Jelang Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026, isu pencairan THR ojol kembali menjadi sorotan. Banyak pengemudi ojek online mulai mencari tahu kapan dana tersebut bakal cair. Pasalnya, THR bukan cuma soal angka di rekening, tapi juga dorongan ekstra semangat menjelang lebaran.
Pemerintah sendiri sudah memberikan lampu hijau soal penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) untuk mitra pengemudi ojek online. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi lanjutan menjelang Idulfitri.
Jadwal Pencairan THR Ojol 2026
Pencairan THR ojol 2026 sudah masuk dalam agenda pemerintah. Meski begitu, jadwal resminya belum dirilis secara detail. Namun, dari pengumuman awal, beberapa titik penting sudah terlihat. Pemerintah berkomitmen untuk menyalurkan BHR sebelum hari raya tiba, agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh para penerima.
1. Pengumuman Resmi dari Pemerintah
Pada awal Maret 2026, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan rencana penyaluran BHR untuk pengemudi ojek online. Pengumuman ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius memberikan perhatian pada mitra aplikator transportasi daring.
2. Koordinasi dengan Aplikator Transportasi
Pemerintah tidak sendirian dalam menyalurkan BHR. Ada kerja sama erat dengan sejumlah aplikator besar seperti Gojek, Grab, dan lainnya. Koordinasi ini penting agar penyaluran bisa tepat sasaran dan tepat waktu.
3. Penyaluran Dilakukan Sebelum Idulfitri
Pemerintah menargetkan pencairan BHR ojol dilakukan sebelum pelaksanaan Idulfitri 1447 H. Ini dilakukan agar para pengemudi bisa merayakan hari raya dengan lebih tenang dan bahagia.
Besaran THR Ojol 2026
Tahun ini, pemerintah menganggarkan dana BHR untuk ojol sebesar Rp220 miliar. Jumlah ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan anggaran ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi menjelang lebaran.
1. Jumlah Penerima THR
Total penerima BHR ojol tahun ini mencapai sekitar 850 ribu mitra pengemudi. Angka ini mencakup berbagai platform transportasi daring yang bekerja sama dengan pemerintah.
2. Rincian Dana THR per Pengemudi
Dengan total anggaran Rp220 miliar dan jumlah penerima sebanyak 850 ribu orang, maka rata-rata BHR yang diterima tiap pengemudi adalah sekitar Rp259.000. Tentu angka ini bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing aplikator.
Perbandingan THR Ojol Tahun 2024 – 2026
Untuk melihat seberapa besar peningkatan THR ojol tahun ini, berikut tabel perbandingannya:
| Tahun | Anggaran THR | Jumlah Penerima | Rata-rata THR per Pengemudi |
|---|---|---|---|
| 2024 | Rp100 miliar | 500.000 | Rp200.000 |
| 2025 | Rp150 miliar | 650.000 | Rp231.000 |
| 2026 | Rp220 miliar | 850.000 | Rp259.000 |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa baik jumlah penerima maupun rata-rata THR mengalami peningkatan setiap tahun. Ini menunjukkan bahwa pemerintah semakin serius dalam mendukung kesejahteraan mitra ojek online.
Syarat dan Kriteria Penerima THR Ojol 2026
Tidak semua pengemudi ojek online otomatis berhak menerima THR. Ada beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi agar bisa menjadi penerima BHR tahun ini.
1. Terdaftar sebagai Mitra Aplikator
Pertama, pengemudi harus terdaftar sebagai mitra resmi aplikator transportasi yang bekerja sama dengan pemerintah. Ini termasuk Gojek, Grab, dan platform lainnya yang terlibat dalam program ini.
2. Aktif dalam Rentang Waktu Tertentu
Kedua, pengemudi harus aktif beroperasi selama periode tertentu menjelang Idulfitri. Periode ini biasanya ditentukan oleh masing-masing aplikator sesuai dengan arahan pemerintah.
3. Memenuhi Target Performa
Beberapa aplikator juga menerapkan kriteria performa. Misalnya, jumlah order minimum atau rating pengguna selama periode tertentu. Ini untuk memastikan bahwa THR diberikan kepada pengemudi yang benar-benar aktif dan berkontribusi.
Cara Cek Status THR Ojol 2026
Bagi pengemudi yang ingin tahu apakah dirinya termasuk penerima THR, beberapa langkah berikut bisa dicoba.
1. Cek Notifikasi Aplikator
Biasanya, aplikator akan mengirimkan notifikasi langsung ke aplikasi pengemudi jika ia termasuk penerima THR. Notifikasi ini bisa berupa pesan pop-up atau email dari sistem.
2. Hubungi Call Center Aplikator
Jika belum menerima notifikasi, pengemudi bisa langsung menghubungi layanan bantuan aplikator. Biasanya, informasi tentang THR akan disampaikan melalui saluran resmi seperti situs web atau media sosial.
3. Pantau Update Resmi dari Pemerintah
Selain dari aplikator, informasi THR juga bisa didapat dari situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atau Kementerian Sekretariat Negara.
Disclaimer
Informasi THR ojol 2026 ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah atau aplikator. Jumlah penerima, besaran THR, serta jadwal pencairan bisa mengalami penyesuaian tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Disarankan untuk selalu memantau update resmi dari sumber terpercaya agar tidak ketinggalan informasi terbaru.
Penutup
THR ojol 2026 memang belum memiliki jadwal pencairan resmi yang detail, tapi arah kebijakannya sudah jelas. Pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung kesejahteraan para mitra pengemudi ojek online menjelang Idulfitri. Bagi pengemudi, penting untuk terus memantau perkembangan melalui aplikator masing-masing dan sumber resmi pemerintah. Semoga THR ini bisa menjadi tambahan semangat dan manfaat menjelang hari kemenangan.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












