Multifinance

Strategi Jitu Pemerintah Kendalikan Inflasi Menjelang Lebaran agar Harga Tetap Terjangkau!

Popy Lestary
×

Strategi Jitu Pemerintah Kendalikan Inflasi Menjelang Lebaran agar Harga Tetap Terjangkau!

Sebarkan artikel ini
Strategi Jitu Pemerintah Kendalikan Inflasi Menjelang Lebaran agar Harga Tetap Terjangkau!

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Jakarta: Kementerian Keuangan mencatat inflasi periode Maret 2026 sebesar 3,48 persen secara tahunan (yoy), turun dari angka 4,8 persen (yoy) yang tercatat pada Februari. Penurunan ini menjadi salah satu indikator bahwa kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 mulai menunjukkan hasil.

Salah satu faktor yang membantu menjaga stabilitas harga adalah kebijakan diskon transportasi. Badan Pusat Statistik mencatat, tarif angkutan udara mengalami deflasi sebesar 4,01 persen secara bulanan (mtm), dengan kontribusi deflasi terhadap inflasi umum sebesar 0,03 persen. Kelompok transportasi lainnya juga mencatat deflasi, seperti tarif jalan tol, angkutan laut, ASDP, dan kereta api.

Kebijakan Transportasi Dorong Deflasi

Upaya pemerintah dalam mengendalikan biaya transportasi terbukti efektif menekan laju inflasi. Dengan memberikan insentif berupa diskon tarif, masyarakat bisa menghemat pengeluaran, terutama saat mobilitas meningkat jelang Idulfitri.

Beberapa komoditas transportasi mencatat deflasi yang cukup signifikan:

  • Tarif jalan tol: deflasi 0,87 persen
  • Tarif angkutan laut: deflasi 7,45 persen
  • ASDP: deflasi 3,17 persen
  • Kereta api: deflasi 3,18 persen

Meski secara keseluruhan kelompok transportasi mencatat inflasi sebesar 0,41 persen (mtm), angka ini masih jauh lebih rendah dibandingkan deflasi sebelumnya sebesar 0,11 persen (mtm) pada Februari 2026.

Pengendalian Inflasi Pangan dan Volatile Food

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, permintaan terhadap bahan pangan meningkat. Namun, pemerintah berhasil menjaga kenaikan harga tetap terkendali melalui berbagai langkah pengendalian inflasi.

Pangan yang termasuk dalam volatile food (makanan yang fluktuatif) mengalami sedikit perlambatan. Inflasi volatile food turun dari sebelumnya 4,5 persen menjadi 4,2 persen (yoy). Ini menunjukkan bahwa intervensi pasar dan pengawasan distribusi mulai menunjukkan dampak positif.

Baca Juga:  Emas Naik Tajam, Apakah Ini Tanda Awal Kenaikan yang Panjang? Cek Prediksi Terkini!

Beberapa komoditas yang permintaannya meningkat antara lain:

  1. Telur
  2. Daging ayam
  3. Ikan segar
  4. Daging sapi

Meski permintaan tinggi, kenaikan harga tetap terjaga berkat sinergi antar kementerian dan lembaga dalam memastikan pasokan tetap stabil.

Penurunan Harga Emas Turunkan Inflasi Inti

Selain transportasi dan pangan, faktor eksternal juga turut mempengaruhi laju inflasi. Harga emas yang turun membantu menekan inflasi inti dari 2,6 persen (yoy) menjadi 2,5 persen (yoy).

Inflasi inti merupakan indikator penting karena tidak termasuk harga pangan yang volatil. Penurunan angka ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi secara keseluruhan mulai melandai.

Langkah Strategis Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi

Pemerintah terus memantau perkembangan geopolitik global yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Langkah mitigasi dilakukan secara bersama oleh kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga keseimbangan makroekonomi.

Beberapa langkah strategis yang diambil antara lain:

  1. Intervensi harga di pasar tradisional dan modern
  2. Operasi pasar untuk menjaga pasokan bahan pokok
  3. Pengawasan distribusi logistik ke daerah-daerah
  4. Sinergi antar instansi untuk antisipasi gejolak harga

Fundamental eksternal Indonesia tetap dijaga melalui kinerja sektor eksternal yang stabil dan pengelolaan fiskal yang prudent. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Perbandingan Inflasi Bulan Maret 2026 dengan Februari 2026

Komponen Inflasi Maret 2026 (yoy) Februari 2026 (yoy) Perubahan
Inflasi Umum 3,48% 4,80% Turun
Volatile Food 4,20% 4,50% Turun
Inflasi Inti 2,50% 2,60% Turun
Kelompok Transportasi 0,41% (mtm) -0,11% (mtm) Naik

Disclaimer

Data yang disajikan bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan perkembangan ekonomi dan kebijakan yang diambil pemerintah. Angka inflasi bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Keuangan per Maret 2026.

Baca Juga:  Tarif Listrik PLN Turun Drastis, Tambah Daya 2.200 VA Hemat Biaya Berapa?

Penyesuaian kebijakan tetap dilakukan untuk menjawab dinamika ekonomi nasional dan global. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga dan kebijakan terbaru dari pemerintah agar dapat merencanakan pengeluaran dengan lebih baik selama Ramadan dan Idulfitri.

Popy Lestary
Reporter at anakhiv.id

Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.