Phishing atau penipuan melalui tautan palsu kini menjadi salah satu ancaman utama di era digital. Modus ini kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mencuri data pribadi pengguna, termasuk informasi sensitif seperti PIN, password, dan kode OTP. Bank Rakyat Indonesia (BRI) pun terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital, terutama yang menggunakan link palsu yang menyerupai situs resmi.
Tak hanya mengancam individu, phishing juga berdampak pada stabilitas ekosistem keuangan digital secara keseluruhan. Semakin pesatnya transformasi digital di sektor keuangan memang memberikan banyak kemudahan. Namun, di balik itu, risiko kejahatan siber juga terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat hingga 26 Februari 2026, sudah ada 477.600 laporan penipuan di sektor jasa keuangan. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya dilaporkan langsung oleh korban.
Kenali Modus Penipuan Link Palsu dari BRI
Modus penipuan digital terus berkembang. Salah satu yang paling umum digunakan pelaku adalah link palsu yang menyerupai situs resmi BRI. Tautan ini biasanya disebar melalui pesan singkat, email, atau aplikasi percakapan. Tampilannya yang mirip membuat banyak orang tidak curiga dan akhirnya memasukkan data pribadi tanpa sadar.
Direktur IT BRI, Saladin D Effendi, menyampaikan bahwa pelaku kerap menggunakan teknik social engineering untuk mengelabui korban. Mereka membuat website tiruan yang sangat mirip dengan situs asli, lengkap dengan logo dan tampilan yang menipu. Tujuannya jelas: mencuri data sensitif pengguna.
BRI pun mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada tautan yang diterima secara tiba-tiba. Selalu pastikan bahwa layanan yang diakses berasal dari kanal resmi. Jangan pernah membagikan informasi pribadi seperti PIN, password, atau kode OTP kepada siapa pun.
3 Langkah Wajib Hindari Penipuan Link Palsu
Menghadapi maraknya link palsu, masyarakat perlu tahu langkah-langkah sederhana namun efektif untuk melindungi diri. Berikut adalah tiga langkah utama yang bisa dilakukan agar tidak mudah menjadi korban penipuan digital.
1. Selalu Periksa URL Sebelum Mengakses Situs
Salah satu cara termudah mengenali situs palsu adalah dengan memeriksa alamat URL-nya. Situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui alamat https://bri.co.id. Jika URL terlihat sedikit berbeda, misalnya menggunakan domain yang tidak lazim atau ada penambahan karakter aneh, segera tinggalkan halaman tersebut.
2. Gunakan Aplikasi dan Layanan Resmi BRI
BRI menyediakan berbagai kanal resmi yang bisa digunakan untuk mengakses layanan perbankan. Pastikan semua transaksi dilakukan melalui aplikasi atau situs resmi, seperti BRImo, Internet Banking BRI, atau langsung datang ke cabang terdekat. Jangan pernah mengakses layanan perbankan melalui tautan dari pesan yang tidak dikenal.
3. Laporkan Aktivitas Mencurigakan ke Contact Center
Jika menemukan aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI, segera laporkan ke Contact Center BRI di nomor 1500017. Tim BRI siap membantu melakukan pengecekan dan memberikan solusi terkait keluhan atau dugaan penipuan.
Ciri-Ciri Situs Palsu yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua situs palsu bisa langsung dikenali sebagai penipuan. Namun, ada beberapa ciri umum yang bisa menjadi indikator bahwa situs tersebut tidak aman. Berikut ini beberapa tanda yang perlu diwaspadai agar tidak terjebak phishing.
- URL tidak sesuai dengan situs resmi
- Tampilan situs terlihat mencurigakan atau tidak profesional
- Permintaan data pribadi seperti PIN, password, atau OTP secara tiba-tiba
- Muncul notifikasi atau pop-up yang memaksa pengguna untuk memasukkan informasi
- Situs tidak memiliki sertifikat keamanan (HTTPS)
Kanal Resmi BRI yang Bisa Dipercaya
Agar terhindar dari risiko penipuan, selalu gunakan kanal resmi BRI berikut ini:
| Kanal | Alamat Resmi |
|---|---|
| Website BRI | https://bri.co.id |
| Aplikasi Mobile Banking | BRImo |
| Internet Banking | https://ib.bri.co.id |
| Contact Center | 1500017 |
| Media Sosial Resmi | Akun terverifikasi di platform resmi |
Prinsip Dasar Keamanan Digital: Think Before Click
Salah satu pesan utama yang disampaikan BRI adalah pentingnya menerapkan prinsip “Think Before Click”. Artinya, sebelum mengklik tautan apa pun, pastikan dulu keamanan dan keasliannya. Jangan terburu-buru, terutama saat menerima pesan mendesak atau menawarkan hadiah yang terlalu menggiurkan.
Prinsip ini sangat efektif untuk mencegah kebanyakan jenis penipuan digital. Dengan sedikit kehati-hatian, risiko menjadi korban penipuan bisa diminimalkan secara signifikan.
Edukasi Terus-Menerus untuk Masyarakat Aman
BRI terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman digital. Tujuannya bukan hanya melindungi nasabah, tapi juga menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih aman dan terpercaya. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, situs resmi, dan program komunitas di seluruh Indonesia.
Masyarakat juga diharapkan aktif berperan dalam menjaga keamanan digital. Misalnya dengan tidak menyebarkan tautan mencurigakan, melaporkan aktivitas mencurigakan, dan terus memperbarui pengetahuan tentang kejahatan siber.
Disclaimer
Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat valid hingga tanggal publikasi. Angka laporan penipuan dan informasi lainnya dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan situasi dan data terbaru dari otoritas terkait. Selalu pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












