Harga emas dunia kembali mengalami fluktuasi pada Kamis, 19 Februari 2026, berada di kisaran USD 4.980 per ounce. Pergerakan ini terjadi seiring dengan ketidakpastian yang melanda pasar keuangan global. Investor tengah menanti arah kebijakan moneter Amerika Serikat setelah risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) mengungkap adanya perbedaan pendapat di internal The Fed.
Beberapa pejabat The Fed mendukung jeda penurunan suku bunga demi memantau inflasi. Sementara yang lain masih mempertimbangkan kenaikan jika tekanan harga belum kunjung mereda. Situasi ini menciptakan suasana hati hati di pasar, di mana setiap pernyataan dari pejabat bank sentral bisa langsung memengaruhi arah harga aset berisiko, termasuk emas.
Sentimen Pasar dan Faktor Pendorong Harga Emas
Sentimen investor saat ini sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara data ekonomi dan ketegangan geopolitik. Di tengah ketidakpastian ini, emas tetap menjadi aset pilihan karena sifatnya yang dianggap aman di masa-masa volatil.
1. Data Ekonomi AS Menjadi Fokus Utama
Investor saat ini menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) dan Personal Consumption Expenditure (PCE) Amerika Serikat. Kedua indikator ini menjadi acuan penting untuk menilai kondisi ekonomi dan tekanan inflasi. Hasilnya akan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga di masa depan.
2. Pengaruh Libur Imlek terhadap Likuiditas Pasar
Libur panjang Imlek di China sempat menyedot sebagian likuiditas pasar. Banyak investor menahan diri dari aktivitas transaksi selama periode ini. Kini, dengan kembali normalnya perdagangan, permintaan emas mulai bangkit kembali, meski belum mencapai level sebelum libur panjang.
3. Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Laporan tentang kemungkinan langkah militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kembali memicu ketegangan. Iran menjadi sorotan karena potensi eskalasi yang bisa memicu gangguan pasokan energi dan komoditas. Situasi ini mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas.
Dinamika Harga Emas Perhiasan di Pasar Domestik
Harga emas perhiasan di pasar lokal tidak hanya dipengaruhi oleh harga global. Faktor lokal seperti nilai tukar rupiah, kebijakan bank sentral, dan permintaan konsumen juga turut berperan. Dua pedagang besar, Raja Emas dan Laku Emas, mencatat pergerakan harga yang cukup sejalan, meski ada selisih kecil karena strategi penjualan masing-masing.
1. Harga Emas di Raja Emas
Berikut adalah daftar harga emas perhiasan di Raja Emas per Kamis, 19 Februari 2026:
| Jenis Emas | Harga per Gram (Rp) |
|---|---|
| Emas 24 Karat | 1.250.000 |
| Emas 22 Karat | 1.150.000 |
| Emas 18 Karat | 950.000 |
| Emas 14 Karat | 750.000 |
2. Harga Emas di Laku Emas
Sementara itu, Laku Emas mencatat harga sedikit lebih tinggi, mungkin karena lokasi atau strategi pemasaran yang berbeda:
| Jenis Emas | Harga per Gram (Rp) |
|---|---|
| Emas 24 Karat | 1.260.000 |
| Emas 22 Karat | 1.160.000 |
| Emas 18 Karat | 960.000 |
| Emas 14 Karat | 760.000 |
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Harga emas perhiasan tidak hanya ditentukan oleh harga logam mulia global. Ada beberapa faktor lokal yang turut memengaruhi pergerakannya.
1. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Kekuatan rupiah terhadap dolar sangat memengaruhi harga emas yang diimpor. Jika rupiah melemah, maka harga emas cenderung naik, dan sebaliknya.
2. Permintaan Pasar Lokal
Permintaan emas di pasar lokal biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan atau perayaan budaya. Saat ini, menjelang musim belanja akhir tahun, permintaan mulai menunjukkan peningkatan.
3. Kebijakan Bank Sentral
Bank Indonesia dan bank sentral lainnya juga berperan dalam menentukan harga emas. Pembelian emas sebagai bagian dari cadangan devisa bisa meningkatkan permintaan global dan berdampak pada harga lokal.
Tips Investasi Emas di Tengah Ketidakpastian
Investasi emas tetap menjadi pilihan menarik, terutama di masa ketidakpastian. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar investasi lebih aman dan menguntungkan.
1. Pilih Sumber Terpercaya
Pastikan membeli emas dari pedagang atau lembaga resmi yang memiliki lisensi. Ini menghindari risiko membeli emas palsu atau berkualitas rendah.
2. Perhatikan Biaya Penyimpanan dan Asuransi
Jika berencana menyimpan emas fisik dalam jangka panjang, pertimbangkan biaya penyimpanan dan perlindungan asuransi. Ini penting untuk menjaga nilai investasi tetap terjaga.
3. Diversifikasi Portofolio
Emas bisa menjadi bagian dari portofolio investasi yang sehat. Namun, jangan terlalu fokus hanya pada satu jenis aset. Kombinasikan dengan instrumen lain seperti saham, obligasi, atau reksa dana.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global dan lokal. Data dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berbeda dengan harga aktual di lapangan. Selalu cek langsung ke sumber terpercaya sebelum melakukan transaksi.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












