Menjelang Lebaran 2026, isu paling hangat di kalangan mitra pengemudi ojek online adalah soal nominal BHR atau Bonus Hari Raya. Banyak yang penasaran, berapa sebenarnya uang yang bakal cair buat para ojol tahun ini. Pasalnya, BHR jadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah kepada para pekerja informal yang berkontribusi besar dalam ekosistem digital dan ekonomi gotong royong.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali mengalokasikan anggaran BHR untuk pengemudi ojol. Ini menunjukkan bahwa peran ojek online semakin diakui, terutama di tengah lonjakan aktivitas mudik dan pergerakan masyarakat menjelang Idul Fitri.
Besaran BHR Ojol 2026
Pemerintah telah mengumumkan bahwa sekitar 850.000 mitra pengemudi ojol akan menerima BHR tahun ini. Angka ini naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencakup 400.000 pengemudi. Lonjakan jumlah penerima ini menunjukkan semakin luasnya jaring pengakuan terhadap kontribusi para driver.
Dari sisi anggaran, total dana yang disiapkan untuk BHR ojol tahun ini mencapai Rp220 miliar. Bandingkan dengan tahun lalu yang hanya sekitar Rp105 miliar hingga Rp110 miliar. Artinya, pemerintah serius memberikan apresiasi yang lebih nyata buat para pekerja lapangan ini.
1. Perhitungan Estimasi BHR per Pengemudi
Dengan total anggaran Rp220 miliar dan jumlah penerima sebanyak 850.000 orang, maka estimasi BHR per pengemudi bisa dihitung dengan membagi anggaran total dengan jumlah penerima.
Rp220.000.000.000 ÷ 850.000 = Rp258.823
Jadi, rata-rata BHR yang bakal diterima tiap pengemudi ojol adalah sekitar Rp258.823.
Tapi tentu saja ini nilai rata-rata. Ada kemungkinan BHR tidak merata, tergantung dari berbagai faktor seperti jam kerja, wilayah operasional, dan platform yang digunakan.
2. Faktor yang Mempengaruhi Besaran BHR
Tidak semua pengemudi akan menerima jumlah yang sama. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi besar kecilnya BHR yang diterima:
- Aktivitas operasional: Semakin aktif pengemudi dalam sebulan menjelang Lebaran, semakin besar kemungkinan mendapat alokasi BHR yang tinggi.
- Platform mitra: Beberapa platform mungkin menyalurkan BHR melalui skema internal, sehingga nominal bisa berbeda.
- Wilayah operasional: Pengemudi di daerah dengan mobilitas tinggi seperti Jabodetabek, Surabaya, atau Medan mungkin mendapat alokasi lebih besar.
Kapan BHR Ojol 2026 Cair?
Pencairan BHR biasanya dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tahun ini, pemerintah berkomitmen untuk menyalurkan BHR sebelum Lebaran. Meski belum ada tanggal pasti, diperkirakan pencairan akan dilakukan dalam pekan terakhir April atau awal Mei 2026.
3. Tahapan Penyaluran BHR
Proses penyaluran BHR ojol dilakukan melalui beberapa tahap agar lebih terstruktur dan tepat sasaran:
- Verifikasi data mitra
Data pengemudi dikumpulkan dari berbagai platform digital transportasi dan pengiriman. - Penyaringan penerima
Hanya pengemudi aktif dan memenuhi kriteria tertentu yang akan masuk daftar penerima. - Penyaluran melalui rekening atau e-wallet
BHR akan ditransfer langsung ke rekening atau akun dompet digital masing-masing pengemudi.
Perbandingan BHR Ojol Tahun-Tahun Sebelumnya
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah perbandingan BHR ojol dari tahun ke tahun:
| Tahun | Jumlah Penerima | Total Anggaran | BHR per Orang (Estimasi) |
|---|---|---|---|
| 2024 | 400.000 | Rp105 – 110 miliar | Rp262.500 – Rp275.000 |
| 2025 | 650.000 | Rp180 miliar | Rp276.923 |
| 2026 | 850.000 | Rp220 miliar | Rp258.823 |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa meski jumlah penerima terus meningkat, BHR per orang sedikit mengalami penurunan. Ini wajar karena prioritas utama adalah memperluas manfaat, bukan meningkatkan nilai per kapita.
Tips Agar BHR Ojol Tidak Terlewat
Bagi pengemudi yang ingin memastikan diri masuk daftar penerima BHR, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Aktif beroperasi minimal 20 hari dalam sebulan sebelum Lebaran
- Pastikan data keaktifan dan rekening/e-wallet sudah lengkap dan valid
- Gunakan platform resmi yang bekerja sama dengan pemerintah
4. Syarat Penerima BHR Ojol 2026
Tidak semua pengemudi otomatis mendapat BHR. Ada syarat yang harus dipenuhi agar bisa masuk daftar penerima:
- Status aktif sebagai mitra di platform resmi
- Minimal memiliki 20 kali transaksi aktif dalam sebulan sebelum Lebaran
- Data diri dan rekening/e-wallet harus sudah terverifikasi
Disclaimer
Nominal dan jadwal penyaluran BHR ojol 2026 bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah. Artikel ini dibuat berdasarkan informasi resmi hingga April 2026. Untuk informasi terbaru, selalu pantau pengumuman resmi dari Kemenko Perekonomian atau platform mitra masing-masing.
Dengan adanya BHR ini, diharapkan para pengemudi ojol bisa merasakan apresiasi yang lebih nyata menjelang Hari Raya Idul Fitri. Semoga bermanfaat dan selamat menerima.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












