Multifinance

Kapal Pertamina Dua Kali Selamat dari Bahaya Konflik Iran–AS–Israel, Simak Cerita Lengkapnya!

Ryando Putra Jameni
×

Kapal Pertamina Dua Kali Selamat dari Bahaya Konflik Iran–AS–Israel, Simak Cerita Lengkapnya!

Sebarkan artikel ini
Kapal Pertamina Dua Kali Selamat dari Bahaya Konflik Iran–AS–Israel, Simak Cerita Lengkapnya!

Empat kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) sempat terjebak di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dua dari kapal tersebut kini telah berhasil keluar dari zona konflik. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan kru dan memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar.

Situasi geopolitik di kawasan Teluk Persia dan sekitarnya memang kerap kali tidak menentu. Ketegangan yang tinggi membuat jalur pelayaran melalui Selat Hormuz menjadi salah satu titik rawan. Meski demikian, Pertamina melalui anak usahanya, PIS, tetap menjaga fleksibilitas operasional dan siap merespons perkembangan situasi secara real time.

Dua Kapal Berhasil Keluar Zona Konflik

Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon adalah dua armada yang sebelumnya terjebak di area rawan. Kini, keduanya telah berhasil keluar dari zona konflik dan melanjutkan pelayaran ke tujuan berikutnya. Keputusan untuk mengeluarkan kapal ini diambil setelah melalui evaluasi risiko dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sistem manajemen risiko PIS bekerja dengan baik. Selain itu, komunikasi yang intens dengan mitra pelayaran dan otoritas setempat turut memperlancar proses evakuasi kapal.

Dua Kapal Lain Masih Menunggu Waktu yang Tepat

Namun, tidak semua kapal bisa langsung keluar dari kawasan tersebut. Masih ada dua kapal lainnya yang saat ini berada di Teluk Arab, menunggu situasi yang lebih aman sebelum melanjutkan perjalanan melalui Selat Hormuz.

Kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Pertamina Pride sedang menjalankan misi penting mengangkut light crude oil untuk kebutuhan energi dalam negeri. Sementara Gamsunoro membawa kargo milik pihak ketiga.

Meski belum bisa langsung berangkat, kondisi kedua kapal tersebut tetap aman dan berada dalam pemantauan ketat. PIS memastikan bahwa operasional rantai pasok energi nasional tetap stabil, terlepas dari situasi di luar sana.

Baca Juga:  Mengapa Biaya Pengiriman Internasional Melonjak Akibat Ketegangan di Selat Hormuz?

1. Pemantauan 24 Jam untuk Seluruh Armada

Keberhasilan mengeluarkan dua kapal dari zona konflik tidak lepas dari sistem pemantauan operasional yang dilakukan secara terus-menerus. PIS menjalankan sistem monitoring 24 jam untuk memastikan setiap kapal yang beroperasi di berbagai wilayah tetap dalam kondisi terkendali.

Dengan sistem ini, setiap perubahan situasi keamanan dapat segera terdeteksi dan direspons dengan cepat. Termasuk jika terjadi ancaman terhadap keselamatan kru atau muatan kapal.

2. Evaluasi Risiko dan Koordinasi Rutin

Langkah kedua yang dilakukan adalah evaluasi risiko secara berkala. Setiap kapal yang beroperasi di wilayah rawan wajib menjalani penilaian risiko sebelum dan selama pelayaran. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan yang bisa terjadi.

Selain itu, koordinasi dengan mitra pelayaran, otoritas pelabuhan, serta lembaga keamanan internasional juga menjadi bagian penting dari proses ini.

3. Rencana Kontingensi untuk Situasi Darurat

PIS juga memiliki rencana kontingensi jika terjadi situasi darurat. Rencana ini mencakup jalur evakuasi alternatif, protokol komunikasi darurat, serta koordinasi dengan pihak berwenang setempat.

Dengan adanya rencana ini, kapal dan kru dapat segera diarahkan ke zona aman tanpa menunggu terlalu lama jika situasi memburuk.

Stabilitas Pasokan Energi Nasional Tetap Terjaga

Meski sebagian kapal sempat terjebak di kawasan konflik, rantai pasok energi nasional tetap berjalan dengan baik. Hal ini berkat dukungan dari 345 armada kapal yang dikelola oleh berbagai entitas di bawah Pertamina Group.

Armada-armada ini tersebar di berbagai wilayah, baik di perairan internasional maupun domestik. Dengan begitu, jika satu jalur terganggu, masih ada jalur alternatif yang bisa digunakan.

Tabel: Status Kapal PIS di Kawasan Timur Tengah

Nama Kapal Status Kargo Lokasi Terakhir
PIS Rinjani Telah keluar dari zona konflik Produk hilir Teluk Persia
PIS Paragon Telah keluar dari zona konflik Produk hilir Teluk Persia
Pertamina Pride Menunggu di Teluk Arab Light crude oil Teluk Arab
Gamsunoro Menunggu di Teluk Arab Kargo pihak ketiga Teluk Arab
Baca Juga:  Pasokan BBM Indonesia Aman Meski Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Ungkap Stok Sudah Dialihkan ke Amerika dan Afrika!

Dinamika Geopolitik dan Dampaknya pada Jalur Pelayaran

Ketegangan antara Iran, AS, dan Israel bukan hal baru di kawasan Timur Tengah. Namun, dampaknya terhadap jalur pelayaran internasional, khususnya Selat Hormuz, sangat signifikan. Sekitar 21 juta barel minyak mentah per hari melewati selat ini, menjadikannya salah satu jalur energi paling strategis di dunia.

Oleh karena itu, setiap ketidakpastian di kawasan ini bisa berdampak pada harga minyak global dan pasokan energi ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pentingnya Keamanan dan Efisiensi Operasional

Keamanan kru dan efisiensi operasional adalah dua hal utama yang menjadi prioritas PIS dalam menghadapi situasi seperti ini. Dengan menjaga keseimbangan antara keduanya, Pertamina tetap bisa memenuhi kebutuhan energi dalam negeri tanpa terlalu terpapar risiko tinggi.

Langkah-langkah antisipatif seperti pemantauan 24 jam, evaluasi risiko, dan rencana kontingensi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan operasional.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. Data yang disajikan bersumber dari keterangan resmi PT Pertamina International Shipping per 11 Maret 2026.

Ryando Putra Jameni
Reporter at anakhiv.id

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.