Stok dan harga bahan pangan di Pasar Gembrong Sukasari, Bogor, dalam kondisi terkendali meski beberapa komoditas mengalami kenaikan. Pasar yang menjadi lokasi relokasi dari Pasar Bogor dan Plaza Bogor ini terus dipantau ketersediaannya oleh Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Dedie A. Rachim bersama Sekretaris Daerah Denny Mulyadi melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan tetap mencukupi kebutuhan warga.
ADVERTISEMENT
Beberapa komoditas seperti daging sapi, daging ayam, dan cabai merah memang mengalami lonjakan harga. Namun, kenaikan ini tidak berdampak signifikan pada daya beli masyarakat karena masih dalam batas wajar. Selain itu, sejumlah kebutuhan pokok lain seperti gula, minyak goreng, dan telur tetap stabil. Harga-harga ini menjadi cerminan dari dinamika distribusi dari luar daerah dan kondisi cuaca yang memengaruhi rantai pasok.
Kondisi Harga Komoditas di Pasar Gembrong Sukasari
Pantauan terbaru menunjukkan sejumlah komoditas mengalami fluktuasi harga. Lonjakan ini terutama terjadi pada daging dan bumbu dapur. Meski begitu, pemerintah memastikan bahwa pasokan tetap mencukupi dan tidak terjadi kekosongan barang.
1. Harga Daging Sapi Naik Jadi Rp150 Ribu per Kg
Daging sapi yang sebelumnya dihargai Rp120 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp150 ribu. Lonjakan ini dipicu oleh faktor distribusi dari luar daerah serta permintaan yang meningkat menjelang hari raya atau akhir pekan.
2. Daging Ayam Naik Menjadi Rp40 Ribu per Kg
Harga daging ayam juga mengalami peningkatan dari Rp32 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan ini masih dalam kisaran normal dan tidak mengganggu akses masyarakat terhadap komoditas tersebut.
3. Cabai Merah Naik Jadi Rp110 Ribu per Kg
Cabai merah yang biasa dibanderol Rp100 ribu kini mencapai Rp110 ribu per kilogram. Fluktuasi ini umum terjadi karena komoditas ini sangat sensitif terhadap cuaca dan ketersediaan pasok dari daerah produsen.
Komoditas Stabil yang Tetap Terjangkau
Selain beberapa item yang naik, sejumlah kebutuhan pokok lain tetap stabil dan terjangkau. Ini menunjukkan bahwa rantai distribusi berjalan dengan baik dan tidak mengalami hambatan signifikan.
4. Gula Pasir Tetap di Rp18 Ribu per Kg
Gula pasir masih stabil di angka Rp18 ribu per kilogram. Harga ini dianggap wajar dan tidak memberatkan konsumen.
5. Minyak Goreng Curah dan Kemasan Tetap Terkendali
Minyak goreng curah dibanderol Rp21 ribu per liter, sedangkan versi kemasan premium tetap di kisaran Rp20 ribu. Minyakita juga masih di harga Rp16 ribu per liter.
6. Telur Ayam Masih di Rp30 Ribu per Kg
Telur ayam yang menjadi kebutuhan sehari-hari tetap stabil di harga Rp30 ribu per kilogram. Ini menunjukkan bahwa pasokan dari peternak lokal maupun luar daerah berjalan lancar.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga
Lonjakan harga beberapa komoditas tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang turut memengaruhi, terutama dari sisi distribusi dan eksternal.
1. Distribusi dari Luar Daerah
Kota Bogor bukan daerah penghasil pangan utama. Sebagian besar komoditas berasal dari daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, atau Jabar bagian selatan. Ketika jalur distribusi terganggu, harga bisa naik.
2. Kondisi Cuaca Ekstrem
Hujan deras atau kekeringan di daerah produsen bisa mengurangi pasokan. Ini berdampak langsung pada harga di pasar-pasar di wilayah lain, termasuk Bogor.
3. Lonjakan Permintaan Menjelang Hari Raya
Menjelang hari raya atau akhir pekan, permintaan terhadap daging dan bahan pokok lainnya meningkat. Ini menyebabkan lonjakan harga sementara.
Strategi Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Pasokan
Pemerintah Kota Bogor tidak tinggal diam menghadapi fluktuasi harga. Sejumlah langkah strategis diambil untuk memastikan pasokan tetap stabil dan harga tidak melonjak drastis.
1. Pemantauan Rutin oleh Tim Terpadu
Tim gabungan dari Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan terus memantau kondisi pasar. Mereka melakukan pengecekan harian terhadap harga dan stok di sejumlah titik pasar.
2. Koordinasi dengan Distributor dan Pedagang
Pemerintah menjalin komunikasi erat dengan distributor besar dan pedagang. Tujuannya untuk memastikan pasokan tidak terputus dan harga tidak dimainkan secara spekulatif.
3. Sosialisasi Harga kepada Masyarakat
Melalui media lokal dan pengumuman di pasar, masyarakat diinformasikan harga pasar terkini. Ini membantu mencegah panic buying dan meminimalkan spekulasi harga.
Peran Pasar Gembrong sebagai Pusat Distribusi Baru
Pasar Gembrong Sukasari yang baru diresmikan tahun lalu kini menjadi salah satu pusat perdagangan utama di wilayah Bogor Timur dan Bogor Tengah. Lokasinya yang strategis menjadikannya pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok.
1. Lokasi Strategis di Kawasan Padat Penduduk
Berada di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi, pasar ini mudah diakses. Ini membuat distribusi barang lebih efisien dan menjangkau lebih banyak konsumen.
2. Infrastruktur yang Lebih Baik
Dibandingkan pasar lama, Pasar Gembrong memiliki fasilitas yang lebih modern. Ini termasuk drainase yang baik, tempat parkir luas, dan kios yang lebih rapi.
3. Peningkatan Jumlah Pedagang dan Kunjungan
Sejak diresmikan, jumlah pedagang terus bertambah. Masyarakat juga semakin banyak yang berkunjung ke pasar ini, menjadikannya sebagai pusat ekonomi baru di kawasan.
Tabel Harga Komoditas Pokok di Pasar Gembrong Sukasari (Februari 2026)
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Terkini | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Daging sapi | Rp120.000/kg | Rp150.000/kg | 25% |
| Daging ayam | Rp32.000/kg | Rp40.000/kg | 25% |
| Cabai merah | Rp100.000/kg | Rp110.000/kg | 10% |
| Gula pasir | Rp18.000/kg | Rp18.000/kg | – |
| Minyak goreng curah | Rp21.000/liter | Rp21.000/liter | – |
| Telur ayam | Rp30.000/kg | Rp30.000/kg | – |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan distribusi.
Kesimpulan
Meski ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, kondisi pasar secara keseluruhan tetap stabil. Pasokan mencukupi dan harga masih dalam batas wajar. Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi yang baik, pemerintah kota terus berupaya menjaga ketersediaan pangan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Pasar Gembrong Sukasari kini menjadi simbol baru dari pusat perdagangan yang lebih modern dan terorganisir. Dengan infrastruktur yang lebih baik dan pengelolaan yang lebih sistematis, pasar ini berpotensi menjadi andalan distribusi pangan di kawasan Bogor.
Disclaimer: Data harga dan kondisi pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada faktor eksternal seperti cuaca, distribusi, dan kebijakan pemerintah daerah.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.












