H+1 Lebaran selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak, terutama pengelola pusat perbelanjaan. Bukan cuma soal suasana yang meriah, tapi juga karena jumlah pengunjung yang melonjak tajam. Tahun ini, APPBI mencatat pertumbuhan kunjungan ke mal bisa mencapai dua digit, dengan puncaknya terjadi tepat di hari pertama setelah Lebaran.
Ilustrasi, suasana di pusat perbelanjaan/mal. Foto: Metrotvnews.com/Dhana Kencana.
Salah satu alasan utama adalah mobilitas masyarakat yang meningkat setelah hari pertama Idulfitri. Banyak orang memanfaatkan momen libur untuk silaturahmi sekaligus belanja. Bahkan, sejumlah pengunjung yang biasanya mudik pun memilih tetap di Jakarta dan menghabiskan waktu di mal.
Kunjungan Mal di H+1 Lebaran Naik Signifikan
1. Pertumbuhan Kunjungan Capai Dua Digit
APPBI mencatat bahwa selama periode libur Idulfitri tahun ini, rata-rata kenaikan kunjungan ke mal berada di kisaran 10 hingga 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini terjadi karena masyarakat mulai aktif bergerak setelah hari pertama Lebaran.
2. Perubahan Pola Belanja Masyarakat
Biasanya menjelang Idulfitri, masyarakat lebih fokus pada belanja kebutuhan pokok dan perlengkapan Lebaran. Namun kini, pola belanja bergeser ke produk makanan dan minuman siap saji, hingga hiburan. Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan ke mal bukan hanya soal belanja, tapi juga rekreasi.
Mengapa Mal Jadi Pilihan Utama di H+1 Lebaran?
1. Alternatif Liburan yang Praktis
Banyak keluarga yang tidak mudik memilih menghabiskan waktu libur di mal karena lebih praktis dan dekat. Hasnah (18), salah satu pengunjung Pondok Indah Mall, mengaku memilih mal karena ingin suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya kami ke luar kota, ke Bandung. Tapi tahun ini ingin suasana berbeda, jadi ke mal saja karena lebih dekat."
2. Kegiatan Keluarga yang Fleksibel
Selain belanja, mal juga menjadi tempat silaturahmi yang fleksibel. Yanti (48), ibu dari Hasnah, mengatakan bahwa kunjungan ke mal sudah jadi agenda keluarga, meski tetap menyisakan waktu untuk silaturahmi ke rumah kerabat.
"Tadi juga sempat ke rumah saudara, tapi memang kami sisihkan waktu untuk jalan-jalan ke mal."
Pengeluaran Meningkat di Hari Lebaran
1. Anggaran Belanja Keluarga Naik
Di momen Lebaran, pengeluaran keluarga cenderung meningkat. Yanti menyebut biasanya keluarganya menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta untuk belanja selama libur Lebaran.
2. Prioritas Belanja Berubah
Selama Ramadan dan Idulfitri, masyarakat tidak hanya belanja kebutuhan pokok. Produk food and beverages serta hiburan jadi incaran utama. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan emosional dan hiburan juga jadi pertimbangan saat belanja.
Tren Kunjungan Mal: Sebelum dan Sesudah Pandemi
| Kategori | Sebelum Pandemi (2019) | Sesudah Pandemi (2024) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Rata-rata kunjungan harian | 70% kapasitas | 85% kapasitas | Meningkat karena kebiasaan baru |
| Produk paling laris | Pakaian lebaran | Food & beverages | Perubahan pola konsumsi |
| Durasi kunjungan rata-rata | 2-3 jam | 3-4 jam | Lebih lama karena hiburan |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi ekonomi dan kebijakan lokasi.
Tips Menghindari Kerumunan di Mal saat Lebaran
1. Datang di Jam Non-Puncak
Jam 10 pagi hingga 2 siang biasanya lebih sepi dibanding sore hari. Menghindari waktu makan siang dan sore menjelang buka puasa bisa jadi pilihan agar lebih nyaman berbelanja.
2. Pilih Lokasi Strategis
Mall yang berada di area residensial atau dekat stasiun transportasi umum biasanya lebih ramai. Sebaliknya, mall di area bisnis atau pinggiran kota cenderung lebih sepi.
3. Manfaatkan Aplikasi Mall
Banyak mall kini menyediakan aplikasi yang menampilkan informasi jumlah pengunjung secara real-time. Ini bisa jadi referensi sebelum memutuskan datang ke mall.
Penutup
H+1 Lebaran memang jadi waktu yang istimewa untuk berkumpul dan menikmati suasana kota yang penuh warna. Meski ramai, kunjungan ke mal tetap jadi pilihan utama karena menawarkan kenyamanan dan variasi kegiatan dalam satu tempat.
Namun, penting juga untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama di tempat umum yang ramai. Dengan perencanaan yang baik, libur Lebaran bisa jadi momen yang menyenangkan tanpa stres.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan dan kebijakan pemerintah atau pengelola mall setempat.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












