Permintaan genteng di pasar nasional akhir-akhir ini meningkat tajam, terutama di tengah semakin gencarnya pembangunan rumah rakyat. Salah satu sentra produksi genteng yang merasakan manfaatnya adalah Majalengka, Jawa Barat. Di sini, para pengrajin genteng mulai merasakan angin segar berkat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Dukungan permodalan ini tidak hanya memperlancar produksi, tapi juga membuka peluang ekspansi pasar yang lebih luas.
Salah satu pengrajin yang berhasil menangkap peluang tersebut adalah Hj. Nurhasanah. Bersama dua saudarinya, ia meneruskan usaha keluarga yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Kini, usaha gentengnya mampu mencatatkan omzet ratusan juta rupiah per bulan berkat peningkatan pesanan dari berbagai wilayah, mulai Jakarta hingga Tegal.
Dampak Program Gentengisasi dan Peran BRI
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini memicu lonjakan permintaan genteng di pasar. Bukan hanya permintaan lokal, bahkan pasar regional mulai melirik produk dari Majalengka. Namun, di balik peluang besar ini, ada tantangan tersendiri yang dihadapi para pengrajin.
Salah satunya adalah keterbatasan tenaga kerja. Meski sudah mempekerjakan sekitar 150 orang, sebagian besar adalah pekerja berusia lanjut. Generasi muda cenderung memilih lapangan kerja di sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan. Padahal, permintaan genteng terus meningkat dan produksi harus terus ditingkatkan agar bisa memenuhi target pasar.
1. Pemanfaatan Mesin Press Modern
Untuk mengimbangi permintaan yang tinggi, usaha genteng milik Nurhasanah menggunakan 12 mesin press. Dengan kapasitas produksi sekitar 16.000 keping genteng per minggu, usaha ini mampu memasok kebutuhan genteng ke sejumlah kota besar di Jawa. Mesin-mesin ini menjadi tulang punggung produksi karena efisiensinya dalam menghasilkan genteng berkualitas dalam jumlah besar.
2. Peningkatan Omzet Melalui KUR BRI
Salah satu faktor penopang kesuksesan usaha ini adalah akses permodalan yang mudah melalui program KUR BRI. Sejak empat tahun lalu, Nurhasanah telah menjalin kerja sama dengan BRI untuk mendapatkan dana usaha. Dukungan ini memungkinkan pengadaan bahan baku dan pemeliharaan mesin tetap berjalan lancar, tanpa harus khawatir kehabisan modal di tengah produksi.
3. Ekspansi Pasar ke Luar Daerah
Permintaan genteng dari luar Majalengka terus meningkat. Jakarta, Bandung, dan Tegal menjadi langganan tetap. Dengan KUR BRI sebagai penopang, usaha ini bisa memenuhi pesanan dalam jumlah besar dan tepat waktu. Hal ini membuat reputasi produk genteng Majalengka semakin dikenal di pasar nasional.
Peran BRI dalam Mendorong UMKM Genteng
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa bank ini siap menjadi jembatan antara pengrajin genteng dan pasar yang lebih luas. BRI tidak hanya menyediakan pembiayaan, tapi juga membantu menghubungkan pelaku usaha dengan calon pembeli atau pengembang perumahan.
Dengan pendekatan ini, BRI membantu mempercepat proses produksi dan distribusi. Ketika ada kontrak antara pengrajin dan pembeli, BRI bisa langsung memberikan dukungan pembiayaan agar produksi tetap berjalan optimal.
4. Integrasi dengan Ekosistem Perumahan
Genteng bukan sekadar produk, tapi bagian dari ekosistem perumahan yang terus dikembangkan BRI. Bank ini memandang bahwa bahan bangunan seperti genteng memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama UMKM. Apalagi, saat ini permintaan rumah layak huni terus meningkat, dan genteng menjadi salah satu komponen penting dalam pembangunannya.
5. Program KUR yang Terjangkau dan Mudah Diakses
Program KUR BRI dirancang untuk memenuhi kebutuhan UMKM, termasuk pengrajin genteng. Dengan syarat yang tidak terlalu ketat dan bunga yang kompetitif, banyak pelaku usaha kecil bisa mengakses dana usaha dengan lebih mudah. Ini membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Tantangan dan Solusi dalam Produksi Genteng
Meski permintaan tinggi, bukan berarti usaha genteng bebas dari tantangan. Salah satu masalah utama adalah keterbatasan tenaga kerja. Banyak pekerja muda lebih memilih bekerja di sektor industri lain yang dianggap lebih menjanjikan. Selain itu, kualitas bahan baku juga menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi produk.
6. Pelatihan dan Pengembangan SDM
Untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja, beberapa pengrajin mulai memberikan pelatihan khusus kepada pekerja baru. Ini membantu meningkatkan keterampilan dan efisiensi produksi. Selain itu, BRI juga menawarkan program pendampingan usaha yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
7. Pengadaan Bahan Baku yang Stabil
Akses terhadap bahan baku yang berkualitas dan harga yang stabil menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi produksi. Banyak pengrajin yang mulai menjalin kerja sama langsung dengan penyuplai lokal untuk memastikan pasokan tetap mencukupi.
Tabel Perbandingan Produksi Sebelum dan Sesudah Dukungan KUR
| Aspek Produksi | Sebelum KUR BRI | Sesudah KUR BRI |
|---|---|---|
| Kapasitas Produksi | 10.000 keping/minggu | 16.000 keping/minggu |
| Omzet Bulanan | Rp 50 juta | Rp 200 juta |
| Tenaga Kerja | 100 orang | 150 orang |
| Akses Pasar | Lokal | Nasional |
| Stabilitas Modal | Tergantung Tabungan | Terjamin oleh BRI |
Kesimpulan
Program gentengisasi yang digaungkan pemerintah membawa dampak nyata bagi pelaku usaha kecil, terutama di Majalengka. Dengan dukungan KUR dari BRI, pengrajin genteng bisa meningkatkan produksi, menjangkau pasar lebih luas, dan mencatatkan omzet yang jauh lebih tinggi. Meski masih ada tantangan, seperti keterbatasan tenaga kerja dan bahan baku, langkah-langkah strategis dan dukungan perbankan bisa menjadi solusi jangka panjang.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat informatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan yang berlaku.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












