Pekan ini, pasar logam mulia kembali jadi sorotan. Bukan karena lonjakan harga yang menggelegar, tapi justru karena stagnansi dan penurunan yang cukup mencolok. Mulai dari harga perak Antam yang turun drastis hingga harga emas yang terlihat ‘mager’, seakan menggambarkan suasana pasar yang sedang menahan napas.
Pergerakan harga ini tentu jadi perhatian, terutama bagi investor emas batangan dan masyarakat umum yang membeli emas sebagai instrumen tabungan. Selain itu, ada juga berita ekonomi lain yang tak kalah menarik, seperti fluktuasi harga minyak dunia dan pergantian pejabat strategis di Kemenkeu.
Harga Logam Mulia Antam Turun, Ini Fakta Terbarunya
Harga logam mulia dari PT Aneka Tambang (Antam) memang selalu jadi sorotan tiap pekan. Apalagi kalau bukan emas dan perak, dua komoditas yang jadi andalan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
1. Harga Perak Antam Anjlok ke Rp50.450 per Gram
Perak yang biasanya dianggap lebih volatil daripada emas, pekan ini kembali turun cukup dalam. Pada Rabu, 18 Maret 2026, harga perak murni Antam tercatat di angka Rp50.450 per gram. Penurunan ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Penyebabnya bisa jadi terkait dengan sentimen global yang masih belum stabil, termasuk kenaikan suku bunga AS dan kebijakan fiskal yang belum jelas. Investor pun lebih memilih aset yang dianggap lebih aman, seperti emas atau dolar AS.
2. Harga Emas Antam ‘Mager’, Tak Bergerak Sejak Hari Kedua Lebaran
Berbeda dari perak, harga emas justru terlihat stagnan. Di hari kedua Lebaran, harga emas batangan Antam tidak mengalami perubahan sama sekali. Padahal biasanya, pasca-holiday atau momen keagamaan, harga emas bisa mengalami koreksi.
Kondisi ini bisa jadi cerminan dari minimnya aktivitas pasar domestik selama libur panjang. Investor juga cenderung menahan diri sebelum ada isyarat kuat dari pasar global.
3. Buyback Emas Antam Anjlok hingga Rp80 Ribu
Selain harga jual yang terlihat ‘mager’, harga buyback (tebusan) emas dari Antam juga sempat anjlok. Selisih antara harga jual dan beli mencapai hingga Rp80.000 per gram. Ini jadi catatan penting bagi pemilik emas batangan yang ingin menjual kembali.
Perbedaan harga jual dan beli yang lebar memang umum terjadi di pasar emas. Namun, ketika selisihnya terlalu besar, ini bisa jadi sinyal bahwa likuiditas pasar sedang tidak kondusif.
Dinamika Harga Minyak Dunia
Selain logam mulia, harga minyak dunia juga jadi perhatian. Pasalnya, fluktuasi harga minyak bisa berdampak langsung ke harga BBM di dalam negeri.
1. Brent Sentuh USD112,52 per Barel
Pada Jumat, 20 Maret 2026, harga minyak Brent mencatatkan level tertinggi di USD112,52 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya potensi keterlibatan AS dalam konflik Iran.
2. WTI Capai USD98,38 per Barel
Sementara itu, harga minyak WTI juga mengalami kenaikan, meski lebih moderat. Harganya mencapai USD98,38 per barel. Meski begitu, pergerakan ini tetap di bawah tekanan spekulasi pasar terhadap pasokan global.
| Jenis Minyak | Harga (USD/Barel) | Tanggal |
|---|---|---|
| Brent | 112,52 | 20 Maret 2026 |
| WTI | 98,38 | 20 Maret 2026 |
Disclaimer: Harga minyak bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi geopolitik dan ekonomi global.
Pergantian Pejabat di Kemenkeu
Selain isu pasar, pergantian pejabat strategis juga jadi sorotan. Heru Pambudi yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan digantikan oleh Robert Leonard Marbun.
1. Heru Pambudi Lengser dari Jabatan Sekjen Kemenkeu
Heru Pambudi yang telah menjabat selama beberapa tahun, akhirnya lengser dari posisinya. Pergantian ini diduga sebagai bagian dari penyegaran struktur birokrasi Kemenkeu untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
2. Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Pengganti
Robert Leonard Marbun yang menggantikan Heru, dikenal sebagai birokrat yang berpengalaman di bidang perbendaharaan negara. Kehadirannya diharapkan bisa membawa angin segar dalam pengelolaan keuangan negara.
Apa yang Harus Diperhatikan Investor?
Dalam kondisi pasar yang belum stabil seperti sekarang, investor perlu lebih waspada. Terutama dalam memilih instrumen investasi, baik itu emas, perak, maupun saham.
1. Jangan Panik Saat Harga Turun
Penurunan harga tidak selalu berarti kerugian. Justru bisa jadi peluang untuk membeli emas atau perak dengan harga lebih murah, asal dilakukan dengan analisis yang matang.
2. Cek Harga Buyback Sebelum Jual Emas
Sebelum menjual emas, pastikan untuk mengecek harga buyback terbaru. Selisih harga jual dan beli yang terlalu besar bisa membuat kerugian cukup signifikan.
3. Pantau Isu Geopolitik dan Ekonomi Global
Harga komoditas seperti emas dan minyak sangat dipengaruhi oleh isu global. Maka dari itu, investor perlu terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter dari bank sentral dunia.
Penutup
Pekan ini memang penuh warna, dari harga perak yang anjlok hingga emas yang terlihat malas bergerak. Tapi di balik itu semua, ada peluang dan risiko yang bisa dimanfaatkan dengan bijak.
Yang terpenting, tetap waspada dan terus update informasi. Karena di pasar yang dinamis seperti ini, informasi adalah senjata utama.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












