Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Setelah sempat menguat di awal sesi, indeks justru terperosok ke zona merah menjelang penutupan. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih rentan terhadap berbagai tekanan eksternal dan internal.
Secara teknis, IHSG tercatat turun 115,248 poin atau sekitar 1,37 persen, mencatatkan penutupan di level 8.280,833. Pagi harinya, indeks sempat dibuka di angka 8.428,050, namun tidak mampu bertahan di zona hijau. Titik tertinggi yang dicapai hanya di kisaran 8.437, sementara level terendah menyentuh 8.259. Volume perdagangan mencapai 60,687 miliar saham dengan nilai transaksi Rp29,438 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.925,318 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 3.408.527 kali.
Dari sisi penguatan dan pelemahan saham, terdapat 153 saham yang naik, 567 saham yang turun, dan 99 saham lainnya stagnan. Mayoritas saham justru mengalami tekanan jual, menunjukkan bahwa investor masih menunggu sinyal kuat dari sentimen global dan kebijakan domestik.
Pergerakan IHSG Hari Ini
Perdagangan IHSG hari ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi. Meskipun sempat menunjukkan eksistensi penguatan di awal sesi, tekanan dari luar dan dalam negeri akhirnya membawa indeks ke zona negatif.
1. Pembukaan Sesi Pagi
Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat tipis ke level 8.428,050. Namun, penguatan ini tidak berlangsung lama. Investor tampaknya masih menahan diri untuk mengambil posisi besar sebelum melihat perkembangan lebih lanjut dari sentimen global dan kebijakan Bank Indonesia.
2. Tekanan di Sesi Siang
Seiring berjalannya waktu, tekanan dari sektor komoditas dan sentimen pasar global mulai terasa. Indeks terus terdorong ke bawah dan mencapai titik terendah di angka 8.259. Banyak saham blue-chip ikut terpuruk, mempercepat laju penurunan IHSG.
3. Penutupan di Zona Merah
Menjelang penutupan, IHSG tidak mampu membalikkan keadah. Indeks ditutup di level 8.280,833, turun 115,248 poin atau 1,37 persen dari posisi sebelumnya. Volume transaksi yang tinggi menunjukkan bahwa banyak investor melakukan konsolidasi portofolio atau mengambil langkah antisipatif terhadap risiko yang muncul.
Faktor yang Mempengaruhi Pelemahan IHSG
Pelemahan IHSG tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang turut memengaruhi pergerakan indeks pada perdagangan Selasa ini.
1. Sentimen Global yang Tertekan
Sentimen global masih terasa tertekan akibat kebijakan tarif baru Amerika Serikat. Meski Mahkamah Agung AS telah membatalkan kebijakan tarif Trump, investor tetap waspada terhadap potensi dampak jangka panjang terhadap perdagangan global.
2. Pergerakan Harga Komoditas
Pergerakan harga komoditas juga ikut memengaruhi IHSG. Harga minyak sempat turun seiring meredanya ketegangan AS-Iran, namun kekhawatiran baru terkait tarif AS kembali menekan prospek permintaan. Sementara itu, harga emas naik karena permintaan aset safe-haven meningkat akibat ketegangan geopolitik.
3. Data Domestik yang Kurang Menggembirakan
Bank Indonesia memilih untuk menahan suku bunga acuan, dan rilis data peningkatan uang beredar (M2) memberikan sedikit optimisme. Namun, hal ini belum cukup kuat untuk menahan laju pelemahan IHSG.
Prediksi dan Rekomendasi dari Analis
Sebelum pelemahan ini terjadi, beberapa analis memberikan prediksi yang cukup berbeda. Riset harian dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) memperkirakan bahwa IHSG akan menguat terbatas pada kisaran 8.270 hingga 8.455.
1. Proyeksi Penguatan Terbatas
KISI menyebut bahwa penguatan IHSG akan didukung oleh pembelian saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas. Namun, sentimen global yang belum sepenuhnya pulih menjadi penghambat utama.
2. Peran Kebijakan BI
Kebijakan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga dan meningkatkan likuiditas pasar dianggap sebagai faktor penopang optimisme. Namun, risiko tarif global masih menjadi bayangan yang menghiasi lanskap investasi saat ini.
Rekomendasi untuk Investor
Bagi investor yang tengah memantau IHSG, penting untuk tetap waspada terhadap fluktuasi pasar. Meskipun terdapat peluang penguatan jangka pendek, risiko tetap mengintai.
1. Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
Pergerakan IHSG yang fluktuatif menunjukkan bahwa pasar sedang mencari arah. Investor disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan besar sebelum melihat sinyal yang lebih jelas.
2. Fokus pada Saham Blue-Chip
Saham-saham blue-chip biasanya lebih stabil di tengah ketidakpastian. Fokus pada saham dengan fundamental kuat bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
3. Pantau Sentimen Global
Sentimen global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi IHSG. Investor perlu terus memantau perkembangan kebijakan luar negeri, khususnya terkait perdagangan dan tarif.
Tabel Pergerakan IHSG Hari Ini
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 8.280,833 |
| Poin Turun | 115,248 |
| Persentase Penurunan | 1,37% |
| Pembukaan | 8.428,050 |
| Tertinggi | 8.437 |
| Terendah | 8.259 |
| Volume Perdagangan | 60,687 miliar |
| Nilai Transaksi | Rp29,438 triliun |
| Kapitalisasi Pasar | Rp14.925,318 triliun |
| Frekuensi Transaksi | 3.408.527 kali |
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar. Investor disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi dan melakukan analisis mandiri sebelum membuat keputusan investasi.
Pergerakan IHSG hari ini memang cukup mencerminkan situasi ketidakpastian global. Namun, dengan strategi yang tepat dan pemantauan yang cermat, investor tetap bisa mencari peluang di tengah volatilitas pasar.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












