini berdampak langsung pada ketersediaan di pasaran dan akhirnya menaikkan harga.
3. Permainan Stok
Beberapa pihak menuding adanya praktik permainan stok yang dilakukan oleh pedagang besar. Praktik ini membatasi pasokan di pasar eceran untuk menciptakan kelangkaan buatan dan menaikkan harga secara artifisial.
Tips Menghemat Pengeluaran Jelang Lebaran
Menghadapi lonjakan harga, masyarakat perlu strategi cerdas agar tetap bisa merayakan Lebaran dengan nyaman tanpa tekanan finansial berlebihan.
1. Belanja di Pasar Alternatif
Alih-alih membeli di pasar tradisional yang harganya sudah naik, coba cari pasar modern atau pasar rakyat yang menawarkan harga lebih terjangkau. Pasar keliling atau toko kelontong langganan juga bisa menjadi opsi.
2. Belanja Secara Grosir
Membeli dalam jumlah besar biasanya memberikan harga yang lebih murah. Jika punya tetangga atau kerabat yang juga belanja serupa, bisa diajak patungan untuk mendapatkan harga grosir.
3. Gunakan Bumbu Alternatif
Jika cabai dan bawang terlalu mahal, coba eksplor bumbu alternatif seperti kemiri, ketumbar, atau jahe. Selain lebih murah, bumbu ini juga bisa memberikan rasa unik pada masakan.
4. Masak Lebih Banyak Sekaligus
Mengolah makanan dalam porsi besar dan menyimpannya di kulkas bisa menghemat waktu dan energi. Selain itu, memasak sendiri lebih hemat dibandingkan membeli masakan jadi.
Perbandingan Harga Komoditas Utama (Minggu Ini vs Minggu Lalu)
| Komoditas | Harga Minggu Ini (Rp/kg) | Harga Minggu Lalu (Rp/kg) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Cabai Rawit Merah | 74.750 | 58.200 | 28,4% |
| Bawang Merah | 44.050 | 39.500 | 11,5% |
| Bawang Putih | 40.400 | 37.100 | 8,9% |
| Beras Super I | 17.150 | 16.900 | 1,5% |
| Daging Ayam | 42.000 | 41.500 | 1,2% |
Kesimpulan
Lonjakan harga menjelang Lebaran memang sulit dihindari, tapi bukan berarti tidak bisa diantisipasi. Dengan strategi belanja yang tepat dan pemilihan bahan yang lebih fleksibel, tetap bisa merayakan Idul Fitri dengan nyaman tanpa tekanan harga yang tinggi.
Harga bahan pokok memang bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar, cuaca, dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, selalu pantau perkembangan harga terbaru agar lebih siap menghadapi fluktuasi di lapangan.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












