Ilustrasi program makan bergizi gratis sempat jadi sorotan di media sosial. Banyak yang mempertanyakan kualitas menu yang disajikan, terutama soal anggaran bahan baku per porsi. Ada klaim bahwa biaya Rp15.000 per porsi tidak terealisasi secara penuh. Kini, Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara dan memberikan penjelasan resmi soal rincian anggaran tersebut.
Menurut Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, anggaran untuk bahan baku makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang tidak mencapai angka Rp15.000 per porsi secara utuh. Justru, angka itu adalah total dari beberapa komponen biaya, bukan hanya bahan baku.
Rincian Anggaran MBG yang Sebenarnya
Sebenarnya, anggaran bahan baku makanan untuk peserta MBG dibagi berdasarkan kelompok usia dan tingkat pendidikan. Untuk balita hingga kelas 3 SD, anggaran bahan baku hanya sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara untuk kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui, anggarannya naik menjadi Rp10.000 per porsi.
Angka Rp13.000 hingga Rp15.000 yang sering beredar di publik sebenarnya adalah total alokasi dana per porsi, termasuk biaya operasional dan insentif fasilitas. Ini berarti, tidak semua dana dialokasikan untuk bahan makanan saja.
1. Anggaran Bahan Baku Makanan
- Balita hingga kelas 3 SD: Rp8.000 per porsi
- Kelas 4 SD hingga ibu menyusui: Rp10.000 per porsi
2. Biaya Operasional
Selain bahan baku, ada alokasi Rp3.000 per porsi untuk biaya operasional. Dana ini digunakan untuk kebutuhan teknis seperti:
- Pembayaran listrik, gas, air, dan internet
- BBM mobil MBG
- Insentif relawan SPPG, guru PIC, dan kader posyandu
- Iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk relawan lapangan
3. Insentif Fasilitas
Komponen terakhir adalah insentif fasilitas sebesar Rp2.000 per porsi. Dana ini dialokasikan untuk:
- Sewa lahan dan bangunan dapur, gudang, dan mess
- Pembangunan IPAL dan sistem filterisasi air
Dengan asumsi satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani 3.000 penerima manfaat, maka total insentif fasilitas mencapai Rp6 juta per hari.
Penjelasan Teknis dari BGN
Dalam petunjuk teknis terbaru nomor 401.1, BGN menjelaskan bahwa anggaran Rp2.000 per porsi untuk insentif fasilitas merupakan bagian penting dari pelaksanaan program. Tanpa dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai, kualitas pelayanan bisa terganggu.
Nanik juga menegaskan bahwa rincian ini sudah disusun dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran. Tujuannya agar program bisa berjalan berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas pangan.
Klarifikasi soal Kualitas Menu
Meski sudah merinci anggaran, BGN tetap terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Jika ada indikasi bahwa menu yang disajikan tidak sesuai dengan alokasi anggaran, BGN siap melakukan evaluasi.
Menu yang disajikan diharapkan tetap memenuhi standar gizi dan kualitas, meski dalam keterbatasan anggaran. BGN juga terus melakukan pengawasan dan pendampingan teknis agar mitra pelaksana bisa mengelola dana dengan optimal.
Tabel Rincian Alokasi Anggaran MBG per Porsi
| Komponen Biaya | Balita – Kelas 3 SD | Kelas 4 SD – Ibu Menyusui |
|---|---|---|
| Bahan Baku Makanan | Rp8.000 | Rp10.000 |
| Biaya Operasional | Rp3.000 | Rp3.000 |
| Insentif Fasilitas | Rp2.000 | Rp2.000 |
| Total Alokasi | Rp13.000 | Rp15.000 |
Harapan dan Evaluasi ke Depan
Program Makan Bergizi Gratis merupakan upaya penting dalam meningkatkan status gizi anak-anak dan ibu menyusui. Namun, tantangan dalam pengelolaan anggaran dan kualitas menu tetap menjadi perhatian serius.
BGN menyatakan akan terus memperbaiki sistem, termasuk dalam hal transparansi penggunaan dana dan peningkatan kapasitas mitra pelaksana. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga terus diperkuat agar program ini bisa memberikan dampak nyata.
Disclaimer
Anggaran dan rincian biaya yang disebutkan dalam artikel ini berdasarkan informasi resmi dari Badan Gizi Nasional per Februari 2026. Nilai nominal dan komponen biaya bisa berubah seiring dengan kebijakan dan evaluasi lebih lanjut. Data bersifat referensi dan dapat diperbarui sewaktu-waktu oleh pihak terkait.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












