Multifinance

IHSG Anjlok 115 Poin ke 8.280, Investor Panik?

Bintang Fatih Wibawa
×

IHSG Anjlok 115 Poin ke 8.280, Investor Panik?

Sebarkan artikel ini
IHSG Anjlok 115 Poin ke 8.280, Investor Panik?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Setelah sempat menguat di awal sesi, indeks justru terperosok ke zona merah menjelang penutupan. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih rentan terhadap berbagai tekanan eksternal dan internal.

Secara teknis, IHSG tercatat turun 115,248 poin atau sekitar 1,37 persen, mencatatkan penutupan di level 8.280,833. Pagi harinya, indeks sempat dibuka di angka 8.428,050, namun tidak mampu bertahan di zona hijau. Titik tertinggi yang dicapai hanya di kisaran 8.437, sementara level terendah menyentuh 8.259. Volume perdagangan mencapai 60,687 miliar saham dengan nilai transaksi Rp29,438 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.925,318 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 3.408.527 kali.

Dari sisi penguatan dan pelemahan saham, terdapat 153 saham yang naik, 567 saham yang turun, dan 99 saham lainnya stagnan. Mayoritas saham justru mengalami tekanan jual, menunjukkan bahwa investor masih menunggu sinyal kuat dari sentimen global dan kebijakan domestik.

Pergerakan IHSG Hari Ini

Perdagangan IHSG hari ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi. Meskipun sempat menunjukkan eksistensi penguatan di awal sesi, tekanan dari luar dan dalam negeri akhirnya membawa indeks ke zona negatif.

1. Pembukaan Sesi Pagi

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat tipis ke level 8.428,050. Namun, penguatan ini tidak berlangsung lama. Investor tampaknya masih menahan diri untuk mengambil posisi besar sebelum melihat perkembangan lebih lanjut dari sentimen global dan kebijakan Bank Indonesia.

2. Tekanan di Sesi Siang

Seiring berjalannya waktu, tekanan dari sektor komoditas dan sentimen pasar global mulai terasa. Indeks terus terdorong ke bawah dan mencapai titik terendah di angka 8.259. Banyak saham blue-chip ikut terpuruk, mempercepat laju penurunan IHSG.

Baca Juga:  IHSG Melesat Tajam Tembus 8.396, Investor Antusias!

3. Penutupan di Zona Merah

Menjelang penutupan, IHSG tidak mampu membalikkan keadah. Indeks ditutup di level 8.280,833, turun 115,248 poin atau 1,37 persen dari posisi sebelumnya. Volume transaksi yang tinggi menunjukkan bahwa banyak investor melakukan konsolidasi portofolio atau mengambil langkah antisipatif terhadap risiko yang muncul.

Faktor yang Mempengaruhi Pelemahan IHSG

Pelemahan IHSG tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang turut memengaruhi pergerakan indeks pada perdagangan Selasa ini.

1. Sentimen Global yang Tertekan

Sentimen global masih terasa tertekan akibat kebijakan tarif baru Amerika Serikat. Meski Mahkamah Agung AS telah membatalkan kebijakan tarif Trump, investor tetap waspada terhadap potensi dampak jangka panjang terhadap perdagangan global.

2. Pergerakan Harga Komoditas

Pergerakan harga komoditas juga ikut memengaruhi IHSG. Harga minyak sempat turun seiring meredanya ketegangan AS-Iran, namun kekhawatiran baru terkait tarif AS kembali menekan prospek permintaan. Sementara itu, harga emas naik karena permintaan aset safe-haven meningkat akibat ketegangan geopolitik.

3. Data Domestik yang Kurang Menggembirakan

Bank Indonesia memilih untuk menahan suku bunga acuan, dan rilis data peningkatan uang beredar (M2) memberikan sedikit optimisme. Namun, hal ini belum cukup kuat untuk menahan laju pelemahan IHSG.

Prediksi dan Rekomendasi dari Analis

Sebelum pelemahan ini terjadi, beberapa analis memberikan prediksi yang cukup berbeda. Riset harian dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) memperkirakan bahwa IHSG akan menguat terbatas pada kisaran 8.270 hingga 8.455.

1. Proyeksi Penguatan Terbatas

KISI menyebut bahwa penguatan IHSG akan didukung oleh pembelian saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas. Namun, sentimen global yang belum sepenuhnya pulih menjadi penghambat utama.

2. Peran Kebijakan BI

Kebijakan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga dan meningkatkan likuiditas pasar dianggap sebagai faktor penopang optimisme. Namun, risiko tarif global masih menjadi bayangan yang menghiasi lanskap investasi saat ini.

Baca Juga:  IHSG Melesat Tajam Tembus 8.396, Investor Antusias!

Rekomendasi untuk Investor

Bagi investor yang tengah memantau IHSG, penting untuk tetap waspada terhadap fluktuasi pasar. Meskipun terdapat peluang penguatan jangka pendek, risiko tetap mengintai.

1. Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan

Pergerakan IHSG yang fluktuatif menunjukkan bahwa pasar sedang mencari arah. Investor disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar sebelum melihat sinyal yang lebih jelas.

2. Fokus pada Saham Blue-Chip

Saham-saham blue-chip biasanya lebih stabil di tengah ketidakpastian. Fokus pada saham dengan fundamental kuat bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

3. Pantau Sentimen Global

Sentimen global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi IHSG. Investor perlu terus memantau perkembangan kebijakan luar negeri, khususnya terkait perdagangan dan tarif.

Tabel Pergerakan IHSG Hari Ini

Parameter Nilai
Penutupan IHSG 8.280,833
Poin Turun 115,248
Persentase Penurunan 1,37%
Pembukaan 8.428,050
Tertinggi 8.437
Terendah 8.259
Volume Perdagangan 60,687 miliar
Nilai Transaksi Rp29,438 triliun
Kapitalisasi Pasar Rp14.925,318 triliun
Frekuensi Transaksi 3.408.527 kali

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar. Investor disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi dan melakukan analisis mandiri sebelum membuat keputusan investasi.


Pergerakan IHSG hari ini memang cukup mencerminkan situasi ketidakpastian global. Namun, dengan strategi yang tepat dan pemantauan yang cermat, investor tetap bisa mencari peluang di tengah volatilitas pasar.