Kain bukan sekadar bahan pelapis tubuh. Di balik setiap helai kain, terutama batik tulis dan tenun Baduy, tersimpan nilai budaya yang dalam. Cerita, tradisi, dan identitas generasi leluhur masih hidup dalam setiap motif dan warna. Di sinilah letak keunikan yang terus dijaga oleh Pekatan Batik, sebuah brand yang berkomitmen melestarikan warisan wastra Nusantara tanpa kehilangan relevansi di era modern.
Berdiri sejak akhir tahun 2019 di Depok, Jawa Barat, Pekatan Batik lahir dari kecintaan Ifti terhadap kain tradisional. Bersama suaminya yang memiliki visi serupa, mereka mulai mengoleksi berbagai jenis kain khas Nusantara. Pandemi sempat membuat usaha ini vakum, tapi bukan berarti berhenti. Dari situ, Pekatan Batik bangkit lewat penjualan daring dan mulai berkembang menjadi lebih dari sekadar usaha. Ia menjadi wadah untuk menjaga agar warisan budaya tetap bernafas dan digunakan di kehidupan sehari-hari.
Menghidupkan Kembali Warisan Lewat Desain Modern
Pekatan Batik tidak sekadar menjual kain. Brand ini menghadirkan busana siap pakai yang menggabungkan batik tulis, tenun Baduy, dan lurik ATBM dengan sentuhan desain kontemporer. Hasilnya? Koleksi yang tetap mempertahankan nilai budaya, namun tetap nyaman dan stylish untuk berbagai kesempatan.
-
Menggabungkan tradisi dan modernitas
Pekatan Batik merancang koleksi yang tidak hanya cocok untuk acara formal, tapi juga bisa dipakai sehari-hari. Dengan pendekatan desain yang segar, brand ini ingin menghilangkan stigma bahwa batik hanya cocok untuk orang tua atau acara tertentu. -
Produksi berkelanjutan dan ramah lingkungan
Dalam proses produksinya, Pekatan Batik memaksimalkan penggunaan bahan. Sisa potongan kain tidak dibuang begitu saja, tapi diolah kembali menjadi produk baru. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi limbah, tapi juga menjadikan setiap koleksi eksklusif dan terbatas.
Menjangkau Pasar Lokal hingga Internasional
Koleksi Pekatan Batik tidak hanya dikenal di pasar lokal. Produknya telah menembus pasar internasional, termasuk Korea dan beberapa negara Eropa. Bahkan, banyak instansi pemerintah dan perusahaan swasta yang menggunakan produk Pekatan sebagai suvenir dalam agenda internasional.
-
Meningkatkan daya saing melalui pameran dan pelatihan
Pekatan Batik aktif mengikuti berbagai pameran, termasuk expo UMKM yang diselenggarakan oleh BRI. Di sinilah brand ini tidak hanya memperluas pasar, tapi juga belajar langsung dari praktisi industri. -
Belajar tata kelola bisnis di Rumah BUMN BRI
Pada tahun 2024, Ifti bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta. Di sini, ia mengikuti berbagai pelatihan mulai dari desain, fashion, hingga pengelolaan keuangan. Meski tidak memiliki latar belakang desain, ia berhasil menyerap ilmu dan menerapkannya dalam pengembangan produk.
Peran BRI dalam Pemberdayaan UMKM Kreatif
Rumah BUMN BRI bukan sekadar tempat usaha. Ini adalah ekosistem kolaboratif yang membantu pelaku usaha mikro meningkatkan kapasitas dan daya saing. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen BRI dalam mendorong ekonomi inklusif.
-
Membuka akses pelatihan dan jaringan pasar
Hingga saat ini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menggelar lebih dari 18.218 pelatihan untuk pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dari pelatihan desain hingga business matching, para pelaku usaha kecil bisa belajar langsung dari praktisi dan memperluas jaringan bisnis mereka. -
Menjadi wadah kolaborasi dan inovasi
Rumah BUMN BRI tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga menjadi ruang bagi para pengusaha untuk saling berkolaborasi. Dari sinilah lahir inovasi-inovasi baru yang menjadikan produk lokal tetap relevan di pasar global.
Tantangan dan Peluang dalam Melestarikan Wastra Nusantara
Melestarikan kain tradisional bukan perkara mudah. Di tengah arus globalisasi dan tren fast fashion, menjaga eksistensi batik tulis dan tenun Baduy membutuhkan strategi yang tepat. Namun, dengan pendekatan desain yang modern dan dukungan dari pihak seperti BRI, Pekatan Batik membuktikan bahwa warisan budaya bisa tetap hidup dan diminati.
-
Mengedepankan kualitas dan keunikan
Setiap produk Pekatan Batik dibuat dengan teliti, menggunakan bahan berkualitas tinggi dan proses produksi yang ramah lingkungan. Hal ini tidak hanya menarik konsumen lokal, tapi juga pasar internasional yang semakin peduli terhadap keberlanjutan. -
Membangun kesadaran generasi muda
Dengan desain yang relevan untuk generasi milenial dan Gen Z, Pekatan Batik berhasil menarik minat kalangan muda untuk mengenakan dan menghargai kain tradisional. Ini adalah langkah penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya.
Tabel: Perbandingan Produk Pekatan Batik
| Jenis Produk | Bahan Utama | Desain | Target Pasar |
|---|---|---|---|
| Koleksi Formal | Batik tulis | Elegan & klasik | Pasar premium |
| Koleksi Kasual | Tenun Baduy | Modern & santai | Pasar menengah |
| Koleksi Eksklusif | Lurik ATBM | Limited edition | Kolektor & luar negeri |
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan usaha dan kebijakan pihak terkait. Data dan angka yang disebutkan merupakan hasil dari observasi dan sumber terpercaya per Mei 2025.
Pekatan Batik bukan sekadar brand fashion. Ia adalah perwujudan dari semangat untuk menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah derasnya arus globalisasi. Dengan desain yang modern, produksi yang ramah lingkungan, dan dukungan dari Rumah BUMN BRI, brand ini terus membuktikan bahwa batik dan tenun bukan hanya untuk masa lalu, tapi juga untuk masa depan.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












