Ilustrasi emas batangan. Foto: goldmarket.fr
Harga emas dunia kembali naik di tengah ketegangan politik dan kebijakan perdagangan yang semakin memanas. Lonjakan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan sikap tegas dalam pidato kenegaraannya. Ia mempertahankan kebijakan tarif yang kontroversial dan mengancam akan menaikkan bea masuk hingga 15 persen. Investor pun kembali mencari aset aman, salah satunya emas.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah situasi ketidakpastian global. Pasar keuangan langsung merespons pernyataan Trump yang menyatakan bahwa tarif yang telah diterapkan tidak akan diubah. Bahkan, ia berencana meningkatkan tarifnya sebagai langkah balasan terhadap keputusan Mahkamah Agung AS yang menolak kebijakan perdagangan luas tersebut.
Harga Emas Dunia Naik di Tengah Ketegangan Politik AS
Kenaikan harga emas terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan investor terhadap aset yang dianggap aman. Emas selalu menjadi pilihan utama saat situasi ekonomi atau politik dunia tidak menentu. Pada perdagangan Rabu waktu Chicago (Kamis WIB), harga emas berjangka naik 0,6 persen menjadi USD5.205,80 per ons. Sementara harga emas spot mencatat kenaikan 0,7 persen, mencapai USD5.180,91 per ons.
Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti
Lonjakan ini menunjukkan bahwa investor kembali memandang emas sebagai pelindung nilai. Apalagi, dengan kebijakan Trump yang semakin proteksionis, pasar global semakin waspada. Tarif baru yang diumumkan juga memperkuat spekulasi bahwa konflik perdagangan global akan semakin intens.
Kebijakan Tarif Trump Picu Gelombang Ketidakpastian
-
Trump pertahankan tarif yang telah diterapkan
Dalam pidato kenegaraannya, Trump menyatakan bahwa semua kesepakatan perdagangan sudah final dan tidak akan ada perubahan. Ia juga menegaskan bahwa tarif yang diterapkan adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menggantikan sistem pajak penghasilan modern. -
Kritik terhadap Mahkamah Agung
Trump secara terbuka mengkritik Mahkamah Agung AS yang memutuskan bahwa kebijakan tarif globalnya melanggar hukum. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai intervensi yang tidak seharusnya terjadi dan mengancam akan mengambil langkah hukum lebih lanjut. -
Ancaman kenaikan tarif hingga 15 persen
Setelah pengumuman bahwa tarif 10 persen telah diterapkan, Trump langsung mengancam akan menaikkan tarif menjadi 15 persen. Gedung Putih disebut tengah menyiapkan perintah eksekutif untuk mewujudkan rencana tersebut. -
Dampak pada pasar global
Kebijakan ini langsung memicu volatilitas di pasar saham global. Investor mencari aset yang lebih stabil, dan emas menjadi salah satu pilihannya. Permintaan emas meningkat, terutama dari investor institusional yang melihat logam mulia sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik.
Perbandingan Harga Emas Sebelum dan Sesudah Lonjakan
Berikut adalah rincian harga emas sebelum dan sesudah lonjakan terkini:
| Jenis Emas | Harga Sebelum (USD/ons) | Harga Sesudah (USD/ons) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Emas Berjangka | 5.174,70 | 5.205,80 | 0,6% |
| Emas Spot | 5.144,80 | 5.180,91 | 0,7% |
Harga ini menunjukkan bahwa investor semakin percaya bahwa emas adalah aset yang tahan terhadap goncangan ekonomi. Apalagi, dengan situasi politik di AS yang semakin tidak menentu, permintaan emas diperkirakan akan terus meningkat.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
-
Kebijakan proteksionis Trump
Ancaman kenaikan tarif hingga 15 persen membuat pasar global semakin waspada. Investor langsung mencari instrumen investasi yang aman, dan emas menjadi salah satunya. -
Keputusan Mahkamah Agung AS
Putusan Mahkamah Agung yang menolak tarif global Trump dianggap sebagai pemicu ketidakpastian hukum. Ini membuat investor semakin hati-hati dan memilih aset yang tidak mudah terpengaruh oleh kebijakan pemerintah. -
Permintaan emas sebagai safe haven
Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, emas selalu menjadi pilihan utama. Logam mulia ini tidak terpengaruh langsung oleh kebijakan moneter atau fluktuasi pasar saham. -
Inflasi dan nilai tukar dolar
Meskipun dolar tetap kuat, inflasi global yang terus meningkat membuat investor mencari nilai tukar yang lebih stabil. Emas menjadi alternatif yang menarik karena nilainya cenderung stabil dalam jangka panjang.
Tips Investasi Emas di Tengah Ketidakpastian Global
-
Pantau perkembangan kebijakan perdagangan global
Kebijakan tarif dan perdagangan internasional sangat berpengaruh pada harga emas. Investor sebaiknya selalu mengikuti perkembangan terkini untuk mengambil keputusan yang tepat. -
Pilih bentuk investasi emas yang sesuai
Ada berbagai bentuk investasi emas, seperti emas batangan, emas perhiasan, atau reksa dana emas. Masing-masing memiliki kelebihan dan risiko yang berbeda. -
Gunakan strategi diversifikasi
Jangan menaruh seluruh dana di satu jenis investasi. Emas bisa menjadi bagian dari portofolio yang seimbang, bersama saham, obligasi, dan instrumen lainnya. -
Hindari spekulasi jangka pendek
Emas lebih cocok sebagai investasi jangka panjang. Spekulasi jangka pendek bisa berisiko tinggi karena fluktuasi harga yang tidak menentu.
Pergerakan Harga Emas dalam 1 Tahun Terakhir
| Bulan | Harga Rata-Rata (USD/ons) |
|---|---|
| Maret 2025 | 4.850 |
| Juni 2025 | 5.020 |
| September 2025 | 5.100 |
| Desember 2025 | 5.150 |
| Februari 2026 | 5.180 |
Dari data tersebut, terlihat bahwa harga emas terus mengalami tren kenaikan. Ini menunjukkan bahwa permintaan emas sebagai aset aman terus meningkat seiring dengan ketidakpastian global.
Disclaimer
Harga emas sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kebijakan moneter, geopolitik, dan kondisi ekonomi global. Data yang disajikan bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Investasi emas juga memiliki risiko, dan keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan investasi masing-masing individu.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












