Program pelatihan otomotif kembali digelar di Lapas Kelas IIB Sleman, kali ini dengan dukungan penuh dari PT Pertamina Lubricants. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari komitmen Pertamina dalam memberikan bekal kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tujuannya jelas: agar para mantan narapidana punya keterampilan yang bisa diandalkan saat kembali ke masyarakat.
Bantuan alat bengkel dan pelatihan praktis diserahkan langsung oleh pihak Pertamina, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli dari SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, yang bertindak sebagai instruktur lapangan. Harapannya, pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tapi juga pengalaman langsung dalam dunia otomotif.
Pelatihan Otomotif untuk WBP: Langkah Nyata Menuju Kemandirian
1. Penyerahan Alat Bengkel dari Pertamina
Langkah awal dalam program ini adalah penyerahan bantuan alat bengkel dari Pertamina Lubricants ke Lapas Sleman. Alat-alat ini akan menjadi sarana utama dalam pelatihan teknis yang akan diikuti oleh para WBP. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan proses pembelajaran bisa lebih optimal dan aplikatif.
2. Pelatihan Teori dan Praktik Otomotif
Setelah alat bengkel tersedia, tahap selanjutnya adalah pelatihan yang dikemas dalam dua bagian: teori dan praktik. Peserta diajak memahami dasar-dasar otomotif, mulai dari fungsi komponen kendaraan hingga cara perawatannya. Materi juga mencakup jenis-jenis pelumas dan penggunaannya yang tepat untuk berbagai jenis kendaraan.
3. Sesi Praktik Langsung dengan Instruktur Ahli
Bagian yang paling ditunggu adalah praktik langsung. Di sinilah para peserta belajar langsung mengoperasikan alat bengkel, mulai dari kunci inggris hingga mesin diagnostic. Instruktur dari SMK Muhammadiyah 1 Moyudan memberikan bimbingan secara intensif, memastikan setiap peserta memahami cara kerja yang aman dan efisien.
Dampak dan Manfaat Pelatihan bagi WBP
1. Keterampilan yang Bisa Diterapkan Langsung
Salah satu nilai tambah dari pelatihan ini adalah relevansinya dengan dunia kerja. WBP tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung mencoba dan memahami alat-alat yang digunakan di bengkel-bengkel umum. Ini menjadi modal penting saat mereka mencari pekerjaan setelah bebas.
2. Meningkatnya Kepercayaan Diri
Dengan menguasai keterampilan teknis, para peserta merasa lebih siap menghadapi tantangan pasca-pemasyarakatan. Pelatihan ini bukan hanya soal otomotif, tapi juga soal pembentukan karakter dan rasa percaya diri yang lebih tinggi.
Kolaborasi yang Mendukung Program
1. Peran PT Pertamina Lubricants
Pertamina Lubricants tidak hanya menyediakan alat, tapi juga ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pelatihan. Perusahaan menunjukkan komitmen nyata dalam program TJSL dengan melibatkan tim ahli dan menyediakan materi pelatihan yang berkualitas.
2. Dukungan dari SMK Muhammadiyah 1 Moyudan
Keahlian teknis dari SMK Muhammadiyah 1 Moyudan menjadi andalan dalam pelatihan praktis. Tenaga pengajar dari sekolah ini membawa pengalaman langsung dari dunia industri, membuat pelatihan lebih relevan dan aplikatif.
3. Keterlibatan Pihak Lapas Sleman
Lapas Sleman memainkan peran penting sebagai fasilitator. Mereka tidak hanya menyediakan ruang dan waktu, tapi juga memastikan peserta yang terlibat benar-benar siap dan serius mengikuti pelatihan. Kepala Seksi Bimbingan turut memantau perkembangan program secara langsung.
Rincian Peserta dan Program
Program ini diikuti oleh 10 orang WBP, terdiri dari peserta program lanjutan dan peserta baru dalam program Enduro Sahabat Lapas. Peserta dipilih berdasarkan minat dan kesiapan mental untuk mengikuti pelatihan secara serius. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan usia, namun sama-sama memiliki tujuan: belajar keterampilan yang bisa diandalkan.
Jadwal Pelatihan dan Kegiatan
| Hari | Kegiatan | Waktu |
|---|---|---|
| Senin | Penyerahan alat bengkel | 09.00 – 10.00 |
| Selasa | Pelatihan teori otomotif | 09.00 – 12.00 |
| Rabu | Pelatihan teori pelumas | 09.00 – 12.00 |
| Kamis | Praktik penggunaan alat bengkel | 09.00 – 15.00 |
| Jumat | Evaluasi dan penutupan | 10.00 – 12.00 |
Harapan ke Depan
Program ini diharapkan bisa menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan lembaga pemasyarakatan. Dengan pelatihan yang terus berkelanjutan, semakin banyak WBP yang punya bekal nyata saat kembali ke masyarakat. Ini bukan hanya soal keterampilan teknis, tapi juga tentang membuka peluang baru bagi kehidupan yang lebih baik.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pihak terkait. Pelaksanaan program dan jadwal kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan peserta.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












