Kondisi pasokan listrik nasional tetap stabil menjelang momen mudik Idulfitri 2026. PT PLN (Persero) memastikan bahwa sistem kelistrikan berjalan aman dan terkendali, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat melalui penguatan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menjaga keandalan layanan, terutama di tengah peningkatan penggunaan kendaraan listrik.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa beban puncak nasional selama periode RAFI (Raya Awal dan Final Idulfitri) 2026 diproyeksikan mencapai 47,20 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pembangkit mencapai 51,61 GW, sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 4,41 GW atau sekitar 9,3 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pasokan listrik nasional dalam kondisi yang cukup aman dan siap menghadapi lonjakan permintaan.
Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan Menjelang Mudik
Menjelang Idulfitri, PLN menyiagakan sekitar 72 ribu personel yang tersebar di 4.137 posko siaga. Mereka dibekali dengan berbagai peralatan pendukung seperti genset, UPS, Gardu Bergerak, truk crane, hingga mobil dan motor operasional. Kesiapan ini tidak hanya berlaku di tingkat nasional, tetapi juga sampai ke level regional dan lokal.
Selain itu, pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Pada Idulfitri tahun ini, jumlah pemudik yang menggunakan EV diproyeksikan bertambah hampir 10 ribu kendaraan. Artinya, total pemudik EV bisa mencapai lebih dari 23 ribu unit, atau naik sekitar 1,6 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
1. Penyediaan SPKLU di Jalur Utama Mudik
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN telah menyiapkan 1.681 unit SPKLU di 994 lokasi sepanjang jalur mudik utama Trans Sumatra–Jawa–Bali. Angka ini meningkat sekitar 1,7 kali lipat dibanding Idulfitri 2025. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan rute yang paling banyak dilalui oleh pemudik, terutama di rest area tol dan tempat strategis lainnya.
2. Jumlah SPKLU Nasional yang Telah Disiapkan
Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyiapkan total 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik strategis. Titik-titik ini tersebar di berbagai kota besar dan jalur mudik utama, memastikan bahwa pengguna EV tetap bisa menemukan tempat pengisian daya dengan mudah.
3. SPKLU Mobile dan Layanan Siaga 24 Jam
Untuk memastikan layanan tetap optimal, PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU Mobile. Unit-unit ini bisa dipindahkan ke lokasi yang membutuhkan, terutama saat terjadi lonjakan pengguna atau kendala teknis di lokasi tertentu. Selain itu, lebih dari 5.000 personel bersiaga selama 24 jam untuk menangani kebutuhan pengguna EV.
Fitur Digital untuk Kemudahan Pengguna EV
Selaras dengan perkembangan teknologi, PLN juga menyediakan fitur layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Dua fitur utama yang bisa dimanfaatkan adalah Trip Planner dan AntreEV.
Trip Planner membantu pengguna EV mengetahui lokasi SPKLU sepanjang rute perjalanan. Sementara itu, AntreEV memungkinkan pemantauan antrean pengisian daya secara real time. Fitur ini sangat membantu agar pengguna bisa memilih waktu dan lokasi pengisian yang lebih efisien.
Bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan, bisa langsung melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau hotline layanan SPKLU via WhatsApp di nomor 087-77-1112-123. Layanan ini tersedia selama 24 jam, sehingga bantuan bisa diberikan kapan saja saat dibutuhkan.
Data SPKLU yang Disiapkan oleh PLN
Berikut adalah rincian jumlah SPKLU yang disiapkan oleh PLN menjelang Idulfitri 2026:
| Lokasi | Jumlah SPKLU | Jumlah Titik |
|---|---|---|
| Jalur Utama Mudik (Trans Sumatra–Jawa–Bali) | 1.681 unit | 994 titik |
| Nasional (termasuk jalur utama dan daerah lainnya) | 4.769 unit | 3.097 titik |
| SPKLU Mobile | 15 unit | – |
Tips Mudik dengan Kendaraan Listrik
Meski infrastruktur pengisian daya terus ditingkatkan, pengguna EV tetap perlu mempersiapkan beberapa hal agar perjalanan mudik berjalan lancar.
1. Gunakan Aplikasi PLN Mobile untuk Perencanaan Rute
Aplikasi PLN Mobile menyediakan fitur Trip Planner yang bisa membantu mengetahui lokasi SPKLU sepanjang rute perjalanan. Gunakan fitur ini untuk menghindari kehabisan daya di tengah perjalanan.
2. Pantau Antrean Pengisian Daya
Fitur AntreEV memungkinkan pemantauan antrean pengisian secara real time. Gunakan informasi ini untuk memilih waktu dan lokasi pengisian yang lebih sepi.
3. Siapkan Jalur Alternatif
Meskipun sudah ada banyak SPKLU, tetap baik untuk mengetahui jalur alternatif yang memiliki titik pengisian. Ini bisa menjadi solusi jika terjadi gangguan atau kepadatan di lokasi utama.
4. Pastikan Baterai dalam Kondisi Terisi Penuh
Sebelum berangkat, pastikan baterai kendaraan dalam kondisi terisi penuh. Ini akan memberikan jarak tempuh maksimal dan mengurangi kebutuhan pengisian di tengah perjalanan.
Kesiapan PLN untuk Dukung Mobilitas Berkelanjutan
Dengan pertumbuhan pengguna EV yang terus meningkat, PLN terus berupaya memperluas dan meningkatkan infrastruktur pengisian daya. Tidak hanya menyediakan SPKLU di jalur-jalur utama, PLN juga terus mengembangkan jaringan pengisian di kota-kota besar dan daerah-daerah strategis lainnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi yang ramah lingkungan. Dengan infrastruktur yang memadai dan layanan yang andal, PLN ingin memastikan bahwa pengguna EV bisa menikmati mobilitas yang nyaman dan bebas khawatir.
Disclaimer
Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat prediktif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi lapangan dan kebijakan terkini. Jumlah SPKLU, cadangan daya, serta kebutuhan energi nasional merupakan proyeksi berdasarkan data terkini dan dapat disesuaikan mengikuti perkembangan di lapangan.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












