Di antara hamparan sawah hijau dan bukit-bukit yang membentang luas, Desa Manemeng di Sumbawa Barat menawarkan pemandangan yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna dalam konteks ekonomi kerakyatan. Desa ini membuktikan bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi lama yang terlupakan, melainkan fondasi kuat untuk membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui semangat “Marenta Barmak” atau bekerja bersama, masyarakat Desa Manemeng telah menciptakan model ekonomi yang mengandalkan kekuatan lokal. Dari pertanian hingga usaha kecil seperti produksi batu bata dan batako, semua berjalan dengan prinsip kebersamaan dan kolaborasi. Nilai-nilai ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi secara kolektif.
Membangun Ekonomi Desa dari Potensi Lokal
Desa Manemeng adalah contoh nyata bagaimana potensi lokal bisa menjadi tulang punggung ekonomi desa. Mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian, dengan sawah sebagai sumber utama penghidupan. Namun, pertanian di sini tidak hanya dilakukan secara individu. Petani-petani setempat saling membantu dalam proses tanam dan panen, menjaga tradisi gotong royong tetap hidup di tengah modernisasi.
-
Pertanian sebagai Tulang Punggung Ekonomi
- Sebagian besar warga Desa Manemeng bekerja sebagai petani atau buruh tani.
- Tradisi gotong royong digunakan untuk menanam dan memanen padi secara bersama.
-
Pengembangan Usaha Mikro dan Klaster Produksi
- Selain pertanian, warga juga mengembangkan usaha batu bata dan batako.
- Klaster peternakan sapi berkembang melalui kerja sama antarwarga.
Peran BUMDes Sukses Mandiri dalam Penguatan Ekonomi
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukses Mandiri menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan ekonomi Desa Manemeng. Berdiri sejak tahun 2018, BUMDes ini fokus pada pengembangan distribusi dan pemasaran produk pangan desa. Dengan pendekatan yang strategis dan kolaboratif, BUMDes membantu masyarakat memperluas pasar produk mereka.
-
Fokus BUMDes pada Distribusi dan Pemasaran Produk Lokal
- BUMDes Sukses Mandiri memperkuat rantai distribusi produk pertanian desa.
- Program Desa BRILiaN memberikan dampak positif terhadap semangat pengelola BUMDes.
-
Pemanfaatan Platform Digital untuk Pemasaran
- Produksi batu bata dan batako kini dipasarkan melalui platform digital.
- Pemasaran digital membuka akses ke pasar yang lebih luas di luar wilayah desa.
Integrasi Program Desa BRILiaN dalam Ekosistem Ekonomi Desa
Program Desa BRILiaN dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi katalisator dalam transformasi ekonomi Desa Manemeng. Program ini tidak hanya menyediakan akses ke layanan keuangan digital, tetapi juga membantu masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih profesional.
-
Peningkatan Akses Layanan Keuangan Digital
- Warga mulai menggunakan BRImo sebagai alat transaksi digital.
- Beberapa warga menjadi agen BRILink, memperluas akses layanan keuangan di desa.
-
Pembiayaan dan Dukungan KUR untuk Pengembangan Usaha
- Kelompok usaha mendapat dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
- Pembiayaan ini digunakan untuk pengembangan usaha peternakan dan produksi lokal.
Strategi BRI dalam Mendorong Ekonomi Desa
Corporate Secretary BRI menyatakan bahwa Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat ekonomi desa melalui pendekatan terintegrasi. Program ini selaras dengan visi pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi dari desa.
Hingga kini, Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia. Pendekatan yang digunakan mencakup penguatan kelembagaan desa, akses pembiayaan, dan integrasi ekosistem usaha yang saling mendukung.
| Aspek Program | Penjelasan |
|---|---|
| Penguatan Kelembagaan | Meningkatkan kapasitas BUMDes dan lembaga desa lainnya |
| Akses Pembiayaan | Penyaluran KUR dan layanan keuangan digital |
| Integrasi Ekosistem Usaha | Sinergi antara pelaku usaha, BUMDes, dan BRI |
Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Ekonomi Desa
Meskipun Desa Manemeng telah menunjukkan perkembangan yang positif, tantangan tetap ada. Infrastruktur yang terbatas dan keterampilan digital yang masih rendah di kalangan warga menjadi hambatan utama. Namun, dengan dukungan program seperti Desa BRILiaN, peluang untuk terus berkembang sangat terbuka.
-
Peningkatan Literasi Keuangan dan Digital
- Program pelatihan digital dan keuangan mulai diperkenalkan.
- Warga didorong untuk memanfaatkan layanan digital secara maksimal.
-
Pengembangan Infrastruktur dan Akses Pasar
- Infrastruktur jalan dan transportasi perlu ditingkatkan untuk mendukung distribusi.
- Akses pasar yang lebih luas bisa dicapai melalui e-commerce dan platform digital.
Kesimpulan: Mewujudkan Desa Mandiri Berbasis Ekonomi Kerakyatan
Desa Manemeng membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan dan dukungan program yang tepat, desa bisa menjadi pusat ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Nilai gotong royong yang dihidupkan kembali melalui berbagai aktivitas ekonomi menjadi modal sosial yang kuat.
Program Desa BRILiaN dari BRI berperan sebagai penopang dalam memperkuat ekosistem ini. Dengan menggabungkan prinsip lokal dan teknologi modern, Desa Manemeng menjadi contoh nyata bagaimana desa bisa tumbuh dan berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat aktual hingga tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan kebijakan dan kondisi di lapangan.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












