Multifinance

Arah Harga Minyak Global Tahun 2026: Naik, Turun, atau Stabil?

Erna Agnesa
×

Arah Harga Minyak Global Tahun 2026: Naik, Turun, atau Stabil?

Sebarkan artikel ini
Arah Harga Minyak Global Tahun 2026: Naik, Turun, atau Stabil?

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga minyak dunia di awal 2026 kembali menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Dari level USD57 per barel di awal Januari, harga sempat melonjak hingga menyentuh USD90 per barel pada awal Maret. Lonjakan ini dipicu oleh sejumlah gejolak geopolitik yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga adalah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh militer AS. Tak kalah penting, ketegangan antara AS dan Iran semakin memanas. Semua ini menciptakan ketidakpastian di pasar energi global.

Faktor yang Mendorong Naiknya Harga Minyak Dunia

1. Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah

Ketegangan antara AS dan Iran memicu lonjakan permintaan akan minyak cadangan darurat. Investor mulai khawatir akan gangguan pasokan dari kawasan yang menjadi pusat produksi minyak global.

2. Kebijakan Trump yang Proaktif

Kebijakan luar negeri yang agresif dari mantan Presiden AS, Donald Trump, termasuk rencana pengambilalihan Greenland dari Denmark, turut memicu volatilitas pasar. Kebijakan tarifnya terhadap Tiongkok, Kanada, dan Meksiko juga berdampak pada rantai pasok energi global.

3. Kebijakan Produksi OPEC+

OPEC+ dikabarkan akan mempertahankan pembatasan produksi hingga akhir 2026. Langkah ini menjadi pendorong kuat harga minyak mentah karena pasokan yang terbatas membuat harga cenderung naik.

Perkembangan Harga Minyak Sepanjang 2025

Sebelum melonjak di awal 2026, harga minyak dunia sebenarnya mengalami tekanan cukup besar sepanjang 2025. Rata-rata harga minyak mentah turun lebih dari 21 persen dari level USD77 per barel menjadi USD60 per barel di akhir tahun.

1. Penurunan Paruh Pertama 2025

Pada paruh pertama 2025, harga minyak sempat turun hampir 10 persen. Rata-rata harga berada di kisaran USD69 per barel. Penurunan ini dipicu oleh kebijakan tarif Trump terhadap Tiongkok dan sekutunya.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Brent Tembus USD70 per Barel!

2. Tekanan di Bulan Mei

Harga sempat menyentuh titik terendah di Mei, yaitu USD62 per barel. Ini terjadi karena pasar khawatir akan perlambatan ekonomi global akibat perang dagang.

3. Pemulihan Singkat di Kuartal Pertama

Namun, di akhir kuartal pertama, harga mulai pulih. Salah satu pemicunya adalah eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang memicu lonjakan permintaan cadangan minyak.

4. Pelemahan di Paruh Kedua 2025

Memasuki paruh kedua, harga kembali tertekan. Meskipun sejumlah negara berusaha merundingkan pengurangan tarif, ancaman dari AS tetap mengganjal. Ditambah, OPEC+ memberi sinyal akan menaikkan produksi, dan gencatan senjata di Gaza turut menenangkan pasar.

Proyeksi Harga Minyak Dunia di 2026

Melihat situasi yang ada, para analis memperkirakan harga minyak dunia di 2026 akan berada di kisaran USD95 hingga USD100 per barel. Level support diperkirakan berada di kisaran USD75 hingga USD80 per barel.

1. Fokus pada Perkembangan Timur Tengah

Perkembangan situasi di Timur Tengah, khususnya konflik antara AS dan Iran, akan terus menjadi sorotan pasar. Setiap eskalasi berpotensi mendorong harga naik.

2. Kebijakan Produksi OPEC+

Komunikasi dari OPEC+ akan terus dipantau. Jika aliansi ini memutuskan untuk mempertahankan pembatasan produksi, harga akan cenderung stabil atau naik.

3. Kebijakan Tarif Global

Kebijakan perdagangan global, terutama dari AS, akan berpengaruh langsung terhadap harga minyak. Semakin ketat kebijakan tarif, semakin besar tekanan pada pasar energi.

Tabel Perbandingan Harga Minyak Mentah Global (2025–2026)

Periode Rata-rata Harga (USD/barel) Faktor Utama
Awal 2025 77 Stabilitas geopolitik
Mei 2025 62 Eskalasi tarif AS-Tiongkok
Akhir 2025 60 Perlambatan ekonomi global
Awal Maret 2026 90 Ketegangan AS-Iran
Proyeksi 2026 95–100 Kebijakan OPEC+, geopolitik
Baca Juga:  Harga Minyak Melonjak, AS dan Iran Sepakat Lanjutkan Dialog Nuklir?

Tips Membaca Pergerakan Harga Minyak

1. Pantau Gejolak Politik Global

Setiap ketegangan besar antar negara penghasil minyak bisa langsung memengaruhi harga. Terutama di kawasan Timur Tengah.

2. Perhatikan Kebijakan OPEC+

OPEC+ punya peran besar dalam menentukan pasokan global. Setiap keputusan mereka akan berdampak langsung ke harga.

3. Cermati Indikator Ekonomi Makro

Inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan moneter bank sentral juga bisa memengaruhi permintaan energi global.

Disclaimer

Data harga dan proyeksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan kondisi hingga Maret 2026. Harga minyak mentah sangat rentan terhadap perubahan geopolitik, kebijakan pemerintah, dan dinamika pasar global. Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi.

Erna Agnesa
Reporter at anakhiv.id

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.