Pergerakan indeks saham di awal pekan ini terlihat cukup lesu. IHSG yang dibuka pada Jumat, 27 Februari 2026, langsung mencatatkan penurunan ke level 8.211,305. Dalam hitungan menit pertama, tekanan jual terus meningkat, dan sampai pukul 09.46 WIB, indeks sudah terperosok 42,561 poin atau sekitar 0,52 persen.
Situasi ini diiringi dengan dominasi saham yang melemah. Dari total saham yang aktif diperdagangkan, sebanyak 395 emiten mencatatkan penurunan harga. Hanya 197 saham yang naik, dan 150 lainnya stagnan. Volume transaksi pun terus meningkat, mencapai Rp6,958 triliun dengan total saham yang berpindah tangan sebanyak 16,07 miliar lembar.
Potensi Rebound atau Koreksi Lebih Dalam?
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan bahwa IHSG tengah menguji area support di kisaran 8.200. Kalau level ini mampu bertahan, ada kemungkinan terjadi rebound teknikal terbatas dalam jangka pendek. Namun, jika harga tembus ke bawah 8.200, maka koreksi bisa berlanjut hingga ke level 8.050.
Support kuat diperkirakan berada di antara 8.126 hingga 8.200. Sementara resistance atau tekanan jual kembali bisa muncul di kisaran 8.280 hingga 8.320. Investor pun perlu waspada, terutama mengingat net sell asing yang tercatat kemarin mencapai Rp409 miliar. Saham seperti BBCA, INKP, BBNI, ANTM, dan EXCL jadi incaran asing untuk dijual.
Sentimen Global dan Regional
Di pasar global, Wall Street sempat menunjukkan performa yang tidak konsisten. Indeks S&P 500 turun 0,54 persen, Nasdaq Composite bahkan anjlok 1,18 persen. Hanya Dow Jones yang naik tipis 0,03 persen. Sentimen ini dipicu oleh laporan keuangan dari Nvidia dan Salesforce yang dinilai tidak cukup kuat untuk mengerek pasar secara keseluruhan.
Namun, di kawasan Asia-Pasifik, suasana sedikit lebih cerah. Saham Jepang seperti Nikkei 225 naik 0,29 persen, dan Topix melonjak 0,97 persen. Korea Selatan dan Australia juga mencatatkan kenaikan masing-masing 0,52 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong justru melemah 1,4 persen, dan pasar China serta Taiwan juga terlihat lesu.
Saham Pilihan untuk Trading Akhir Pekan
Meski situasi terlihat tidak terlalu bersahabat, tetap ada peluang. Beberapa saham menarik bisa menjadi pilihan trading untuk akhir pekan ini. Saham-saham ini dipilih berdasarkan pola teknikal dan potensi cuan tipis namun konsisten. Berikut daftarnya:
1. MBMA
Saham ini menawarkan peluang buy on weakness. Area beli yang ideal ada di antara Rp750 hingga Rp785. Jika harga turun di bawah Rp740, sebaiknya cutloss. Target jangka pendeknya berada di kisaran Rp840 hingga Rp875.
2. MDKA
MDKA juga layak untuk diperhatikan. Area beli yang aman ada di antara Rp3.560 hingga Rp3.600. Cutloss di bawah Rp3.540. Target harga dekatnya berada di Rp3.670 hingga Rp3.740.
3. BIPI
Untuk BIPI, strategi yang bisa diambil adalah buy on weakness di kisaran Rp290 hingga Rp310. Jika harga turun di bawah Rp284, segera cutloss. Target jangka pendeknya ada di antara Rp322 hingga Rp342.
4. NCKL
NCKL menawarkan potensi naik di area Rp1.400 hingga Rp1.430. Cutloss jika harga turun di bawah Rp1.390. Target harga berada di kisaran Rp1.475 hingga Rp1.525.
5. HUMI
HUMI masuk sebagai pilihan spekulatif. Area beli ideal ada di antara Rp230 hingga Rp232. Cutloss di bawah Rp226. Target dekatnya di kisaran Rp242 hingga Rp250.
6. BUMI
Terakhir, BUMI juga bisa menjadi pilihan. Area beli yang aman ada di antara Rp254 hingga Rp258. Cutloss jika harga turun di bawah Rp250. Target harga berada di kisaran Rp262 hingga Rp264.
Tabel Rekomendasi Saham
| Kode Saham | Strategi | Area Beli | Cutloss | Target Harga |
|---|---|---|---|---|
| MBMA | Buy on Weakness | Rp750 – Rp785 | < Rp740 | Rp840 – Rp875 |
| MDKA | Buy on Weakness | Rp3.560 – Rp3.600 | < Rp3.540 | Rp3.670 – Rp3.740 |
| BIPI | Buy on Weakness | Rp290 – Rp310 | < Rp284 | Rp322 – Rp342 |
| NCKL | Buy on Weakness | Rp1.400 – Rp1.430 | < Rp1.390 | Rp1.475 – Rp1.525 |
| HUMI | Spec Buy | Rp230 – Rp232 | < Rp226 | Rp242 – Rp250 |
| BUMI | Buy on Weakness | Rp254 – Rp258 | < Rp250 | Rp262 – Rp264 |
Disclaimer
Data dan rekomendasi di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Keputusan investasi sebaiknya selalu didasarkan pada analisis mandiri dan pertimbangan risiko masing-masing investor. Pasar saham memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian modal.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












