Multifinance

Emiten MDLA Raup Laba 16%, Faktor Apa yang Jadi Penyelamatnya?

Erna Agnesa
×

Emiten MDLA Raup Laba 16%, Faktor Apa yang Jadi Penyelamatnya?

Sebarkan artikel ini
Emiten MDLA Raup Laba 16%, Faktor Apa yang Jadi Penyelamatnya?

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mencatatkan pencapaian positif di tahun buku 2025. Laba bersih emiten ini naik 16 persen secara tahunan, mencapai Rp398,1 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pendapatan yang mencapai Rp14,89 triliun.

Kenaikan laba tersebut menunjukkan bahwa strategi operasional dan distribusi yang dijalankan Perseroan selama ini mulai membuahkan hasil. Dukungan dari portofolio bisnis yang terus diperluas juga menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong kinerja keuangan yang solid.

Pilar Utama Kenaikan Laba MDLA

Peningkatan laba MDLA tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa pilar penting yang menjadi penopang utama kenaikan tersebut. Mulai dari ekspansi portofolio hingga optimalisasi infrastruktur distribusi.

1. Penambahan Delapan Prinsipal Baru

Salah satu langkah strategis yang diambil MDLA adalah memperluas jaringan bisnis melalui penambahan delapan prinsipal baru. Rinciannya terdiri dari dua prinsipal produk obat resep, dua prinsipal consumer health, dan empat prinsipal alat kesehatan.

Langkah ini diambil untuk memperkaya solusi distribusi yang ditawarkan. Dengan semakin banyaknya prinsipal, MDLA bisa menjangkau lebih banyak segmen pasar dan meningkatkan daya saing di industri kesehatan.

2. Pengembangan Infrastruktur Distribusi

MDLA juga fokus memperkuat sistem distribusi. Pada Mei 2025, Perseroan mengakuisisi National Distribution Center (NDC) 1 yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang. Luasnya mencapai 10.000 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan hingga 13.525 pallet.

Fasilitas ini sebelumnya digunakan melalui skema sewa dari perusahaan afiliasi. Namun kini, kepemilikan langsung memberikan kontrol penuh dan efisiensi biaya dalam operasional.

3. Rencana Pengembangan NDC 2

Selain NDC 1, MDLA juga mengakuisisi lahan seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka I. Lokasi ini direncanakan untuk pengembangan NDC 2 milik PT Anugrah Argon Medica.

Rencana pembangunan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas gudang. Dengan begitu, kecepatan dan kualitas layanan kepada pelanggan bisa terus ditingkatkan.

4. Ekspansi ke Wilayah Sumatra

Untuk memperluas jangkauan distribusi, MDLA juga menargetkan selesainya pembangunan warehouse dan kantor cabang di Medan pada akhir 2026. Langkah ini penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis di wilayah timur Indonesia.

Dengan hadirnya fasilitas baru di Sumatra, MDLA bisa lebih cepat merespons kebutuhan pasar lokal dan meningkatkan efisiensi distribusi di kawasan tersebut.

Diversifikasi Bisnis dan Inovasi Digital

MDLA tidak hanya fokus pada distribusi obat. Perseroan juga terus mengembangkan bisnis di berbagai segmen kesehatan, termasuk alat kesehatan dan digital health.

1. Ekspor Alat Kesehatan ke Kamboja dan Timor Leste

Anak usaha MDLA, PT Deca Metric Medica (DMM), mulai memperluas pasar internasional. Pada Agustus 2025, DMM melakukan ekspor produk alat kesehatan ke Kamboja dan Timor Leste.

Langkah ini menunjukkan bahwa produk lokal buatan MDLA sudah memenuhi standar internasional. Ekspor ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap devisa negara.

2. Peluncuran Produk Own Brand di PT Djembatan Dua

PT Djembatan Dua, entitas anak MDLA di bidang pemasaran alat kesehatan, meluncurkan tiga SKU produk baru. Peluncuran ini mendukung pertumbuhan penjualan sebesar 50 persen di segmen alat kesehatan.

Produk-produk ini dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan brand lokal. Dengan menghadirkan produk berkualitas, MDLA bisa bersaing lebih sehat di pasar yang kompetitif.

3. Pertumbuhan Platform GoApotik

Di sektor digital, platform GoApotik mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 32 persen. Jumlah transaksi pelanggan juga naik 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa adopsi digital di sektor kesehatan terus meningkat. GoApotik menjadi salah satu alat bantu penting dalam mendukung akses masyarakat terhadap obat-obatan.

Komitmen ESG dan Penghargaan yang Diraih

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, MDLA juga menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasionalnya. Berbagai program sosial dan lingkungan telah dijalankan sepanjang 2025.

Program Argon Peduli berhasil menjangkau 23.488 penerima manfaat. Kegiatan yang dilakukan antara lain layanan cek kesehatan gratis, pembinaan posyandu, beasiswa pendidikan, dan program pencegahan stunting.

MDLA juga aktif berkolaborasi dengan regulator dalam edukasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.

Di aspek lingkungan, Perseroan telah menerapkan penggunaan kendaraan listrik di 15 cabang di 13 kota. Total ada 106 unit motor listrik yang digunakan untuk operasional distribusi.

Sebagai bentuk pengakuan, MDLA menerima berbagai penghargaan di bidang ESG, inovasi teknologi digital, dan pengembangan sumber daya manusia. Prestasi ini menunjukkan bahwa Perseroan tidak hanya fokus pada profit, tapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat.

Disclaimer

Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi PT Medela Potentia Tbk tahun buku 2025. Angka dan pencapaian bisa berubah seiring dengan perkembangan bisnis dan kondisi pasar. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.

Erna Agnesa
Reporter at anakhiv.id

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.