Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pelemahan di awal perdagangan Jumat, 13 Maret 2026. Pasar saham Indonesia langsung merespons dinamika global yang sedang tidak bersahabat, terutama terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pagi itu, IHSG dibuka di level 7.338,824, sebelum akhirnya turun lebih dalam menjadi 7.298,847.
Penurunan ini tercatat sebesar 63,270 poin atau sekitar 0,86 persen. Pergerakan IHSG hari ini berada dalam kisaran antara level tertinggi 7.350 dan terendah 7.283. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 147 emiten yang mengalami kenaikan harga. Jauh lebih banyak saham lainnya, yaitu 430 emiten, justru melemah. Sementara itu, 128 saham lainnya stagnan atau tidak bergerak signifikan.
Kondisi Pasar Saham Hari Ini
Transaksi di pasar modal pagi ini mencatat total nilai sebesar Rp1,942 triliun. Jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 5,081 miliar lembar. Dengan data tersebut, kapitalisasi pasar saat ini berada di angka Rp13.027,970 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meski aktivitas perdagangan cukup tinggi, arah pergerakan indeks tetap tertekan ke bawah.
1. Pergerakan IHSG Hari Ini
- IHSG dibuka di level: 7.338,824
- Pukul 09.23 WIB: 7.298,847
- Penurunan: 63,270 poin (0,86%)
- Level tertinggi: 7.350
- Level terendah: 7.283
2. Distribusi Pergerakan Saham
- Saham menguat: 147 emiten
- Saham melemah: 430 emiten
- Saham stagnan: 128 emiten
3. Data Transaksi dan Kapitalisasi
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Total transaksi | Rp1,942 triliun |
| Volume saham diperdagangkan | 5,081 miliar lembar |
| Kapitalisasi pasar | Rp13.027,970 triliun |
Faktor yang Memicu Pelemahan IHSG
Pelemahan IHSG pagi ini tidak terlepas dari situasi global yang sedang memanas. Investor kembali waspada terhadap risiko geopolitik, terutama di kawasan Teluk Persia. Ketidakpastian ini memicu lonjakan harga komoditas energi, khususnya minyak mentah Brent yang kini mendekati level USD100 per barel.
4. Pengaruh Sentimen Global
Indeks saham Amerika Serikat pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, juga mengalami tekanan. Ketiga indeks utama—S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones—semuanya ditutup negatif. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
5. Lonjakan Harga Minyak Mentah
Harga minyak mentah Brent naik tajam, dipicu oleh pernyataan keras dari pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei. Ia menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sebagai bentuk tekanan terhadap negara-negara pesaing. Kenaikan harga energi global ini berpotensi memicu inflasi dan meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor.
Proyeksi IHSG Hari Ini
Menurut analis dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), IHSG hari ini diproyeksikan akan kembali melemah. Investor disarankan untuk tetap waspada dan menghindari posisi terlalu agresif di tengah ketidakpastian ini.
6. Level Support IHSG
- Support utama: 7.280
- Harga minyak Brent: Naik hingga 10 persen pagi ini
- Likuiditas pasar domestik: Relatif rendah
7. Data IHSG Kemarin
- Penurunan: 0,37%
- Total transaksi: Rp11,7 triliun
- Tren pasar: Cenderung negatif dengan volatilitas rendah
Rekomendasi untuk Investor
Di tengah situasi seperti ini, penting untuk tidak terjebak emosi. Pasar yang volatil sering kali memicu keputusan impulsif yang berujung pada kerugian. Investor jangka pendek mungkin bisa memanfaatkan fluktuasi ini untuk mencari peluang, tetapi tetap dengan risiko terukur.
Tips Menjaga Portofolio di Tengah Volatilitas
- Jangan terlalu cepat jual saham hanya karena pergerakan jangka pendek
- Pantau sentimen global, terutama terkait geopolitik dan harga komoditas
- Diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko sektor tertentu
- Gunakan level support dan resistance sebagai acuan teknis
Penutup
Pergerakan IHSG pagi ini mencerminkan situasi global yang sedang tidak stabil. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak mentah menjadi pemicu utama pelemahan pasar saham. Investor disarankan untuk tetap tenang, waspada, dan mengambil keputusan berdasarkan data serta analisis yang matang.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi terkini dan pertimbangan risiko masing-masing investor.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












