Multifinance

Emas Dunia Bangkit Lagi, Investor Berebut Beli Logam Mulia Ini!

Nurkasmini Nikmawati
×

Emas Dunia Bangkit Lagi, Investor Berebut Beli Logam Mulia Ini!

Sebarkan artikel ini
Emas Dunia Bangkit Lagi, Investor Berebut Beli Logam Mulia Ini!

Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan di tengah sentimen investor yang masih antusias memborong logam mulia. Meski begitu, kenaikan ini belum cukup untuk menghapus kerugian besar yang terjadi sepanjang Maret 2026. Pergerakan harga emas belakangan ini sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, ekspektasi inflasi, dan kebijakan moneter bank sentral global.

Sentimen pasar sempat tertekan karena konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada lonjakan harga minyak mentah. Namun, harapan akan berakhirnya operasi militer AS di kawasan Selat Hormuz mulai memberi angin segar bagi investor yang mencari aset aman. Emas, sebagai instrumen safe haven, kembali menjadi pilihan utama meski belum sepenuhnya pulih dari tekanan sebelumnya.

Harga Emas Dunia Naik Tipis, Tapi Masih Tertekan Sentimen Inflasi

  1. Harga emas spot naik 3,8 persen menjadi USD4.682,23 per ons pada perdagangan Selasa waktu Chicago (Rabu WIB).
  2. Emas berjangka juga menguat 3,4 persen, mencatatkan level USD4.712,55 per ons.

Meski ada kenaikan, harga emas masih menuju penutupan bulan Maret dengan kerugian hingga 11,3 persen. Ini menjadi penurunan terbesar sejak Oktober 2008. Pergerakan ini mencerminkan dominasi faktor-faktor makroekonomi yang lebih kuat, terutama ekspektasi kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi global.

Faktor yang Mendorong Pemulihan Harga Emas

  1. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump mempertimbangkan penghentian operasi militer di Iran lebih awal.
  2. Investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.

Kabar bahwa AS bisa mengakhiri keterlibatannya secara aktif setelah mencapai tujuan utama—melemahkan kemampuan rudal dan angkatan laut Iran—memberi sedikit optimisme. Namun, penutupan Selat Hormuz masih menjadi ancaman nyata bagi stabilitas energi global. Jalur tersebut menyuplai sekitar 20 persen minyak dunia, dan kelanjutan gangguan di sana tetap memicu kekhawatiran inflasi.

Baca Juga:  Investasi Saham Amerika di Tengah Ketegangan Geopolitik: Peluang atau Risiko bagi Investor?

Pengaruh Kebijakan Bank Sentral terhadap Harga Emas

  1. Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terkendali.
  2. Bank sentral Eropa dan Jepang juga mulai menunjukkan tanda-tanda akan menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga cenderung membuat aset yang tidak menghasilkan bunga—seperti emas—kurang menarik. Investor lebih tertarik pada instrumen berimbang seperti obligasi atau deposito. Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa emas sempat tertekan meski situasi geopolitik mendukung permintaan aset safe haven.

Perbandingan Kinerja Logam Mulia Bulan Maret 2026

Jenis Logam Kenaikan Harian (Selasa) Perubahan Bulanan (Maret 2026)
Emas Spot +3,8% -11,3%
Emas Berjangka +3,4% -11,0% (perkiraan)
Perak Spot +7,1% -19,8%
Platinum Spot +3,2% -18,0%

Dari tabel di atas, terlihat bahwa meski ada kenaikan harian, kinerja bulanan emas dan logam mulia lainnya masih negatif. Perak dan platinum juga mengalami penurunan tajam sepanjang Maret, meski menguat pada perdagangan terakhir pekan.

Harapan dan Risiko di Tengah Ketidakpastian Global

Sentimen pasar saat ini sangat rapuh. Di satu sisi, ada harapan akan berakhirnya konflik Timur Tengah. Di sisi lain, tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga global terus mengintai. Semua ini membuat emas berada di posisi yang sensitif—masih diminati sebagai aset lindung nilai, namun belum sepenuhnya pulih dari tekanan makroekonomi.

Investor yang memborong emas dalam beberapa pekan terakhir mungkin masih merasakan kerugian, terutama jika membeli di awal Maret. Namun, bagi yang melihat jangka panjang, fluktuasi ini bisa menjadi peluang untuk menambah posisi di level yang lebih kompetitif.

Tips untuk Investor Emas di Tengah Volatilitas

  1. Pantau perkembangan geopolitik secara berkala, terutama terkait konflik di Timur Tengah.
  2. Cermati kebijakan suku bunga bank sentral utama, karena berdampak langsung pada daya tarik emas.
  3. Diversifikasi portofolio dengan logam mulia lain seperti perak atau platinum untuk mengurangi risiko.
Baca Juga:  Emas Antam Anjlok Lagi! Simak Daftar Harga Terbarunya yang Bikin Kaget

Investasi emas memang bukan soal timing yang tepat, tapi konsistensi dan pemahaman terhadap tren makroekonomi. Dalam kondisi seperti ini, investor yang sabar dan terinformasi biasanya lebih mampu mengambil keputusan yang tepat.

Disclaimer

Data harga emas dan logam mulia lainnya bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global. Informasi dalam artikel ini hanya sebagai referensi dan bukan merupakan saran investasi finansial. Selalu konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum membuat keputusan investasi.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at anakhiv.id

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.