Masjid Agung As-Salam di Lubuk Linggau bukan sekadar tempat ibadah. Sejak berdiri pada tahun 1998, masjid ini menjadi simbol spiritual sekaligus pusat kegiatan masyarakat yang kerap dipadati ribuan jamaah, terutama saat Ramadan. Arsitekturnya yang megah dengan sentuhan khas Timur Tengah menjadikannya sebagai salah satu landmark religi di Sumatra Selatan.
Menjelang Ramadan, masjid ini menjalani revitalisasi besar-besaran. Tujuannya bukan hanya untuk mempercantik tampilan, tapi juga meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan saat digunakan untuk salat tarawih, tadarus, hingga berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Revitalisasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Nippon Paint Indonesia dan Dinas PUPR Kota Lubuk Linggau.
Revitalisasi Masjid Agung As-Salam: Langkah dan Tujuan
1. Pengecatan Ulang Eksterior
Salah satu fokus utama dari revitalisasi ini adalah pengecatan ulang area eksterior masjid. Warna dinding yang pudar akibat cuaca dan waktu diperbarui agar tampilan masjid tetap megah dan menarik. Pemilihan warna juga disesuaikan dengan arsitektur khas Timur Tengah yang menjadi ciri khas bangunan ini.
2. Penyelarasan Palet Warna
Selain memperbarui warna, penyesuaian palet warna juga dilakukan agar keseluruhan tampilan lebih harmonis. Hal ini penting untuk menjaga konsistensi estetika sekaligus menciptakan suasana yang tenang dan khusyuk saat digunakan untuk ibadah.
3. Peremajaan Area Publik Sekitar
Revitalisasi tidak hanya berfokus pada bangunan utama, tetapi juga area sekitarnya. Peningkatan kualitas area publik seperti halaman masjid dan jalur akses menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan pengguna.
Peran Nippon Paint dalam Revitalisasi
4. Donasi Cat dan Tenaga Ahli
Sebagai bagian dari program CSR #ColouringLives, Nippon Paint menyumbangkan 3.761 liter cat untuk proyek ini. Bukan hanya cat, tetapi juga tenaga ahli dari perusahaan ikut terlibat untuk memastikan hasil akhir sesuai dengan standar kualitas dan estetika yang diharapkan.
Regional Sales Manager Nippon Paint Indonesia, Andika Suhardi, menyampaikan bahwa warna memiliki peran lebih dari sekadar tampilan. Ia percaya bahwa warna bisa membawa makna dan menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk ibadah.
Kolaborasi dengan Pemerintah Kota
5. Sinergi dengan Dinas PUPR
Pemerintah Kota Lubuk Linggau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang turut berperan aktif. Mereka menerjunkan tenaga pengecat profesional untuk memastikan pekerjaan berjalan efisien dan sesuai standar teknis.
Kepala Dinas PUPR Lubuk Linggau, Achmad Asril Asri, menekankan pentingnya kolaborasi seperti ini. Menurutnya, fasilitas publik seperti masjid perlu perawatan berkala agar tetap nyaman dan aman digunakan masyarakat.
6. Dukungan Wali Kota
Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, menyambut baik upaya revitalisasi ini. Ia menyebut bahwa Masjid Agung As-Salam memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual warga. Perawatan yang dilakukan bukan hanya soal penampilan, tapi juga meningkatkan kualitas ruang ibadah.
Manfaat Jangka Panjang Revitalisasi
7. Meningkatkan Kenyamanan Jamaah
Dengan adanya peremajaan warna dan penataan area sekitar, kenyamanan jamaah saat menjalankan ibadah pun meningkat. Suasana yang lebih bersih dan rapi memberikan dampak positif terhadap konsentrasi dan kekhusyukan.
8. Meningkatkan Nilai Estetika dan Fungsi
Selain itu, revitalisasi ini juga berkontribusi pada peningkatan nilai estetika dan fungsi bangunan. Masjid yang terawat dengan baik mencerminkan perhatian terhadap nilai-nilai sosial dan religi masyarakat setempat.
9. Menjadi Inspirasi untuk Fasilitas Publik Lainnya
Upaya perawatan dan penyegaran Masjid Agung As-Salam diharapkan bisa menjadi contoh bagi fasilitas publik lainnya. Kolaborasi antara swasta dan pemerintah ini menunjukkan bahwa perawatan infrastruktur bisa dilakukan secara berkelanjutan dengan sinergi yang tepat.
Data Revitalisasi Masjid Agung As-Salam
Berikut adalah rincian kebutuhan dan kontribusi dalam proyek revitalisasi Masjid Agung As-Salam:
| Komponen Revitalisasi | Jumlah/Kuantitas | Kontributor |
|---|---|---|
| Cat Eksterior | 3.761 liter | Nippon Paint |
| Tenaga Pengecatan | 20 orang | Dinas PUPR Lubuk Linggau |
| Durasi Pengerjaan | 3 minggu | Tim Gabungan |
| Area yang Direvitalisasi | Eksterior utama & area sekitar | – |
Tantangan dalam Proses Revitalisasi
10. Cuaca dan Kondisi Lapangan
Salah satu tantangan utama dalam proyek ini adalah cuaca yang tidak menentu. Lubuk Linggau memiliki curah hujan tinggi, terutama menjelang sore hari. Hal ini memaksa tim untuk bekerja lebih fleksibel agar progres tetap sesuai jadwal.
11. Kebutuhan Khusus Arsitektur
Arsitektur masjid yang unik dan bernilai sejarah juga menuntut ketelitian ekstra. Setiap warna dan detail harus disesuaikan agar tidak mengurangi nilai estetika dan identitas bangunan.
12. Keterlibatan Jamaah
Sebagai tempat aktif digunakan jamaah, aktivitas revitalisasi harus dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan pengguna. Jadwal kerja pun disesuaikan agar tidak mengganggu kegiatan ibadah harian.
Harapan ke Depan
Revitalisasi Masjid Agung As-Salam bukan hanya soal pembenahan fisik. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai sosial dan spiritual yang dimiliki masyarakat Lubuk Linggau. Dengan penampilan yang lebih segar dan nyaman, diharapkan masjid ini bisa terus menjadi pusat kegiatan religi yang ramah dan inspiratif.
Kolaborasi antara swasta dan pemerintah daerah juga membuka peluang untuk proyek serupa di tempat lain. Dengan pendekatan yang sama, fasilitas publik lainnya pun bisa dirawat dengan baik dan berkelanjutan.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan terkini dari pihak terkait. Data jumlah cat, durasi pengerjaan, dan keterlibatan pihak terkait bersifat estimasi berdasarkan sumber yang tersedia pada Maret 2026.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












