Multifinance

Sektor-Sektor Perusahaan Raksasa yang Siap Melantai di BEI Tahun 2026, Simak Daftarnya!

Nurkasmini Nikmawati
×

Sektor-Sektor Perusahaan Raksasa yang Siap Melantai di BEI Tahun 2026, Simak Daftarnya!

Sebarkan artikel ini
Sektor-Sektor Perusahaan Raksasa yang Siap Melantai di BEI Tahun 2026, Simak Daftarnya!

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada sebelas perusahaan besar yang saat ini berada dalam antrean IPO atau penawaran saham perdana. Selain itu, satu perusahaan menengah juga masuk dalam daftar pipeline. Artinya, total ada dua belas perusahaan yang tengah menunggu giliran untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal Tanah Air.

Perusahaan besar yang dimaksud adalah yang memiliki aset di atas Rp250 miliar. Sementara perusahaan menengah berada di kisaran aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Aturan ini merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 tentang kriteria perusahaan yang dapat mencatatkan sahamnya di BEI.

Rincian Sektor Perusahaan yang Antre IPO

Dari total dua belas perusahaan yang antre IPO, sebarannya cukup merata di berbagai sektor ekonomi. Ini menunjukkan bahwa minat emiten untuk go public masih tinggi, meski aktivitas IPO di tahun ini belum tercatat.

1. Sektor Barang Konsumen Primer

Sektor ini menyumbang tiga perusahaan dalam antrean IPO. Biasanya, perusahaan-perusahaan di sektor ini memiliki basis konsumen yang luas dan stabil, sehingga prospeknya di pasar modal cukup menjanjikan.

2. Sektor Infrastruktur

Dua perusahaan infrastruktur juga masuk dalam daftar. Sektor ini umumnya didukung oleh kebutuhan pembangunan yang terus berkelanjutan, baik dari pemerintah maupun swasta.

3. Sektor Teknologi

Dua perusahaan teknologi juga antre IPO. Sektor ini sedang naik daun dan menarik banyak investor karena pertumbuhan yang cepat serta inovasi yang terus digulirkan.

4. Sektor Kesehatan

Dua perusahaan kesehatan turut masuk dalam antrean. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, sektor ini memiliki potensi pertumbuhan yang kuat.

5. Sektor Energi

Satu perusahaan energi masuk dalam daftar. Sektor ini biasanya memiliki modal besar dan prospek jangka panjang yang menarik bagi investor.

Baca Juga:  Saham-saham Ini Malah Melesat Saat IHSG Terjun ke 7.228, Ada yang Naik Tajam!

6. Sektor Keuangan

Satu perusahaan keuangan juga antre IPO. Sektor ini sangat penting dalam ekosistem ekonomi karena menjadi tulang punggung likuiditas pasar.

7. Sektor Transportasi dan Logistik

Satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik juga masuk dalam antrean. Sektor ini terus berkembang seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan perdagangan internasional.

Aktivitas Pasar Modal Hingga Maret 2026

Hingga 27 Maret 2026, belum ada perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia. Artinya, jumlah emiten yang tercatat masih tetap di angka 956 perusahaan, sama seperti akhir 2025.

Namun, aktivitas lain tetap berjalan. BEI mencatat ada 45 emisi dari 30 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana terhimpun mencapai Rp50,87 triliun. Dari sisi pipeline, masih ada 28 emisi dari 20 penerbit EBUS yang sedang dalam proses.

Rights Issue yang Sedang Berjalan

Rights issue atau penawaran saham tambahan juga menjadi perhatian. Hingga Maret 2026, tiga perusahaan telah melaksanakan rights issue dengan nilai total mencapai Rp3,75 triliun. Saat ini, masih ada satu perusahaan dari sektor properti yang sedang dalam antrean untuk melaksanakan rights issue.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi BEI per tanggal 27 Maret 2026. Karena situasi pasar dapat berubah sewaktu-waktu, informasi ini bisa saja mengalami perubahan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pembaca disarankan untuk merujuk ke sumber resmi BEI atau konsultan keuangan untuk informasi terkini.

Kesimpulan

Antrean IPO di BEI tahun 2026 menunjukkan bahwa minat emiten besar untuk mencatatkan sahamnya masih tinggi. Dengan sektor yang beragam, mulai dari konsumen primer hingga teknologi, prospek pasar modal Indonesia ke depan terlihat menjanjikan. Meski belum ada IPO yang terlaksana di awal tahun ini, aktivitas lain seperti penerbitan EBUS dan rights issue tetap memberikan kontribusi pada dinamika pasar modal.

Baca Juga:  Jadwal Libur Bursa Saham 2026 Lengkap dari Nyepi hingga Lebaran, Simak di Sini!
Nurkasmini Nikmawati
Reporter at anakhiv.id

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.