Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, perusahaan di seluruh dunia sedang diuji untuk tetap bertahan sekaligus berkembang. Tantangan ini bukan hanya soal adaptasi teknologi atau efisiensi operasional, tetapi juga kemampuan finansial yang fleksibel dan cerdas. Di sinilah peran Chief Financial Officer (CFO) menjadi sangat strategis. Tidak lagi sekadar pengawas anggaran, CFO kini dituntut menjadi arsitek nilai perusahaan yang mampu membaca risiko dan peluang secara cepat dan tepat.
Evi Afiatin, Direktur Transformasi, SDM, dan Umum PT Surveyor Indonesia (Persero), menyatakan bahwa dalam kondisi yang penuh ketidakpastian seperti ini, kekuatan finansial perusahaan harus dibangun dari fondasi yang kokoh. Pendekatan yang ia usung menempatkan CFO sebagai strategic partner yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Pendekatan ini dikenal sebagai Enterprise Value Architecture (EVA), sebuah kerangka kerja yang mengintegrasikan tiga pilar penting.
Pilar Utama Enterprise Value Architecture (EVA)
EVA bukan sekadar model finansial, tetapi sebuah sistem yang dirancang untuk menciptakan nilai berkelanjutan. Evi menjelaskan bahwa pendekatan ini berdiri di atas tiga pilar inti yang saling terkait dan saling mendukung.
1. Financial Strength: Fondasi yang Tangguh untuk Menghadapi Guncangan
Financial strength adalah kemampuan perusahaan untuk menjaga kesehatan neraca, likuiditas yang memadai, dan fleksibilitas dalam penggunaan modal. Ini seperti shock absorber yang melindungi perusahaan dari gejolak eksternal yang tidak terduga.
- Menjaga rasio utang terhadap ekuitas tetap sehat
- Memastikan likuiditas yang cukup untuk operasional dan investasi mendadak
- Membangun cadangan finansial sebagai buffer risiko
2. Disciplined Growth: Alokasi Modal yang Cerdas
Pilar kedua ini menekankan pada penggunaan modal yang tidak sembarangan. Setiap investasi harus menghasilkan nilai yang lebih besar dari biaya modalnya. Ini adalah prinsip dasar yang memastikan pertumbuhan tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.
- Evaluasi proyek berdasarkan nilai ekonomi yang dihasilkan
- Menghindari investasi yang hanya mengejar pertumbuhan semata
- Mendorong inisiatif yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan nilai perusahaan
3. Governance and Risk Integration: Keputusan yang Didukung Data dan Tata Kelola yang Kuat
Integrasi tata kelola dan manajemen risiko ke dalam setiap keputusan strategis menjadi pilar ketiga. Ini memungkinkan organisasi untuk mengambil langkah cepat, tepat, dan berlandaskan data.
- Menyelaraskan keputusan bisnis dengan prinsip tata kelola yang baik
- Menggunakan data untuk mitigasi risiko dan identifikasi peluang
- Membangun budaya organisasi yang responsif terhadap perubahan
Peran CFO dalam Transformasi Strategis
Evi Afiatin menegaskan bahwa CFO modern tidak lagi berada di balik meja hitung-menghitung angka. Ia harus berada di garis depan, menjadi bagian dari tim strategis yang menentukan arah perusahaan. Dalam pengalamannya di berbagai organisasi, termasuk di PT Surveyor Indonesia, pendekatan finansial yang strategis terbukti mampu memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
Sebelum menjabat di Surveyor Indonesia, Evi memimpin transformasi di PT KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang) dan Sucofindo. Di Sucofindo, penerapan disiplin finansial dan tata kelola yang kuat membawa perusahaan mencatatkan kinerja terbaik dalam sejarahnya. Ini membuktikan bahwa ketika fungsi keuangan dijalankan secara strategis, dampaknya bisa sangat signifikan.
Fokus Transformasi di PT Surveyor Indonesia
Di PT Surveyor Indonesia, transformasi yang digagas Evi tidak hanya soal finansial, tetapi juga mencakup pengembangan SDM, penyempurnaan proses bisnis, dan penguatan tata kelola perusahaan secara menyeluruh. Tujuannya adalah membangun organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Berikut beberapa fokus utama transformasi di Surveyor Indonesia:
| Fokus Transformasi | Tujuan |
|---|---|
| Integrasi strategi dan SDM | Meningkatkan kapabilitas tim dalam menghadapi perubahan |
| Digitalisasi proses bisnis | Mempercepat pengambilan keputusan dan efisiensi operasional |
| Penguatan tata kelola | Membangun kepercayaan stakeholder dan mitigasi risiko |
| Pengembangan sistem manajemen risiko | Meningkatkan akurasi prediksi dan mitigasi risiko bisnis |
Transformasi ini tidak hanya membuat Surveyor Indonesia lebih tangguh, tetapi juga memperkuat perannya sebagai guardian of assurance di ekosistem industri nasional.
Keunggulan Pendekatan Strategis CFO
Pendekatan yang digunakan oleh Evi menunjukkan bahwa CFO bukan hanya penjaga keuangan, tetapi juga pemimpin perubahan. Dalam situasi ketidakpastian seperti saat ini, keberadaan CFO yang strategis bisa menjadi pembeda antara perusahaan yang hanya bertahan dan yang justru berkembang.
Beberapa keunggulan dari pendekatan ini antara lain:
- Meningkatkan kecepatan dan kualitas pengambilan keputusan
- Membangun organisasi yang lebih tahan terhadap risiko eksternal
- Mendorong pertumbuhan yang tidak hanya kuantitatif, tetapi juga berkualitas
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbuka dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi ekonomi global dan kebijakan perusahaan. Pendekatan dan hasil yang disebutkan merupakan pengalaman dan pandangan dari Evi Afiatin berdasarkan pengalamannya di berbagai organisasi.
Peran CFO saat ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, mereka adalah arsitek ketahanan finansial dan pencipta nilai jangka panjang. Pendekatan seperti EVA menunjukkan bahwa ketika keuangan dijalankan secara strategis, dampaknya bisa sangat luas—tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi ekosistem bisnis secara keseluruhan.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












