Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta kembali mengalami penyesuaian. Mulai 1 Maret 2026, operator seperti Shell, BP, dan Vivo secara kompak menaikkan harga sejumlah jenis BBM. Lonjakan ini mencerminkan dinamika harga energi global dan kebijakan distribusi di dalam negeri. Bagi pengguna kendaraan, kenaikan ini tentu berdampak langsung pada biaya operasional harian.
Meski demikian, perubahan harga ini bukanlah hal yang mengejutkan. Dalam beberapa bulan terakhir, tren kenaikan harga BBM sudah terlihat cukup konsisten. Namun, tetap saja, lonjakan di awal Maret ini cukup signifikan dan perlu diwaspadai, terutama oleh pengguna kendaraan pribadi maupun komersial.
Harga BBM Shell Naik, Stok Masih Terbatas
Shell, salah satu operator BBM swasta terbesar di Indonesia, mencatat kenaikan harga untuk sejumlah produk unggulannya. Perubahan ini berlaku mulai 1 Maret 2026. Meski mengalami penyesuaian harga, Shell masih menghadapi kendala kelangkaan stok di sejumlah SPBU.
1. Shell Super Naik Jadi Rp12.390 per Liter
Shell Super yang sebelumnya dihargai Rp12.050 per liter kini menjadi Rp12.390 per liter. Kenaikan ini cukup signifikan, yaitu sekitar Rp340 per liter. Meski begitu, penyesuaian ini masih sejalan dengan tren kenaikan harga BBM secara umum di pasar swasta.
2. Shell V-Power Diesel Naik Jadi Rp14.620 per Liter
Untuk segmen diesel, Shell V-Power Diesel juga mengalami lonjakan harga. Dari sebelumnya Rp13.600 per liter, kini harga resminya menjadi Rp14.620 per liter. Ini adalah kenaikan sebesar Rp1.020 per liter, salah satu yang tertinggi di kelas diesel.
Namun, Shell belum memperbarui harga untuk Shell V-Power (RON 95) dan Shell V-Power Nitro+. Hal ini diduga karena masih terbatasnya pasokan di lapangan. Pengguna yang biasa memakai produk ini mungkin perlu bersabar atau mencari alternatif sementara waktu.
BP Ikut Menyesuaikan Harga BBM
Setelah Shell, BP juga melakukan penyesuaian harga BBM di SPBU-nya. Operator ini memperbarui daftar harga resmi mulai 1 Maret 2026. Seperti Shell, kenaikan ini juga mencakup segmen bensin dan diesel.
1. BP 92 Naik Jadi Rp12.390 per Liter
BP 92, yang merupakan produk unggulan di segmen RON 92, mengalami kenaikan dari Rp12.050 menjadi Rp12.390 per liter. Ini berarti penambahan biaya sebesar Rp340 per liter. Kenaikan ini sejalan dengan Shell Super, menunjukkan adanya keselarasan harga di pasar swasta.
2. BP Ultimate Naik Jadi Rp12.920 per Liter
BP Ultimate, yang ditujukan untuk kendaraan berperforma tinggi, kini dihargai Rp12.920 per liter. Sebelumnya, harga resminya Rp12.500 per liter. Kenaikan ini mencapai Rp420 per liter, cukup signifikan bagi pengguna yang sensitif terhadap biaya bahan bakar.
3. BP Ultimate Diesel Naik Jadi Rp14.620 per Liter
Di segmen diesel, BP Ultimate Diesel juga mengalami kenaikan dari Rp13.600 menjadi Rp14.620 per liter. Ini adalah penyesuaian yang sama dengan Shell V-Power Diesel, menunjukkan bahwa operator swasta mulai menyelaraskan harga di segmen premium.
Vivo Masih Hadapi Kendala Stok Revvo 90
Vivo, operator BBM swasta lainnya, juga melakukan penyesuaian harga mulai 1 Maret 2026. Namun, berbeda dengan Shell dan BP, Vivo masih mengalami kekosongan stok untuk jenis Revvo 90. Meski begitu, produk lainnya tetap mengalami kenaikan harga.
1. Revvo 92 Naik Jadi Rp12.390 per Liter
Revvo 92, yang merupakan produk andalan di segmen RON 92, kini dihargai Rp12.390 per liter. Sebelumnya, harga resminya Rp12.050 per liter. Ini adalah kenaikan sebesar Rp340 per liter, sejalan dengan produk sekelas di operator lain.
2. Revvo 95 Naik Jadi Rp12.930 per Liter
Untuk segmen RON 95, Revvo 95 mengalami kenaikan dari Rp12.500 menjadi Rp12.930 per liter. Ini adalah penambahan biaya sebesar Rp430 per liter. Meski tidak sebesar diesel, kenaikan ini tetap berdampak pada pengguna kendaraan berperforma tinggi.
3. Diesel Primus Plus Naik Jadi Rp14.610 per Liter
Di kelas diesel, Diesel Primus Plus mengalami kenaikan dari Rp13.600 menjadi Rp14.610 per liter. Kenaikan ini mencapai Rp1.010 per liter, hampir menyamai kenaikan Shell dan BP di segmen yang sama.
Perbandingan Harga BBM Swasta per 1 Maret 2026
Berikut adalah tabel perbandingan harga BBM dari Shell, BP, dan Vivo per 1 Maret 2026:
| Jenis BBM | Shell | BP | Vivo |
|---|---|---|---|
| Shell Super / BP 92 / Revvo 92 | Rp12.390/L | Rp12.390/L | Rp12.390/L |
| Shell V-Power / BP Ultimate / Revvo 95 | – | Rp12.920/L | Rp12.930/L |
| Shell V-Power Diesel / BP Ultimate Diesel / Primus Plus | Rp14.620/L | Rp14.620/L | Rp14.610/L |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa harga BBM di operator swasta mulai menyatu di beberapa segmen. Ini menunjukkan adanya keselarasan harga akibat faktor eksternal seperti fluktuasi harga minyak mentah global dan kebijakan pemerintah.
Dampak Kenaikan Harga BBM bagi Pengguna Kendaraan
Kenaikan harga BBM secara langsung berdampak pada biaya operasional kendaraan. Bagi pengguna kendaraan pribadi, peningkatan tarif bisa terasa ringan. Namun, bagi pengguna kendaraan komersial seperti taksi, ojek online, atau truk angkutan, dampaknya bisa cukup besar.
Selain itu, kenaikan ini juga bisa mendorong masyarakat untuk beralih ke alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik atau transportasi umum. Namun, transisi ini tentu membutuhkan waktu dan infrastruktur yang memadai.
Disclaimer
Harga BBM bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada faktor eksternal seperti harga minyak global, kebijakan pemerintah, dan kondisi pasar. Informasi dalam artikel ini berlaku per 1 Maret 2026 dan dapat berbeda dengan harga aktual di lapangan. Selalu pastikan untuk memeriksa harga terbaru di SPBU terdekat sebelum melakukan pengisian bahan bakar.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












