Multifinance

Apakah IHSG Akan Bangkit Setelah Libur Lebaran? Simak Prediksinya!

Erna Agnesa
×

Apakah IHSG Akan Bangkit Setelah Libur Lebaran? Simak Prediksinya!

Sebarkan artikel ini
Apakah IHSG Akan Bangkit Setelah Libur Lebaran? Simak Prediksinya!

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Setelah menjalani libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026, pasar modal Tanah Air diprediksi kembali bergairah. Sentimen global yang mulai membaik, ditambah dengan penundaan rencana serangan militer AS ke Iran, memberi angin segar bagi investor. Salah satu ekonom senior, Hans Kwee, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026.

Meski awalnya sempat membayangkan tekanan jual, IHSG justru punya peluang untuk bergerak terbatas. Dengan support di level 7.000 hingga 7.100 dan resistance di kisaran 7.250 hingga 7.349, pasar saham lokal bisa memanfaatkan momentum positif dari bursa global.

Dinamika Geopolitik dan Dampaknya ke Pasar Modal

Perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah jadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump sempat mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran, namun akhirnya menunda rencana tersebut selama lima hari. Pernyataan itu langsung disambut positif oleh pasar saham di Eropa dan Amerika.

  1. Penundaan serangan militer oleh Trump memberi ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar.
  2. Sentimen positif ini berdampak pada pulihnya indeks saham di Wall Street dan Eropa.

Namun, ketegangan belum sepenuhnya reda. Iran tetap melancarkan serangan ke beberapa lokasi di Timur Tengah, termasuk ke fasilitas gas di Qatar. Serangan ini berpotensi mengganggu pasokan LNG sebesar 17 persen selama tiga hingga lima tahun ke depan.

Dampak Terhadap Harga Energi Global

Ketergantungan Eropa dan Asia pada impor energi melalui Selat Hormuz membuat kawasan ini sangat sensitif terhadap setiap ketegangan di kawasan. Jika konflik berlanjut, harga minyak dan gas bisa melonjak tajam.

  1. Serangan Iran ke fasilitas energi Qatar berpotensi mengganggu pasokan LNG global.
  2. Harga energi dunia bisa terus mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga:  Investor Panik! IHSG Anjlok 0,52% ke Level 8.192 pada Perdagangan Pagi Ini?

Hans Kwee menilai, dampak jangka panjang dari konflik ini akan terasa tidak hanya di sektor energi, tetapi juga pada rantai pasok global dan inflasi.

Kebijakan Moneter The Fed dan Pengaruhnya

Di tengah ketidakpastian geopolitik, kebijakan bank sentral juga jadi sorotan. The Fed dalam pertemuan FOMC terakhir pada 19 Maret 2026 memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.

  1. The Fed menahan suku bunga hingga akhir tahun 2026.
  2. Ekspektasi pemotongan suku bunga sebesar 50 bps sepanjang tahun pun diperkirakan tidak akan tercapai.

Meski begitu, masih ada kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember 2026, tergantung pada perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi global.

Performa Bursa Global Menjelang Kebangkitan IHSG

Sebelum libur panjang, bursa global sudah menunjukkan performa positif. Pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026, sejumlah indeks saham utama di Eropa dan Amerika menguat.

Indeks Saham Negara Pergerakan (%)
Euro Stoxx 50 Uni Eropa +0,61%
FTSE 100 Inggris -0,24%
DAX Jerman +1,22%
CAC Prancis +0,79%
S&P 500 AS +1,15%
Dow Jones AS +1,38%
Nasdaq AS +1,22%

Di Asia, performa bursa juga menunjukkan tren positif menjelang perdagangan setelah libur Lebaran.

Indeks Saham Negara Pergerakan (%)
Nikkei Jepang +1,56%
Shanghai Tiongkok +1,78%
Hang Seng Hong Kong +2,74%
Straits Times Singapura +0,66%

IHSG Sebelum Libur Lebaran

Sebelum memasuki masa libur panjang, IHSG ditutup menguat pada Selasa, 17 Maret 2026. Indeks ini naik 84,55 poin atau 1,20% ke level 7.106,84. Angka ini menjadi fondasi positif bagi pembukaan perdagangan setelah libur.

Faktor Lokal yang Perlu Diwaspadai

Meski sentimen global mendukung, investor tetap perlu waspada terhadap beberapa faktor lokal. Kebijakan pemerintah, kinerja emiten, dan kondisi makroekonomi dalam negeri tetap berpengaruh besar terhadap pergerakan IHSG.

  1. Kebijakan fiskal pemerintah menjelang pemilu bisa menciptakan volatilitas pasar.
  2. Kinerja kuartal I 2026 dari sejumlah emiten besar juga akan jadi pemicu sentimen.
Baca Juga:  Investor Panik! IHSG Anjlok 2,57% Sentuh Level 6.954 di Sesuai Pagi Ini?

Strategi Investasi Pasca-Lebaran

Bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum penguatan IHSG, beberapa strategi bisa dipertimbangkan.

  1. Fokus pada sektor yang sensitif terhadap sentimen eksternal, seperti energi dan infrastruktur.
  2. Hindari overexposure pada sektor yang masih rentan terhadap koreksi pasar.

Investor juga disarankan untuk terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Perubahan mendadak bisa terjadi kapan saja, terutama di tengah ketidakpastian yang masih tinggi.

Disclaimer

Data dan prediksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan kondisi pasar terkini dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Keputusan investasi sebaiknya diambil setelah mempertimbangkan risiko dan konsultasi dengan ahli keuangan profesional.

Erna Agnesa
Reporter at anakhiv.id

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.