Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 1 April 2026 dengan kenaikan yang cukup mencolok. Pagi ini, IHSG langsung membukukan gain sebesar 1,89 persen atau naik 133,536 poin, menempati level 7.181,758. Pergerakan ini menunjukkan sentimen positif di pasar modal domestik meski belum lama berlangsung.
Sebanyak 472 saham tercatat mengalami kenaikan, sementara 135 saham mengalami penurunan dan 111 saham lainnya stagnan. Volume transaksi hingga pukul 09.20 WIB mencapai Rp2,623 triliun dengan total saham yang diperdagangkan sebanyak 4,943 miliar lembar. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan pagi ini cukup tinggi dan berpotensi mendorong IHSG lebih jauh ke atas sepanjang sesi.
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan
Sentimen positif dari pasar global, khususnya Wall Street, turut mendorong IHSG pagi ini. Investor tampaknya mulai merespons optimisme global yang muncul usai pergerakan tajam di bursa Amerika Serikat. Namun, tekanan dari kawasan Asia-Pasifik juga tetap terasa, terutama dari sentimen geopolitik yang belum sepenuhnya reda.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk naik. Ia menyebut bahwa support berada di kisaran 6.950 hingga 7.000, sementara resistance berada di level 7.150 hingga 7.300. Artinya, selama IHSG tidak menembus support, peluang penguatan masih terbuka.
1. Pergerakan IHSG Hari Ini
- IHSG dibuka di level 7.149,253
- Naik 133,536 poin atau 1,89% hingga 09.20 WIB
- Mencatatkan level tertinggi di 7.181,758
2. Komposisi Saham Hari Ini
- 472 saham menguat
- 135 saham melemah
- 111 saham stagnan
3. Volume dan Nilai Transaksi
- Volume perdagangan: 4,943 miliar saham
- Nilai transaksi: Rp2,623 triliun
Pengaruh Sentimen Global dan Regional
Pagi ini, pergerakan IHSG tidak berdiri sendiri. Ada beberapa faktor eksternal yang turut memengaruhi arah indeks, terutama dari bursa global dan sentimen geopolitik.
Wall Street yang ditutup pada Selasa, 31 Maret 2026, menunjukkan kenaikan yang signifikan. Indeks Dow Jones naik 2,49%, S&P 500 naik 2,91%, dan Nasdaq melonjak 3,83%. Lonjakan ini dipicu oleh optimisme bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi segera mereda. Investor pun kembali memasuki pasar saham dengan antusias.
Namun, di kawasan Asia-Pasifik, suasana justru berbeda. Sebagian besar indeks utama justru melemah. Investor masih merasa waspada terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam Iran dengan tindakan keras jika tidak ada kesepakatan damai.
4. Pergerakan Indeks Asia-Pasifik
| Indeks | Negara | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Nikkei 225 | Jepang | -1,60% |
| Topix | Jepang | -1,30% |
| Kospi | Korea Selatan | -4,30% |
| Kosdaq | Korea Selatan | -4,90% |
| Hang Seng | Hong Kong | +0,15% |
| ASX 200 | Australia | +0,25% |
| Taiex | Taiwan | -2,45% |
Saham-Saham Paling Diminati dan Dijual Asing
Dalam perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,17 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain BBRI, BRMS, BUMI, BBNI, dan MBMA. Penjualan ini menjadi salah satu tekanan di pasar saham domestik meski tidak terlalu signifikan memengaruhi arah IHSG pagi ini.
Namun, seiring dengan penguatan pagi ini, beberapa saham besar berpotensi menjadi pendorong utama IHSG ke level resistance yang ditetapkan oleh Fanny Suherman. Investor lokal tampaknya mulai mengambil alih peran dari investor asing yang sedang melakukan profit taking.
5. Saham dengan Net Sell Asing Tertinggi
- BBRI
- BRMS
- BUMI
- BBNI
- MBMA
Potensi Penguatan IHSG ke Depan
Dengan kondisi saat ini, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas selama tekanan dari luar tidak semakin meningkat. Namun, investor tetap harus waspada terhadap sentimen geopolitik yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Support terendah berada di level 6.950, dan jika tembus, bisa memicu koreksi lebih dalam. Di sisi lain, resistance kuat berada di kisaran 7.300, yang jika berhasil ditembus, bisa membuka peluang bullish lebih lanjut.
6. Level Penting IHSG Hari Ini
- Support: 6.950 – 7.000
- Resistance: 7.150 – 7.300
- Level saat ini: 7.181
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat real time pada pagi Rabu, 1 April 2026, pukul 09.20 WIB. Angka dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika global dan lokal. Investor disarankan untuk selalu memantau perkembangan terkini sebelum mengambil keputusan investasi.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












