Multifinance

Investor Borong Emas, Harga Naik Tipis di Tengah Antusiasme Spektakuler!

Popy Lestary
×

Investor Borong Emas, Harga Naik Tipis di Tengah Antusiasme Spektakuler!

Sebarkan artikel ini
Investor Borong Emas, Harga Naik Tipis di Tengah Antusiasme Spektakuler!

Harga emas dunia sedikit menguat di tengah situasi ketidakpastian global. Lonjakan aksi beli investor yang memanfaatkan harga lebih rendah jadi salah satu faktor yang mendorong logam mulia ini naik tipis. Meski begitu, emas tetap menuju ke arah penurunan bulanan terbesar dalam dua dekade terakhir.

Pergerakan ini terjadi seiring dengan sedikit meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga di AS. Investor tampaknya mulai mengurangi taruhan pada kenaikan suku bunga, yang membuat emas terlihat sedikit lebih menarik. Namun, daya tariknya masih terbatas selama lingkungan suku bunga tinggi masih berlangsung.

Dinamika Harga Emas Dunia

Perdagangan Senin waktu Chicago (Selasa WIB) menunjukkan kenaikan kecil pada harga emas spot. Angka terkini menunjukkan kenaikan 0,2 persen, membawa harga ke level USD4.503,29 per ons. Harga emas berjangka juga mengalami kenaikan serupa, naik 0,2 persen menjadi USD4.532,51 per ons.

Sebelumnya, harga sempat terperosok hingga ke level USD4.000 per ons, sebelum membaik kembali menjelang akhir pekan. Namun, secara keseluruhan, emas masih mengalami penurunan lebih dari 14 persen dalam satu bulan terakhir.

Perbandingan Harga Logam Mulia Lainnya

Logam Mulia Kenaikan (%) Harga Terkini (USD/ons)
Emas Spot 0,2% 4.503,29
Perak Spot 0,3% 69,9725
Platinum 0,5% 1.896,15

Lonjakan harga platinum yang lebih besar menunjukkan bahwa investor mungkin lebih optimis terhadap logam ini dibandingkan emas dalam jangka pendek. Sementara perak, meski naik, tetap berada di posisi yang lebih stabil dibandingkan logam lainnya.

Faktor-Faktor yang Mendorong Pemulihan Emas

Pemulihan harga emas dari level terendah pekan lalu terlihat lebih bersifat teknis. Banyak analis mencatat bahwa momentum bearish mulai menunjukkan tanda-tanda pelambatan. Indikator teknis seperti indeks kekuatan relatif (RSI) menunjukkan bahwa emas telah keluar dari area oversold.

  1. Koreksi Teknis Pasar: Setelah turun tajam sejak konflik Iran mulai memanas di akhir Februari, emas mengalami koreksi teknis. Investor yang sebelumnya menjual mulai kembali membeli di level harga yang lebih rendah.

  2. Perubahan Ekspektasi Suku Bunga: Taruhan bahwa bank sentral AS akan menahan kenaikan suku bunga tahun ini mulai melambat. Ini memberikan sedikit ruang bagi emas untuk pulih, karena logam ini tidak memberikan bunga.

Namun, analis dari OCBC memperingatkan bahwa pemulihan ini belum tentu berkelanjutan. Mereka mencatat beberapa level resistensi kunci yang harus ditembus agar tren bullish bisa bertahan.

Level Resistensi Emas

Level Resistensi Harga (USD/ons)
Resistensi 1 4.624
Resistensi 2 4.670
Resistensi 3 4.850

Jika harga emas tidak berhasil menembus level-level ini dan bertahan di atasnya, maka kemungkinan besar logam mulia ini akan kembali mengalami tekanan jual. Dalam skenario seperti ini, emas mungkin akan terus diperdagangkan dalam tren yang lebih lemah.

Pengaruh Kebijakan Moneter dan Inflasi

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, baru-baru ini menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi tampaknya terkendali dengan baik. Ia menekankan bahwa lonjakan harga minyak belum tentu berdampak jangka panjang pada inflasi secara keseluruhan.

Pernyataan Powell ini memengaruhi ekspektasi pasar. Alat prediksi CME FedWatch menunjukkan bahwa peluang penurunan suku bunga tahun ini kini menjadi lebih kecil. Meskipun begitu, ekspektasi kenaikan suku bunga juga mulai sedikit mereda.

Powell menambahkan bahwa kebijakan moneter saat ini sedang berada dalam sikap "wait and see". Ini berarti bank sentral masih mengamati dampak dari lonjakan harga energi terhadap ekonomi secara keseluruhan sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Ketegangan Geopolitik dan Dampaknya pada Emas

Situasi ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi sorotan pasar. Serangan oleh kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan bersekutu dengan Iran ke Israel akhir pekan lalu memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

  1. Ancaman Eskalasi: Houthi memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah, yang bisa membuka front baru dalam konflik regional. Ini menambah ketidakpastian bagi pasar global.

  2. Fokus Pasar: Investor tetap waspada terhadap perkembangan lebih lanjut. Meski emas biasanya dianggap sebagai safe haven, kenaikan suku bunga dan ekspektasi inflasi yang terkendali membuat daya tariknya terbatas.

Kesimpulan

Harga emas naik tipis di tengah aksi beli investor yang melihat peluang di level harga yang lebih rendah. Namun, pemulihan ini masih rapuh dan tergantung pada sejumlah faktor besar seperti kebijakan moneter, ekspektasi inflasi, dan ketegangan geopolitik global.

Investor perlu terus memantau level resistensi penting untuk mengetahui apakah tren bullish bisa bertahan. Jika tidak, emas mungkin akan kembali menghadapi tekanan jual dalam jangka pendek.

Disclaimer: Data harga dan kondisi pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter, serta situasi geopolitik. Informasi dalam artikel ini hanya untuk referensi dan bukan sebagai saran investasi.

Popy Lestary
Reporter at anakhiv.id

Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.