Libur Imlek dua hari ternyata bukan sekadar momen untuk berkumpul dan merayakan tahun baru, tapi juga peluang besar bagi perekonomian nasional. Kebijakan pemerintah yang menetapkan libur resmi selama perayaan Tahun Baru Imlek terbukti mampu mendorong aktivitas konsumsi dan pergerakan masyarakat secara signifikan. Dampaknya, berbagai sektor usaha ikut bergairah, dari transportasi hingga kuliner.
Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyebut bahwa libur Imlek 2026 ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk bepergian, menikmati wisata kuliner, hingga berziarah menjelang Ramadan. Lonjakan mobilitas masyarakat selama periode ini memberi dampak langsung pada sejumlah sektor ekonomi.
Pergerakan Masyarakat Capai Jutaan Orang
Libur panjang selama Imlek memicu lonjakan pergerakan manusia di berbagai moda transportasi. Data menunjukkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta memprediksi jumlah penumpang mencapai sekitar 1,7 juta orang selama masa libur. Mayoritas penumpang ini menuju kota-kota besar di dalam dan luar Jawa.
Di sektor transportasi darat, kereta api di Pulau Jawa juga mencatat angka penumpang mendekati satu juta orang. Sementara itu, kereta cepat Whoosh mengalami lonjakan sekitar 25 persen, dengan jumlah penumpang mencapai 25.000 orang selama libur Imlek.
1. Jumlah Kendaraan di Jalan Tol Tembus 1,6 Juta Unit
Data dari Jasa Marga mencatat sekitar 1,6 juta kendaraan melintas selama libur Imlek. Dari jumlah tersebut, sekitar 831 ribu kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan waktu libur untuk bepergian ke luar kota.
2. Estimasi Pergerakan Manusia Capai 6,4 Juta Orang
Jika diasumsikan rata-rata satu kendaraan diisi oleh empat orang, maka total pergerakan manusia selama libur Imlek bisa mencapai 6,4 juta orang. Ini adalah angka yang cukup besar dan menunjukkan bahwa libur Imlek menjadi salah satu pemicu utama mobilitas masyarakat.
Sektor Pariwisata dan Ritel Merasakan Dampak Positif
Lonjakan jumlah pengunjung selama libur Imlek tidak hanya dirasakan di sektor transportasi. Sektor pariwisata dan turunan seperti kuliner, ritel, serta logistik juga mengalami peningkatan permintaan yang cukup signifikan.
3. Permintaan di Sektor Pariwisata Naik Hingga 30 Persen
Sektor pariwisata mencatat peningkatan permintaan hingga 30 persen selama libur Imlek. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan yang mengunjungi destinasi populer seperti Pantai Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, hingga kawasan wisata religi seperti Vihara Dharma Bakti.
4. Pusat Kuliner dan Ritel Ikut Bergairah
Selain pariwisata, pusat kuliner dan ritel juga merasakan lonjakan transaksi. Banyak keluarga memanfaatkan libur Imlek untuk makan bersama di restoran, sementara sebagian lainnya berbelanja kebutuhan perayaan seperti buah, kue khas Imlek, hingga dekorasi.
Perputaran Uang Tembus Rp9 Triliun
Dengan tingginya aktivitas konsumsi dan perjalanan selama libur Imlek, Wakil Ketua Umum KADIN memperkirakan total perputaran uang bisa menembus angka Rp9 triliun. Angka ini mencakup berbagai komponen, mulai dari belanja keluarga, pembelian tiket transportasi, hingga transaksi ritel.
5. Komponen Utama Perputaran Uang Selama Imlek
Berikut adalah rincian komponen utama yang menyumbang perputaran uang selama libur Imlek:
| Komponen | Estimasi Kontribusi |
|---|---|
| Belanja keluarga | Rp3,5 triliun |
| Tiket transportasi (udara, laut, darat) | Rp2,5 triliun |
| Kuliner dan restoran | Rp1,5 triliun |
| Ritel dan pernak-pernik Imlek | Rp1,2 triliun |
| Wisata dan akomodasi | Rp0,8 triliun |
| Total | Rp9,5 triliun |
6. Potensi Peningkatan di Tahun-Tahun Berikutnya
Dengan tren peningkatan yang terus terjadi setiap tahun, potensi perputaran uang selama libur Imlek diperkirakan akan terus naik. Apalagi jika libur resmi ini terus dipertahankan dan bahkan diperluas ke daerah-daerah lain di luar wilayah dengan populasi Tionghoa yang tinggi.
Libur Imlek Jadi Peluang Tingkatkan Daya Beli Masyarakat
Libur Imlek bukan hanya soal perayaan, tapi juga peluang untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Saat libur panjang, banyak orang yang lebih leluasa mengeluarkan uang untuk kebutuhan non-kebutuhan pokok, seperti traveling, belanja barang simbolis, hingga menggelar acara keluarga.
7. Dampak Jangka Panjang pada UMKM
Para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) juga merasakan manfaat dari libur Imlek. Banyak UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan tangan, dan jasa dekorasi mendapatkan pesanan meningkat selama masa libur. Ini membuka peluang lapangan kerja sementara dan peningkatan pendapatan harian.
8. Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Kunjungan
Media sosial juga berperan penting dalam memicu lonjakan kunjungan ke destinasi wisata dan tempat kuliner. Banyak tempat yang menjadi viral karena diunggah oleh influencer atau pengguna biasa, sehingga menarik lebih banyak pengunjung selama libur Imlek.
Kebijakan Libur Imlek Didukung oleh Banyak Pihak
Kebijakan pemerintah untuk memberikan libur resmi selama perayaan Imlek mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Bukan hanya masyarakat Tionghoa, tapi juga pelaku usaha dan pemerintah daerah yang melihat dampak positifnya terhadap ekonomi lokal.
9. Dukungan dari Pemerintah Daerah
Beberapa pemerintah daerah bahkan menggelar acara khusus untuk menyambut Imlek, seperti parade barongsai, pasar malam, hingga pertunjukan budaya. Ini menunjukkan bahwa libur Imlek tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya.
10. Potensi Libur Imlek sebagai Branding Nasional
Libur Imlek juga memiliki potensi sebagai branding nasional. Indonesia bisa menjadi destinasi wisata menarik bagi turis mancanegara yang ingin merasakan perayaan Imlek dengan nuansa lokal yang khas.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang dirilis oleh KADIN dan instansi terkait per Februari 2025. Nilai perputaran uang dan jumlah penumpang bisa berubah tergantung pada faktor eksternal seperti cuaca, kondisi ekonomi, dan kebijakan pemerintah di masa mendatang.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












