Multifinance

Pertamina Selamatkan 19 Karyawan Saat Krisis Geopolitik Mengancam Wilayah Timur Tengah dan Uni Emirat Arab!

Popy Lestary
×

Pertamina Selamatkan 19 Karyawan Saat Krisis Geopolitik Mengancam Wilayah Timur Tengah dan Uni Emirat Arab!

Sebarkan artikel ini
Pertamina Selamatkan 19 Karyawan Saat Krisis Geopolitik Mengancam Wilayah Timur Tengah dan Uni Emirat Arab!

Di tengah ketegangan geopolitik yang terus bergolak di kawasan Timur Tengah, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) mengambil langkah cepat dan matang untuk memastikan keselamatan personel yang bertugas di lapangan. Dalam waktu singkat, perusahaan berhasil mengevakuasi total 19 perwira—11 dari Basra, Irak dan 8 lainnya dari Dubai, Uni Emirat Arab. Proses ini tidak hanya memerlukan koordinasi lintas negara, tetapi juga ketangguhan menghadapi berbagai hambatan logistik akibat penutupan bandara dan rute udara yang biasa digunakan.

Langkah evakuasi ini diambil sebagai antisipasi terhadap eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi memicu ancaman keamanan di kawasan. Selama dua pekan, tim PIEP bekerja tanpa henti untuk memastikan setiap perwira bisa kembali ke tanah air dengan selamat. Meski prosesnya cukup kompleks, semua berjalan lancar berkat sinergi antara Pertamina, holding upstream, dan pihak pemerintah.

Evakuasi Personel: Langkah Cepat di Tengah Ketidakpastian

Situasi geopolitik yang dinamis memaksa Pertamina untuk mengambil keputusan cepat dan tepat. Melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di beberapa negara, termasuk Kuwait, Riyadh, dan Abu Dhabi, proses evakuasi bisa dilakukan secara aman dan terencana.

1. Aktivasi Tim Darurat dan Pemantauan Real-Time

Setelah menerima informasi tentang serangan AS-Israel terhadap Iran, Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) langsung mengaktifkan Emergency Response Team (ERT). Tim ini bertugas memantau perkembangan situasi secara real-time dan mengantisipasi potensi risiko keamanan yang bisa membahayakan personel lapangan.

2. Koordinasi dengan KBRI dan Pemerintah

PIREP tidak bekerja sendirian. Komunikasi intensif dengan KBRI di Baghdad dan perwakilan lainnya menjadi kunci utama dalam memastikan evakuasi berjalan mulus. Kolaborasi ini juga membantu mempercepat proses clearance dan kebijakan perjalanan di tengah situasi darurat.

3. Jalur Evakuasi Darat dan Udara

Rute evakuasi dimulai dari Basra menuju Safwan, kemudian masuk ke Kuwait, dan dilanjutkan ke Dammam, Saudi Arabia. Dari sana, personel diterbangkan ke Jeddah dan akhirnya kembali ke Jakarta. Jalur ini dipilih karena dianggap paling aman dan stabil meski memakan waktu hingga dua minggu.

Keselamatan Personel Jadi Prioritas Utama

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, menegaskan bahwa keselamatan perwira adalah prioritas utama. Perusahaan menjalankan seluruh prosedur HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) serta Business Continuity Plan (BCP) secara ketat. Selain itu, PIEP juga terus melakukan asesmen terhadap rencana kontingensi untuk memastikan rute evakuasi tetap bisa digunakan meski ada penutupan airspace.

Untuk memastikan keluarga tenang, PIEP juga menghubungi langsung kerabat para perwira. Mereka menyampaikan kondisi terkini dan menyediakan hotline 24 jam agar keluarga tetap mendapat informasi secara real-time.

Profil Operasional PIREP di Irak

PIREP dibentuk pada 2013 untuk mengelola aset Pertamina di Irak, khususnya di Blok West Qurna-1 (WQ-1). Lokasi operasional berada sekitar 50 km barat laut Kota Basra. Wilayah ini merupakan salah satu ladang minyak super besar di dunia, dengan skema kontrak berupa Technical Service Contract (TSC) yang berlaku hingga 2045.

Sejak 2023, PIREP memiliki hak partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 20% di blok WQ-1. Skema TSC ini berbeda dengan Production Sharing Contract (PSC) yang umum diterapkan di Indonesia. Dalam TSC, perusahaan membayar jasa teknis kepada kontraktor, sedangkan dalam PSC, kontraktor menanggung risiko dan biaya operasional dengan imbal hasil berupa bagian produksi.

Aspek Technical Service Contract (TSC) Production Sharing Contract (PSC)
Risiko Ditanggung oleh pemerintah Ditanggung oleh kontraktor
Pembayaran Berdasarkan jasa teknis Berdasarkan bagi hasil produksi
Keuntungan Stabilitas pendapatan Potensi keuntungan lebih tinggi
Contoh Penerapan Irak (Blok WQ-1) Indonesia (lapangan migas domestik)

Skema TSC dipilih karena dinilai lebih fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik. Di tengah ketegangan yang tinggi, model ini memberikan kepastian operasional dan mengurangi risiko finansial yang terlalu besar bagi Pertamina.

Mitra Operasional di Lapangan

Selain PIREP, beberapa mitra operasional juga terlibat dalam pengelolaan Blok WQ-1. Di antaranya adalah Petrochina sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), yang menggantikan ExxonMobil Iraq Limited. Mitra lain termasuk Basra Oil Company, Itochu, dan OEC sebagai mitra negara setempat.

Apresiasi dari Industri Migas Global

Langkah cepat dan responsif yang diambil Pertamina mendapat apresiasi dari komunitas migas internasional. Banyak perusahaan oil & gas lain mengakui bahwa Pertamina menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan personelnya, terutama di tengah situasi yang penuh ketidakpastian seperti ini.

Kesimpulan

Evakuasi 19 perwira Pertamina dari Irak dan Dubai adalah bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kesejahteraan karyawannya. Di tengah dinamika geopolitik yang rentan, langkah-langkah antisipatif dan koordinasi lintas negara menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Dengan skema kontrak yang fleksibel dan mitigasi risiko yang matang, Pertamina terus menunjukkan profesionalisme tinggi dalam mengelola aset strategisnya di luar negeri.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi di lapangan dan kebijakan pemerintah setempat.

Popy Lestary
Reporter at anakhiv.id

Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.