Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Setiap tahun menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat untuk mudik terus meningkat. Tidak hanya soal reuni dengan keluarga, mudik juga menjadi tradisi yang mengakar kuat di masyarakat Indonesia. Tapi di tengah antusiasme tinggi itu, tantangan seperti kemacetan, harga tiket yang mahal, dan keterbatasan akses transportasi tetap jadi PR besar. Untungnya, ada sejumlah BUMN yang terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan ini, salah satunya IDSurvey Group.
Melalui Program Mudik Bersama BUMN 2026, IDSurvey Group kembali berperan aktif dengan menyalurkan bantuan transportasi gratis bagi masyarakat. Tahun ini, mereka menargetkan 1.400 peserta mudik yang akan diberangkatkan ke 10 kota tujuan di berbagai wilayah Indonesia. Bukan cuma angka yang mengesankan, tapi ini juga bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial.
Program Mudik Bersama BUMN 2026: Solusi Mudik yang Lebih Terjangkau
Program Mudik Bersama BUMN adalah inisiatif kolaboratif dari sejumlah BUMN yang bertujuan memberikan alternatif perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau. Tahun ini, program ini menargetkan lebih dari 100 ribu pemudik nasional. Dengan dukungan berbagai moda transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal laut, masyarakat bisa lebih leluasa memilih rute yang sesuai.
Yang menarik, tahun ini hadir inovasi baru berupa integrasi data antara BUMN dan Kementerian Perhubungan. Integrasi ini menggunakan satu data NIK untuk mencegah pendaftaran ganda dan meningkatkan akurasi peserta. Artinya, program ini tidak hanya efisien tapi juga lebih transparan dan tepat sasaran.
1. Target Peserta Mudik dari IDSurvey Group
IDSurvey Group menargetkan 1.400 peserta mudik yang tersebar dari berbagai kalangan. Peserta tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tapi juga dari lingkungan operasional perusahaan serta frontliners IDSurvey. Termasuk di dalamnya petugas keamanan, resepsionis, kebersihan, hingga pengemudi.
Ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya untuk masyarakat biasa, tapi juga memberikan apresiasi kepada karyawan lapangan yang berkontribusi langsung dalam operasional sehari-hari. Sebuah bentuk penghargaan yang sangat bermakna.
2. Armada yang Digunakan untuk Mudik
Untuk memastikan kelancaran perjalanan, IDSurvey Group menyediakan 22 armada bus. Selain itu, ada juga layanan kereta api yang melayani rute tertentu. Dengan kombinasi ini, peserta bisa memilih moda transportasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka.
Armada bus ini akan melayani 10 kota tujuan, yaitu:
- Semarang
- Yogyakarta (via selatan)
- Yogyakarta (via Pantura)
- Wonogiri
- Solo/Surakarta
- Surabaya
- Malang
- Lampung
- Palembang
- Padang
Sementara untuk moda kereta api, layanan hanya tersedia untuk rute Jakarta–Surabaya.
3. Jadwal Keberangkatan Peserta Mudik
Penjadwalan keberangkatan dirancang agar tidak bentrok dan bisa disesuaikan dengan moda transportasi yang digunakan. Untuk peserta yang menggunakan kereta api, keberangkatan dimulai pada 16 Maret 2026 dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Sementara untuk peserta yang menggunakan bus, keberangkatan akan dilakukan sehari setelahnya, yaitu pada 17 Maret 2026. Titik keberangkatan bus tersebar di tiga lokasi utama:
- Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta
- Kantor pusat entitas IDSurvey Group
- Lokasi operasional lainnya
Dengan penjadwalan yang terstruktur, diharapkan arus mudik bisa lebih terkendali dan nyaman bagi semua peserta.
4. Sinergi Antar-Entitas IDSurvey Group
Program Mudik Bersama ini tidak hanya digerakkan oleh satu entitas saja. IDSurvey Group melibatkan tiga anak usahanya, yaitu:
- PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)
- PT Sucofindo
- PT Surveyor Indonesia
Kolaborasi ini memperkuat kapasitas dan cakupan program. Dengan sinergi antar-entitas, tidak hanya efisiensi yang didapat, tapi juga dampak sosial yang lebih luas. Benny Susanto, Direktur Utama BKI, menyebut bahwa program ini adalah bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
5. Fokus pada Kesejahteraan dan Efisiensi
Program ini bukan sekadar bantuan transportasi. Ini adalah bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan memberikan akses mudik yang terjangkau, IDSurvey Group turut mendukung kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Selain itu, penggunaan satu data NIK juga membantu pemerintah dalam mengelola distribusi peserta secara lebih efisien. Ini adalah langkah konkret untuk mengurangi pemborosan dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke sasaran.
Tabel: Rincian Tujuan dan Moda Transportasi
| No | Kota Tujuan | Moda Transportasi |
|---|---|---|
| 1 | Semarang | Bus |
| 2 | Yogyakarta (via selatan) | Bus |
| 3 | Yogyakarta (via Pantura) | Bus |
| 4 | Wonogiri | Bus |
| 5 | Solo/Surakarta | Bus |
| 6 | Surabaya | Bus, Kereta Api |
| 7 | Malang | Bus |
| 8 | Lampung | Bus |
| 9 | Palembang | Bus |
| 10 | Padang | Bus |
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026. Jadwal, jumlah peserta, dan rute tujuan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan penyelenggara dan kondisi lapangan. Peserta disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari penyelenggara sebelum keberangkatan.
Kesimpulan
Program Mudik Bersama BUMN 2026 yang diinisiasi oleh IDSurvey Group adalah wujud nyata kolaborasi antar-BUMN dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan menyasar lebih dari 1.400 peserta dan menyediakan armada yang memadai, program ini tidak hanya membantu masyarakat dalam mudik, tapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang humanis dan terintegrasi, IDSurvey Group kembali menunjukkan bahwa BUMN bisa menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Mudik jadi lebih mudah, nyaman, dan bermakna.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












