Ilustrasi. Foto: Dok MI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif di akhir perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Setelah mengalami koreksi di awal pekan lalu, IHSG mampu bangkit dan menutup di level 8.396,082, naik 124,315 poin atau sekitar 1,50 persen. Penguatan ini terjadi sepanjang sesi perdagangan, sejalan dengan sentimen positif dari pasar global, khususnya Amerika Serikat.
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 8.397 dan terendah 8.327. Volume perdagangan mencapai 49,375 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp24,065 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp15.175,492 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 3.037.393 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 468 saham menguat, 206 saham melemah, dan 142 saham lainnya stagnan.
IHSG Tertekan di Awal Pekan
Sebelum melonjak di akhir perdagangan Senin, IHSG sebenarnya sempat tertekan di awal pekan. Pada Jumat, 20 Februari 2026, indeks ini justru terkoreksi tipis sebesar 0,03 persen ke level 8.271,77. Sentimen negatif dari pasar Asia turut memengaruhi pergerakan IHSG, terutama setelah indeks Hang Seng dan Nikkei mengalami penurunan.
- Indeks Hang Seng turun 1,10 persen.
- Indeks Nikkei turun 1,12 persen.
- Indeks Shanghai juga mengalami koreksi.
Meski begitu, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Investor lokal mulai menunjukkan optimisme seiring dengan rilis data positif dari pasar global, terutama Amerika Serikat.
Sentimen Global Mendorong Penguatan IHSG
Perdagangan Senin pagi dibuka dengan optimisme setelah pasar saham Amerika Serikat menutup menguat pada akhir pekan lalu. Keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif darurat yang diberlakukan oleh mantan Presiden Donald Trump menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar saham AS.
- Indeks Dow Jones naik 0,47 persen.
- Indeks S&P 500 naik 0,69 persen.
- Indeks Nasdaq naik 0,90 persen.
Langkah tersebut dinilai berhasil meredam kekhawatiran investor terkait kenaikan biaya dan potensi inflasi. Dampaknya, investor global mulai kembali memasuki pasar modal, termasuk di pasar saham Indonesia.
Pergerakan Saham Hari Ini
Pada perdagangan Senin, sebanyak 468 saham berhasil menguat. Saham-saham ini tersebar di berbagai sektor, menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak hanya didorong oleh satu atau dua saham besar saja. Sementara itu, 206 saham mengalami penurunan, dan 142 saham lainnya bergerak datar.
Beberapa saham yang menjadi pendorong utama IHSG antara lain saham-saham dari sektor perbankan, pertambangan, dan infrastruktur. Saham-saham ini mendapat perhatian investor karena dinilai memiliki fundamental yang kuat dan prospek jangka panjang yang baik.
Volume Perdagangan dan Kapitalisasi Pasar
Volume perdagangan yang tinggi pada Senin ini menunjukkan bahwa investor aktif kembali memasuki pasar. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 49,375 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp24,065 triliun. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan harian di pekan-pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.175,492 triliun. Angka ini mencerminkan total nilai pasar dari seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Frekuensi transaksi juga cukup tinggi, mencapai 3.037.393 kali, menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup padat sepanjang sesi.
Perbandingan IHSG dengan Indeks Global
Berikut adalah perbandingan pergerakan IHSG dengan beberapa indeks global pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026:
| Indeks | Pergerakan (%) |
|---|---|
| IHSG | -0,03% |
| Dow Jones | +0,47% |
| S&P 500 | +0,69% |
| Nasdaq | +0,90% |
| Hang Seng | -1,10% |
| Nikkei | -1,12% |
| Shanghai | Stagnan |
Data di atas menunjukkan bahwa IHSG sempat tertinggal dari tren global pada akhir pekan lalu. Namun, dengan adanya sentimen positif dari pasar AS, IHSG berhasil menyusul dan bahkan melampaui kenaikan indeks-indeks global tersebut pada perdagangan Senin.
Faktor Pendorong Penguatan IHSG
Penguatan IHSG pada Senin, 23 Februari 2026, tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang turut mendorong pergerakan positif indeks ini.
-
Sentimen Global Positif
Setelah pasar AS menutup menguat, investor lokal kembali optimis. Keputusan Mahkamah Agung AS menjadi salah satu faktor utama yang memicu penguatan pasar global. -
Net Foreign Buy
Pada perdagangan Jumat lalu, investor asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp240,5 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa investor asing mulai kembali membeli saham di pasar Indonesia. -
Penguatan Sektor Perbankan dan Pertambangan
Saham-saham dari sektor perbankan dan pertambangan menjadi pendorong utama IHSG. Saham-saham ini memiliki likuiditas tinggi dan sering menjadi pilihan investor dalam kondisi pasar yang sedang pulih.
Proyeksi IHSG di Pekan Ini
Analisis dari Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG diperkirakan akan terus bergerak menguat di pekan ini. Optimisme investor terhadap kondisi global dan prospek ekonomi domestik menjadi dasar utama prediksi tersebut.
Namun, tetap perlu diingat bahwa pasar modal memiliki volatilitas yang tinggi. Pergerakan IHSG ke depannya masih bisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor makroekonomi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika pasar. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal yang tidak selalu dapat diprediksi secara akurat. Investasi di pasar modal mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan modal. Harap selalu melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












