Multifinance

Pasokan Gas 111 MMSCFD dari WK Duyung Diamankan PLN EPI untuk Stabilitas Energi Nasional!

Ryando Putra Jameni
×

Pasokan Gas 111 MMSCFD dari WK Duyung Diamankan PLN EPI untuk Stabilitas Energi Nasional!

Sebarkan artikel ini
Pasokan Gas 111 MMSCFD dari WK Duyung Diamankan PLN EPI untuk Stabilitas Energi Nasional!

Pasokan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung resmi memasuki babak baru. Dengan tercapainya Final Investment Decision (FID), PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengamankan pasokan sebesar 111 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) selama 10 tahun ke depan. Ini adalah kabar penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan energi di kawasan industri seperti Batam dan sekitarnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Terlebih, seiring dengan pertumbuhan kebutuhan listrik yang mencapai 12 hingga 15 persen per tahun di wilayah Sumatra Bagian Tengah, pasokan gas dari sumber lokal seperti Natuna menjadi sangat krusial.

Kepastian Pasokan Gas dari Lapangan Mako

Lapangan Mako berada di bawah operator West Natuna Exploration Limited (WNEL) dan terletak di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau. Lapangan ini berada di kedalaman laut sekitar 80 meter. FID yang diumumkan di kantor SKK Migas menandai dimulainya tahap konstruksi penuh proyek ini.

1. Sejarah Panjang Proyek Lapangan Mako

Proses menuju FID ini memang tidak sebentar. Berikut rangkumannya:

  • Penandatanganan PSC: 2007
  • Penemuan gas (Discovery): 2017
  • Plan of Development (POD): 2019
  • Revisi POD: 2022
  • Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG): 2025
  • Final Investment Decision (FID): 2026

Target produksi pun direncanakan akan dimulai pada 2027. Ini menunjukkan betapa strategisnya proyek ini dalam konteks pengembangan energi nasional.

2. Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Antara PLN EPI dan WNEL

PJBG yang ditandatangani pada Juli 2025 lalu menjadi dasar hukum bagi pasokan gas dari WK Duyung. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyatakan bahwa FID ini memastikan target waktu pasokan gas dapat terpenuhi.

Baca Juga:  Diskon 50% Tambah Daya Listrik, Hadiah Istimewa PLN Mobile Menjelang Ramadhan 2026!

Gas dari Lapangan Mako akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan, khususnya di Batam dan sekitarnya. Wilayah ini sangat bergantung pada Pembangkit Tenaga Listrik Berbahan Bakar Gas (PLTGB) karena pertumbuhan listriknya yang tinggi.

3. Penurunan Pasokan Gas dari Sumatra Memperkuat Urgensi Proyek Ini

Pasokan gas dari daratan Sumatra mengalami penurunan. Kondisi ini membuat pasokan dari Natuna semakin dibutuhkan. Dengan begitu, proyek ini bukan hanya penting, tapi juga mendesak untuk segera direalisasikan.

Infrastruktur Pipa WNTS-Pemping Sebagai Penghubung Utama

Selain pasokan gas, infrastruktur juga menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Pipa WNTS-Pemping saat ini sedang dibangun untuk menyalurkan gas dari Natuna ke sistem kelistrikan Batam.

1. Groundbreaking Pipa WNTS-Pemping Telah Dilakukan

Pembangunan pipa ini dimulai sejak 10 Februari 2026 lalu. Progresnya terus berjalan sesuai rencana. Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyampaikan bahwa pipa ini ditargetkan beroperasi pada Juli 2026.

2. Fungsi Pipa WNTS-Pemping dalam Distribusi Gas

Pipa ini akan menjadi jalur distribusi utama gas dari Lapangan Mako ke pembangkit listrik. Selain itu, pipa ini juga diharapkan bisa menjadi awal dari pengembangan infrastruktur gas lainnya di wilayah Natuna.

3. Dukungan terhadap Transisi Energi Nasional

Pengembangan infrastruktur gas ini sejalan dengan strategi transisi energi nasional. Tujuannya adalah mendorong penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, dan berasal dari dalam negeri.

Tabel Perbandingan Pasokan Gas Sebelum dan Sesudah Proyek Lapangan Mako

Parameter Sebelum Proyek Setelah Proyek
Pasokan Gas dari Sumatra Menurun Stabil
Ketersediaan Gas di Batam Terbatas Meningkat
Pertumbuhan Listrik 12-15% per tahun Terpenuhi
Infrastruktur Gas Terbatas Dikembangkan

Strategi Jangka Panjang PLN EPI

Proyek Lapangan Mako bukan hanya soal pasokan gas jangka pendek. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang PLN EPI dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga:  PGN Targetkan Penjualan Gas Niaga Tembus 877 BBTUD pada 2026, Melonjak 4 Persen!

1. Pengembangan Infrastruktur Gas di Wilayah Timur Indonesia

Dengan pipa WNTS-Pemping sebagai awal, PLN EPI berencana mengembangkan lebih banyak infrastruktur gas di kawasan timur Indonesia. Ini akan membuka peluang pasokan dari sumber lain di sekitar Natuna.

2. Diversifikasi Sumber Energi untuk Kelistrikan

Pemanfaatan gas dari Lapangan Mako juga menjadi bagian dari diversifikasi sumber energi. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber energi saja.

3. Peningkatan Efisiensi dan Keandalan Sistem Kelistrikan

Dengan pasokan gas yang lebih stabil, sistem kelistrikan di wilayah Batam dan sekitarnya akan menjadi lebih efisien dan andal. Ini berdampak langsung pada perekonomian dan investasi di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Proyek Lapangan Mako di WK Duyung menandai langkah maju dalam memperkuat pasokan energi nasional. Dengan pasokan 111 MMSCFD selama 10 tahun dan infrastruktur pipa yang sedang dibangun, kebutuhan listrik di wilayah strategis seperti Batam akan lebih terjamin. Ini juga menjadi bagian dari transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data dan pernyataan resmi hingga Maret 2026. Jadwal, target, dan angka bisa berubah seiring perkembangan proyek dan kebijakan terkait.

Ryando Putra Jameni
Reporter at anakhiv.id

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.