Multifinance

Telkom dan AYS Indonesia Gandeng Tangan Bangun Kembali Keindahan Alam Tarakan yang Terluka!

Erna Agnesa
×

Telkom dan AYS Indonesia Gandeng Tangan Bangun Kembali Keindahan Alam Tarakan yang Terluka!

Sebarkan artikel ini
Telkom dan AYS Indonesia Gandeng Tangan Bangun Kembali Keindahan Alam Tarakan yang Terluka!

Upaya pelestarian lingkungan kini semakin melibatkan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya adalah sinergi antara PT Telkom Indonesia dan komunitas muda lewat program Bumi Berseru Fest. Inisiatif ini membawa dampak nyata di Tarakan, Kalimantan Utara, dengan fokus pada konservasi bekantan dan pemulihan ekosistem mangrove.

Kota Tarakan dikenal dengan kekayaan alamnya, terutama di kawasan pesisir. Namun, alih fungsi lahan dan rendahnya kesadaran masyarakat mulai mengancam keseimbangan ekosistem lokal. Untuk menjawab tantangan ini, Telkom melalui program Bumi Berseru Fest 2025 bekerja sama dengan Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia. Tujuannya jelas: mendorong pemulihan ekosistem alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Kolaborasi yang Menggerakkan Perubahan

Program ini tidak hanya sekadar aksi simbolis. Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Dengan melibatkan sukarelawan dari TelkomGroup dan masyarakat lokal, inisiatif ini menciptakan ruang partisipasi aktif yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom.

1. Pembangunan Feeding Spot Center

Pada tanggal 19 hingga 21 Desember 2025, tim AYS bersama relawan Telkom membangun Feeding Spot Center di kawasan habitat bekantan. Lokasi ini difungsikan sebagai area pemberian vitamin tambahan berupa pisang bagi bekantan. Selain itu, tempat ini juga menjadi sarana edukasi bagi wisatawan agar bisa mengenal satwa endemik Kalimantan tanpa mengganggu alaminya.

2. Penanaman 1.000 Bibit Mangrove

Lanjutan dari program ini adalah aksi nyata penanaman 1.000 bibit mangrove di Edu Park Kampung Empat pada 24 Januari 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat sabuk hijau pesisir dan memitigasi kerusakan habitat akibat abrasi serta aktivitas manusia.

3. Monitoring Ekosistem dan Pengumpulan Data

Selain aksi lapangan, program ini juga mengedepankan pendekatan ilmiah. Pada 7 Januari 2026, tim melakukan monitoring ekosistem dan berhasil mengidentifikasi 40 ekor bekantan serta memetakan 27 jenis mangrove di kawasan tersebut. Data ini nantinya dimanfaatkan untuk pengembangan website edukasi yang berfungsi sebagai basis informasi digital dan mendukung program konservasi pemerintah daerah.

Baca Juga:  Telkom dan Huawei Sepakat Bangun Infrastruktur Digital serta Ekosistem Data Center Melalui MoU Strategis!

Dukungan dari Masyarakat dan Pemerintah

M. Abrar Putra Siregar, pendiri AYS Indonesia, menyampaikan apresiasi atas dukungan Telkom. Menurutnya, hanya segelintir pihak yang benar-benar memperhatikan isu lingkungan dengan pendekatan komunitas. Kolaborasi ini dianggap efektif karena melibatkan elemen lokal yang memahami kondisi lingkungan secara langsung.

Program Bumi Berseru Fest juga sejalan dengan tujuan United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 tentang Kehidupan di Bawah Laut dan SDG 15 tentang Kehidupan di Darat. Dengan pendekatan terintegrasi, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada konservasi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat lokal dalam menjaga lingkungan.

Data Monitoring Ekosistem Bekantan dan Mangrove

Parameter Hasil Monitoring (7 Januari 2026)
Jumlah Bekantan Teridentifikasi 40 ekor
Jenis Mangrove Dipetakan 27 jenis
Lokasi Monitoring Edu Park Kampung Empat, Tarakan
Fungsi Utama Data Edukasi dan pengembangan kebijakan konservasi

Data di atas menunjukkan bahwa kawasan Tarakan masih menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, perlu upaya terus-menerus untuk menjaga kelestariannya. Informasi ini menjadi fondasi penting dalam menyusun strategi konservasi jangka panjang.

Tantangan dan Peluang Ke Depan

Meski program ini berhasil memberikan dampak nyata, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya untuk ekspansi program ke wilayah lain. Namun, dengan model kolaborasi yang melibatkan komunitas, pemerintah, dan sektor swasta, peluang untuk mengembangkan gerakan konservasi lebih luas sangat terbuka.

Rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara diharapkan bisa terus diperluas. Terutama mengingat abrasi pesisir yang semakin meningkat akibat perubahan iklim. Dengan pendekatan berkelanjutan, langkah kecil dari inisiatif lokal ini bisa berubah menjadi gerakan besar untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Kesadaran Lingkungan Melalui Edukasi

Selain aksi langsung, program ini juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan. Website edukasi yang dikembangkan berisi informasi lengkap tentang bekantan, jenis mangrove, dan langkah konservasi yang bisa dilakukan masyarakat. Platform ini menjadi sarana belajar yang mudah diakses dan bisa digunakan oleh generasi muda sebagai referensi dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga:  Telkom dan Huawei Sepakat Bangun Infrastruktur Digital serta Ekosistem Data Center Melalui MoU Strategis!

Program Bumi Berseru Fest bukan sekadar kampanye lingkungan. Ini adalah langkah konkret untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Dengan melibatkan berbagai pihak, program ini membuktikan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan data dan rencana pelaksanaan program Bumi Berseru Fest hingga Maret 2025. Jadwal dan detail kegiatan dapat berubah tergantung kondisi lapangan dan kebijakan terkait.

Erna Agnesa
Reporter at anakhiv.id

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.