Ilustrasi. Foto: Dok Paxels
Bulan Ramadan selalu identik dengan berkah dan peluang usaha yang berlimpah. Tak hanya berjualan takjil atau minuman berbuka, banyak orang mulai memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk menjalani usaha ternak rumahan. Ternyata, usaha ini bisa banjir cuan, apalagi menjelang Idulfitri saat permintaan bahan makanan meningkat tajam.
Memulai ternak di rumah bukan perkara sulit. Asal tahu caranya dan memilih jenis ternak yang tepat, penghasilan tambahan bisa mengalir dengan konsisten. Apalagi di bulan penuh berkah ini, harga komoditas hewani seperti telur dan daging biasanya melonjak. Nah, berikut adalah lima ide ternak rumahan yang bisa banjir cuan selama Ramadan.
1. Penggemukan Ayam Kampung
Ayam kampung hidup jadi primadona saat Ramadan. Menu-menu seperti opor ayam, gulai, hingga semur ayam selalu jadi favorit keluarga saat Lebaran. Dengan melakukan penggemukan intensif selama 2-3 minggu menjelang Idulfitri, peternak bisa mendapat keuntungan dari kenaikan harga jual daging.
Untuk memulainya, pilih ayam kampung dewasa berusia sekitar 4-5 bulan. Beri pakan berkualitas dengan kadar protein tinggi agar dagingnya empuk dan berat badan naik pesat. Kandang tidak perlu besar, asal bersih dan nyaman. Dalam waktu singkat, usaha ini bisa memberi keuntungan hingga ratusan ribu rupiah per ekor.
2. Produksi Telur Puyuh
Telur puyuh sering jadi andalan pedagang takjil. Tahu bakso, lodeh, hingga bubur kacang hijau biasanya menggunakan telur puyuh sebagai pelengkap. Ini jadi peluang emas bagi pemilik burung puyuh untuk menambah penghasilan.
Fokus utama dalam usaha ini adalah menjaga kualitas pakan dan kebersihan kandang. Satu ekor puyuh bisa bertelur hampir setiap hari. Dengan populasi 50-100 ekor, produksi telur bisa mencapai puluhan butir per hari. Dijual ke pedagang sekitar Rp2.000 per butir, omzet harian bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
3. Usaha Telur Asin
Telur asin adalah stok makanan andalan saat sahur. Banyak keluarga menyimpan telur asin sebagai camilan atau lauk praktis. Momen Ramadan jadi waktu tepat untuk memulai usaha telur asin skala rumahan.
Bisnis ini bisa dimulai dengan ternak bebek petelur atau membeli telur bebek mentah dari peternak besar. Proses pembuatan telur asin cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah. Dengan modal awal yang tidak besar, hasilnya bisa laku keras menjelang Lebaran. Harga jual telur asin berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per butir tergantung kualitas.
4. Budidaya Belut Rumahan
Belut jadi menu istimewa saat berbuka puasa. Rasanya yang gurih dan tekstur dagingnya yang lembut bikin banyak orang ketagihan. Ternak belut di rumah bisa jadi ide menarik, apalagi masa panen relatif cepat.
Sistem ternaknya pun tidak ribet. Gunakan tong atau drum plastik sebagai media. Masukkan bibit belut yang sudah agak besar agar lebih cepat panen. Beri pakan berupa dedak, cacing, atau sisa makanan yang terfermentasi. Dalam waktu 2-3 bulan, belut sudah siap dipanen. Harga belut di pasaran cukup tinggi, bisa mencapai Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
5. Ternak Ayam Petelur
Telur ayam adalah komoditas utama saat Ramadan. Selain jadi lauk sehari-hari, telur juga jadi bahan dasar kue-kue Lebaran. Memelihara ayam petelur di pekarangan rumah bisa jadi sumber pemasukan yang stabil.
Dengan memelihara 10-20 ekor ayam petelur, bisa didapat 8-15 butir telur per hari. Harga telur saat Ramadan biasanya naik mencapai Rp3.000 per butir. Artinya, omzet harian bisa mencapai Rp30.000 hingga Rp45.000. Tidak hanya itu, telur juga mudah dipasarkan ke tetangga atau warung sekitar.
Perbandingan Potensi Keuntungan Usaha Ternak Rumahan
| Jenis Ternak | Modal Awal (Rp) | Potensi Omzet Harian (Rp) | Keuntungan Bersih/Bulan (Rp) |
|---|---|---|---|
| Ayam Kampung | 300.000 – 500.000 | 100.000 – 200.000 | 2.000.000 – 4.000.000 |
| Telur Puyuh | 200.000 – 400.000 | 150.000 – 300.000 | 3.000.000 – 6.000.000 |
| Telur Asin | 100.000 – 250.000 | 100.000 – 250.000 | 2.000.000 – 5.000.000 |
| Belut | 150.000 – 300.000 | 100.000 – 200.000 | 2.500.000 – 4.500.000 |
| Ayam Petelur | 250.000 – 400.000 | 150.000 – 300.000 | 3.000.000 – 6.000.000 |
Catatan: Data di atas merupakan estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi pasar dan lokasi geografis.
Tips Memulai Ternak Rumahan Saat Ramadan
-
Pilih Jenis Ternak yang Sesuai Kondisi Lokal
Pertimbangkan ketersediaan pakan, iklim, dan permintaan pasar di sekitar rumah. -
Gunakan Media Ternak Alternatif
Jika lahan sempit, gunakan sistem kandang vertikal atau wadah plastik untuk menghemat ruang. -
Fokus pada Kualitas Pakan
Pakan berkualitas akan meningkatkan produktivitas ternak dan hasil akhirnya. -
Jaga Kebersihan Kandang
Kebersihan adalah kunci agar ternak tidak mudah sakit dan produksi tetap stabil. -
Bangun Jaringan Penjualan
Mulai dari tetangga, warung sekitar, hingga pasar online untuk memperluas pasar.
Usaha ternak rumahan selama Ramadan bukan cuma soal cari cuan. Ini juga jadi langkah awal untuk membangun bisnis jangka panjang. Dengan strategi yang tepat dan konsistensi, usaha ini bisa terus berkembang bahkan setelah Ramadan berlalu.
Selama Ramadan, permintaan akan produk hewani cenderung naik. Ini saat yang tepat untuk mulai menjalankan usaha ternak rumahan. Modal kecil, hasil besar, dan potensi cuan yang menjanjikan. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba, bukan?
Disclaimer: Data dan harga yang disebutkan bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar setempat.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












