Ilustrasi. Foto: Freepik.
Bank Neo Commerce (BNC) mencatatkan pencapaian luar biasa di tahun 2025. Laba bersih bank ini melonjak hingga 2.745 persen, menyentuh angka Rp565,69 miliar. Lonjakan ini menjadi cerminan dari konsistensi transformasi bisnis yang dijalankan sejak beberapa tahun terakhir.
Peningkatan profitabilitas ini tidak datang begitu saja. BNC menjalankan strategi bisnis yang fokus pada efisiensi operasional, pengelolaan risiko yang ketat, serta penguatan layanan digital. Hasilnya, kinerja keuangan bank ini menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat.
Fundamental Bisnis yang Semakin Kuat
Pencapaian BNC di tahun 2025 tidak hanya soal laba yang melonjak. Fundamental bisnisnya juga terus menguat. Total aset bank ini mencapai Rp18,97 triliun, naik 8,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat di angka Rp17,41 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNC juga tumbuh positif. Hingga akhir 2025, DPK tercatat sebesar Rp14,03 triliun, naik 7,37 persen dari Rp13,06 triliun pada Desember 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan dana tabungan yang mencapai Rp3,50 triliun.
1. Aset dan Pendanaan
| Kategori | Desember 2024 | Desember 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Total Aset | Rp17,41 triliun | Rp18,97 triliun | 8,99% |
| DPK | Rp13,06 triliun | Rp14,03 triliun | 7,37% |
| Dana Tabungan | Rp3,09 triliun | Rp3,50 triliun | 13,27% |
| Deposito | Rp9,86 triliun | Rp9,86 triliun | Stabil |
2. Kualitas Kredit dan Likuiditas
BNC tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. NPL Net (Non Performing Loan) berhasil dijaga tetap rendah di level 0,89 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa bank ini disiplin dalam mengelola risiko kredit.
Likuiditas juga terjaga kuat. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 51,21 persen, sedangkan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 614,93 persen. Angka ini memberikan ruang bagi BNC untuk meningkatkan ekspansi kredit ke depannya.
Laba Bersih Naik Tajam, Efisiensi Meningkat
Salah satu pencapaian paling menonjol BNC di tahun 2025 adalah lonjakan laba bersih. Dari hanya Rp19,88 miliar di tahun 2024, laba bersih melonjak menjadi Rp565,69 miliar. Artinya, pertumbuhan laba bersih mencapai 2.745 persen.
3. Rasio Keuangan Utama
| Indikator | 2024 | 2025 | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp19,88 miliar | Rp565,69 miliar | Naik 2.745% |
| BOPO | 99,34% | 84,18% | Menurun (lebih efisien) |
| CIR | – | 31,33% | Stabil |
| NIM | – | 14,39% | Meningkat |
| ROA | 0,10% | 3,11% | Naik signifikan |
| ROE | 0,59% | 15,13% | Naik sangat tajam |
Rasio BOPO yang turun menjadi 84,18 persen menunjukkan bahwa BNC semakin efisien dalam mengelola biaya operasional. Sementara itu, ROA dan ROE yang melonjak menunjukkan bahwa bank ini semakin efektif dalam menghasilkan keuntungan dari aset dan modalnya.
4. Modal Inti dan CAR
BNC juga memperkuat posisi permodalannya. Modal inti mencapai Rp4,03 triliun, naik dari Rp3,32 triliun di tahun sebelumnya. Rasio kecukupan modal (CAR) juga melonjak dari 35,30 persen menjadi 49,07 persen. Angka ini jauh di atas ketentuan minimum 8 persen yang ditetapkan Bank Indonesia.
Digitalisasi Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan
Transformasi digital menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan BNC. Bank ini terus mengembangkan layanan transaksi harian, pembiayaan digital, dan solusi pengelolaan keuangan yang mudah diakses melalui aplikasi neobank.
Keamanan data dan keandalan sistem juga menjadi prioritas utama. BNC terus meningkatkan infrastruktur teknologi informasinya agar nasabah bisa menikmati layanan yang aman dan nyaman.
5. Inovasi Layanan Digital
- Pengembangan fitur transaksi harian
- Pembiayaan digital untuk individu dan UMKM
- Solusi pengelolaan keuangan berbasis aplikasi
- Keamanan data dan sistem yang terjaga
Kepercayaan Pasar Meningkat
Seiring dengan penguatan fundamental dan kinerja keuangan yang konsisten, BNC mendapat apresiasi dari pasar modal. Saham BNC (BBYB) resmi menjadi anggota baru Indeks Economic 30, mulai berlaku 2 Maret 2026.
Keanggotaan ini menjadi bukti bahwa pasar mulai mengakui kinerja dan prospek BNC. Bank ini kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu pemain digital di industri perbankan nasional.
Rencana Strategis 2026
Memasuki tahun 2026, BNC akan terus menitikberatkan pada penyaluran kredit berkualitas dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Bank ini juga akan terus memperluas ekosistem keuangan inklusif melalui pengembangan produk dan penambahan mitra.
6. Fokus Utama di 2026
- Peningkatan kualitas penyaluran kredit
- Pengembangan produk digital
- Peningkatan fee based income
- Peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL)
Layanan BNPL direncanakan akan diluncurkan pada pertengahan 2026. Ini menjadi bagian dari strategi BNC dalam memperluas akses pembiayaan yang aman dan terukur bagi nasabah.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi PT Bank Neo Commerce Tbk per 31 Desember 2025. Angka-angka yang ditampilkan dapat berubah seiring dengan perkembangan bisnis dan kondisi makro ekonomi. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.
Artikel ini disusun dengan pendekatan jurnalistik profesional namun tetap mudah dipahami. Setiap bagian dirancang untuk memberikan informasi yang jelas dan terstruktur, khususnya untuk pembaca yang mengakses melalui perangkat mobile.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












