Penggunaan kendaraan listrik (EV) saat mudik Idulfitri 2025 mencatatkan angka rekor baru. Pada Senin, 23 Maret 2025, atau H+2 Idulfitri, jumlah transaksi pengisian daya di SPKLU milik PLN mencapai 18.088 kali. Konsumsi energi yang dihasilkan juga melonjak hingga 427.980 kWh. Angka ini naik hampir 4 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh. Meningkatnya jumlah transaksi juga menjadi bukti bahwa infrastruktur pengisian daya EV di Indonesia terus berkembang dan semakin andal.
Rekor Transaksi EV Saat Mudik Idulfitri
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyebut capaian ini sebagai indikator positif bagi perkembangan sektor energi bersih di Tanah Air. Ia menilai, pertumbuhan penggunaan EV tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh infrastruktur SPKLU yang memadai.
“Ini terjadi karena memang industri mobil listrik belum sebaik sekarang. Tetapi tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya enggak kita bangun,” ujar Bahlil.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan bahwa tingginya transaksi pada masa mudik menunjukkan bahwa masyarakat mulai percaya terhadap sistem pengisian daya EV yang disediakan. Menurutnya, ini adalah hasil dari pengembangan layanan yang terus dilakukan, baik dari segi teknologi maupun digitalisasi.
1. Jumlah Transaksi dan Konsumsi Energi
| Tanggal | Jumlah Transaksi | Konsumsi Energi (kWh) |
|---|---|---|
| 23 Maret 2024 | 4.360 | 103.010 |
| 23 Maret 2025 | 18.088 | 427.980 |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai laporan resmi PLN.
2. Faktor Penyebab Lonjakan Penggunaan EV
Beberapa faktor menjadi penyebab utama meningkatnya penggunaan EV saat mudik:
- Meningkatnya jumlah kendaraan listrik yang beredar di masyarakat.
- Penambahan jumlah SPKLU di jalur-jalur utama mudik.
- Kemajuan teknologi pengisian daya yang lebih cepat.
- Layanan digital yang memudahkan pengguna EV.
Infrastruktur SPKLU yang Terus Diperluas
PLN bersama mitranya kini telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Rata-rata jarak antar SPKLU adalah sekitar 22 kilometer. Di jalur mudik utama seperti Trans Jawa, Trans Sumatra, dan Bali, jumlah SPKLU mencapai 1.681 unit di 994 titik.
3. Penambahan SPKLU di Jalur Mudik
- Jalur Trans Jawa: 980 unit SPKLU
- Jalur Trans Sumatra: 450 unit SPKLU
- Jalur Bali dan sekitarnya: 251 unit SPKLU
4. SPKLU Mobile untuk Antisipasi Darurat
Selain SPKLU tetap, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis seperti exit tol. Unit ini berguna untuk mengantisipasi kebutuhan pengisian daya darurat selama arus mudik padat.
Ribuan personel juga diterjunkan untuk memastikan kelancaran operasional SPKLU selama periode siaga. Darmawan menyebut bahwa ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi yang ramah lingkungan.
Layanan Digital yang Semakin Canggih
PLN tidak hanya fokus pada penambahan jumlah SPKLU, tapi juga pada peningkatan kualitas layanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengupgrade SPKLU dari standard charging ke fast charging bahkan ultra fast charging.
5. Fitur Digital di Aplikasi PLN Mobile
Aplikasi PLN Mobile kini dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna EV:
- Trip Planner: Merencanakan rute perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU sepanjang rute.
- AntreEV: Memantau antrean pengisian daya secara real time.
- EV-TAP: Sistem pembayaran berbasis kartu elektronik untuk transaksi lebih cepat dan praktis.
Fitur-fitur ini memungkinkan pengguna untuk merencanakan perjalanan lebih efisien dan menghindari antrean panjang di SPKLU.
Kepercayaan Masyarakat Terhadap EV Terus Naik
Lebih dari sekadar angka, lonjakan transaksi ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya. Darmawan menilai bahwa ini adalah hasil dari sinergi antara peningkatan infrastruktur, teknologi, dan layanan digital.
“Capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan SPKLU baik dari sisi kuantitas, teknologi, maupun integrasi layanan digital, mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik,” ujar Darmawan.
6. Strategi Pengembangan SPKLU
- Penambahan jumlah SPKLU di jalur-jalur strategis.
- Upgrade teknologi pengisian daya ke fast dan ultra fast charging.
- Pengembangan layanan digital untuk kemudahan pengguna.
- Penyediaan SPKLU Mobile untuk antisipasi darurat.
Tantangan dan Prospek Ke Depan
Meski telah mencatatkan rekor baru, pengembangan infrastruktur EV masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan jumlah SPKLU di daerah-daerah terpencil. Selain itu, standarisasi konektor juga masih menjadi isu yang perlu diperhatikan.
Namun, dengan pertumbuhan industri EV yang pesat dan dukungan pemerintah yang kuat, prospek ke depannya sangat menjanjikan. PLN berkomitmen untuk terus memperluas jaringan SPKLU dan meningkatkan kualitas layanan agar EV semakin diminati masyarakat.
7. Target Pengembangan SPKLU Tahun 2026
| Target | Jumlah SPKLU |
|---|---|
| Nasional | 6.500 unit |
| Jalur Mudik Utama | 2.200 unit |
Disclaimer: Target bersifat rencana dan dapat berubah tergantung kondisi lapangan.
Kesimpulan
Lonjakan transaksi penggunaan SPKLU saat mudik Idulfitri 2025 menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap kendaraan listrik. Dukungan infrastruktur yang kuat dan layanan digital yang memadai menjadi kunci keberhasilan ini. Dengan terus berinovasi, PLN berperan penting dalam mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












