Harga emas perhiasan kembali mengalami penurunan pada Selasa, 9 Juni 2026. Penurunan ini terjadi seiring dengan fluktuasi harga emas dunia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga The Fed dan penguatan nilai tukar dolar AS.
Di pasar lokal, sejumlah toko emas mencatatkan harga jual emas perhiasan yang lebih murah dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan ini cukup signifikan dan memberikan dampak langsung pada daya beli konsumen, terutama bagi mereka yang berencana membeli atau menjual emas dalam bentuk perhiasan.
Perbandingan Harga Emas Perhiasan di Beberapa Penyedia
Untuk mendapatkan harga terbaik, penting untuk membandingkan harga dari berbagai sumber. Berikut adalah rincian harga emas perhiasan di dua penyedia besar, yaitu Raja Emas dan Lakuemas, per tanggal 9 Juni 2026 pukul 08.58 WIB.
1. Harga Emas di Raja Emas
Raja Emas mencatatkan penurunan harga pada emas 24 karat dengan kadar kemurnian 99,9 persen. Harga emas jenis ini turun sekitar Rp10.000 per gram dari sebelumnya Rp2.460.000 menjadi Rp2.450.000 per gram.
Sementara itu, emas 24 karat dengan kadar kemurnian 99 persen masih stabil di angka Rp2.385.000 per gram. Sedangkan untuk emas ukuran kecil, yaitu 5 karat, harganya tetap di kisaran Rp450.000 per gram.
2. Harga Emas di Lakuemas
Di Lakuemas, penurunan harga tercatat lebih drastis. Emas 24 karat dengan kemurnian 99 persen mengalami penurunan hingga Rp17.000 per gram. Dari sebelumnya dibanderol Rp2.400.000 per gram, kini harga tersebut turun menjadi Rp2.383.000 per gram.
Perbedaan harga antar penyedia ini menunjukkan pentingnya perbandingan sebelum melakukan transaksi. Dengan begitu, pembeli bisa mendapatkan nilai terbaik sesuai dengan anggaran dan kebutuhan mereka.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Penurunan harga emas perhiasan tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor eksternal dan internal yang turut memengaruhi tren harga ini.
1. Kebijakan Suku Bunga The Fed
Kebijakan penyesuaian suku bunga oleh The Federal Reserve berdampak langsung pada harga emas global. Ketika suku bunga naik, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbunga tinggi, sehingga permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven berkurang.
2. Penguatan Dolar AS
Dolar yang menguat juga membuat harga emas dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor global. Ini berimbas pada permintaan emas, termasuk emas perhiasan di pasar domestik.
3. Stabilitas Geopolitik dan Inflasi
Gejolak geopolitik global dan risiko inflasi yang masih menghiasi peta ekonomi dunia juga turut memengaruhi harga logam mulia ini. Investor cenderung waspada dan memilih menahan diri dari pembelian emas jika situasi tidak kondusif.
Tips Membeli Emas Perhiasan di Tengah Fluktuasi Harga
Menghadapi fluktuasi harga yang cukup dinamis, penting untuk memiliki strategi yang tepat agar tidak terjebak harga mahal atau rugi saat menjual.
1. Bandingkan Harga dari Berbagai Penyedia
Sebelum membeli, pastikan untuk membandingkan harga dari beberapa toko emas terpercaya. Perbedaan harga bisa cukup signifikan, terutama antara toko besar dan pedagang lokal.
2. Perhatikan Kadar dan Berat Emas
Emas dengan kadar lebih tinggi umumnya memiliki nilai jual yang lebih baik. Namun, perhiasan dengan kadar rendah bisa lebih murah dan cocok untuk penggunaan sehari-hari.
3. Beli Saat Harga Stabil atau Turun
Membeli emas saat harga sedang turun atau stabil adalah langkah yang bijak. Ini memberikan potensi keuntungan lebih besar jika nanti dijual kembali saat harga naik.
Rekomendasi untuk Investor dan Konsumen
Bagi yang ingin membeli emas sebagai investasi, pilihan emas batangan mungkin lebih menguntungkan karena likuiditasnya yang tinggi. Namun, jika tujuannya untuk dipakai sehari-hari, emas perhiasan tetap menjadi pilihan utama.
Perlu diingat bahwa harga emas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi ekonomi global dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, selalu pantau perkembangan terkini agar tidak ketinggalan informasi.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan dapat berubah kapan saja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat valid pada tanggal 9 Juni 2026 dan hanya untuk tujuan informasi. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi langsung ke sumber terpercaya sebelum melakukan transaksi.
Investasi emas memiliki risiko, termasuk fluktuasi harga yang tidak menentu. Keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi finansial dan tujuan jangka panjang masing-masing individu.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












