Multifinance

Pajak TER Terbongkar! Begini Cara Potongan Gaji Bulanan Bisa Mengurangi Penghasilan Anda dan Inilah Batasannya

Bintang Fatih Wibawa
×

Pajak TER Terbongkar! Begini Cara Potongan Gaji Bulanan Bisa Mengurangi Penghasilan Anda dan Inilah Batasannya

Sebarkan artikel ini
Pajak TER Terbongkar! Begini Cara Potongan Gaji Bulanan Bisa Mengurangi Penghasilan Anda dan Inilah Batasannya

Perubahan dalam sistem perpajakan sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan wajib pajak. Salah satu yang paling banyak dibahas akhir-akhir ini adalah penerapan Tarif Efektif Rata-rata (TER) dalam pemotongan PPh Pasal 21. Mulai Januari 2024, metode ini menjadi bagian dari proses penggajian karyawan di perusahaan.

Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan cara perusahaan menghitung dan memotong pajak penghasilan karyawan setiap bulan. Sebelumnya, penghitungan menggunakan tarif progresif yang cukup rumit. Dengan TER, prosesnya jadi lebih cepat, transparan, dan mudah dikelola.

Apa Itu Pajak TER?

Tarif Efektif Rata-rata atau TER adalah metode baru dalam pemotongan PPh Pasal 21 yang diterapkan setiap bulan. Metode ini menggantikan sistem tarif progresif yang selama ini digunakan untuk menghitung pajak karyawan.

Pajak TER bukan pajak baru, melainkan cara berbeda untuk menghitung potongan pajak bulanan. Tujuannya adalah menyederhanakan proses pemotongan pajak dari bulan Januari hingga November. Sementara itu, pada Desember, perusahaan tetap melakukan penyesuaian akhir menggunakan tarif progresif sesuai ketentuan pajak tahunan.

Dengan skema ini, perusahaan bisa lebih cepat menghitung pajak yang harus dipotong tiap bulan tanpa mengurangi total pajak yang seharusnya dibayar dalam satu tahun.

Dasar Hukum Penerapan Pajak TER

Penerapan pajak TER memiliki dasar hukum yang kuat dalam beberapa regulasi perpajakan nasional. Beberapa aturan yang mendukung kebijakan ini adalah:

  • Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan
  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP)
  • Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 tentang Tarif Pemotongan PPh Pasal 21
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023

Regulasi ini memberikan landasan kuat bagi penerapan metode baru dalam pemotongan pajak bulanan karyawan.

Baca Juga:  Pajak THR Karyawan 2024: Berapa Persen Potongan PPh 21 yang Harus Dibayar?

Bagaimana Cara Kerja Pajak TER?

Pajak TER bekerja dengan prinsip menghitung tarif rata-rata dari penghasilan bruto karyawan. Tarif ini kemudian digunakan sebagai dasar pemotongan pajak bulanan selama 11 bulan pertama.

Berbeda dengan tarif progresif yang makin tinggi seiring bertambahnya penghasilan, TER menggunakan tarif tetap yang dihitung berdasarkan total penghasilan tahunan. Ini membuat proses penggajian jadi lebih efisien dan cepat.

Misalnya, seorang karyawan dengan penghasilan bruto Rp600 juta per tahun akan memiliki tarif efektif rata-rata tertentu. Tarif ini kemudian digunakan untuk menghitung pajak yang harus dipotong setiap bulan.

1. Tahapan Penerapan Pajak TER

  1. Hitung Penghasilan Bruto Tahunan
    Perusahaan menghitung total penghasilan bruto karyawan dalam satu tahun.

  2. Tentukan Tarif Efektif Rata-rata (TER)
    Berdasarkan penghasilan bruto, tarif efektif rata-rata ditentukan sesuai tabel yang telah ditetapkan.

  3. Gunakan Tarif TER untuk Pemotongan Bulanan
    Tarif ini digunakan untuk memotong pajak dari Januari hingga November.

  4. Lakukan Penyesuaian di Desember
    Pada Desember, perusahaan melakukan penyesuaian akhir menggunakan tarif progresif untuk memastikan pajak tahunan sudah sesuai.

Batas Gaji yang Terkena Pajak TER

Tidak semua karyawan terkena pajak TER. Ada batas penghasilan tertentu yang menjadi acuan apakah seseorang wajib dipotong pajak atau tidak.

Berdasarkan ketentuan, karyawan yang memiliki penghasilan bruto tahunan di bawah Rp54 juta tidak dikenakan pemotongan PPh Pasal 21. Artinya, mereka tidak perlu dikenakan pajak setiap bulan.

Sementara itu, bagi karyawan dengan penghasilan di atas Rp54 juta per tahun, akan dikenakan pemotongan pajak menggunakan tarif efektif rata-rata.

2. Contoh Perhitungan Pajak TER

  1. Kasus: Karyawan dengan Penghasilan Bruto Rp600 Juta per Tahun
  • Penghasilan bruto: Rp600.000.000
  • Penghasilan neto (setelah dikurangi biaya jabatan 5%): Rp570.000.000
  • PTKP (tidak kena pajak): Rp54.000.000
  • Penghasilan kena pajak (PKP): Rp516.000.000
Baca Juga:  Pajak THR Karyawan 2024: Berapa Persen Potongan PPh 21 yang Harus Dibayar?

Berdasarkan tarif progresif, total pajak terutang adalah sekitar Rp51.600.000.

Tarif efektif rata-rata:
Rp51.600.000 ÷ Rp600.000.000 = 8,6%

Jadi, setiap bulan karyawan ini akan dipotong pajak sebesar 8,6% dari penghasilan bruto bulanan.

3. Tabel Tarif Efektif Rata-rata Berdasarkan Penghasilan Bruto

Berikut adalah tabel tarif efektif rata-rata berdasarkan penghasilan bruto tahunan:

Penghasilan Bruto Tahunan Tarif Efektif Rata-rata (TER)
Sampai dengan Rp54.000.000 0%
>Rp54 juta – Rp66 juta 5%
>Rp66 juta – Rp96 juta 7,5%
>Rp96 juta – Rp250 juta 9,3%
>Rp250 juta – Rp500 juta 12,4%
>Rp500 juta – Rp1 miliar 16,3%
>Rp1 miliar – Rp2 miliar 20,5%
>Rp2 miliar – Rp3 miliar 24,5%
>Rp3 miliar – Rp4 miliar 28,1%
>Rp4 miliar – Rp5 miliar 31,4%
>Rp5 miliar 34,4%

Keuntungan Penerapan Pajak TER

Penerapan pajak TER memberikan sejumlah manfaat, baik bagi perusahaan maupun karyawan. Untuk perusahaan, proses penggajian jadi lebih cepat dan efisien karena tidak perlu menghitung tarif progresif setiap bulan.

Bagi karyawan, sistem ini memberikan kepastian jumlah pajak yang dipotong tiap bulan. Transparansi ini membantu dalam perencanaan keuangan pribadi.

Selain itu, penggunaan tarif efektif rata-rata juga mengurangi potensi kesalahan perhitungan yang sering terjadi dalam sistem lama.

4. Syarat Penerapan Pajak TER

  1. Perusahaan Wajib Pajak Badan
    Hanya perusahaan yang memiliki NPWP badan yang bisa menerapkan sistem ini.

  2. Karyawan dengan Status Tetap
    Karyawan yang memiliki status tetap dan menerima penghasilan rutin setiap bulan.

  3. Tidak Ada Tunjangan yang Diatur Lain
    Tunjangan yang tidak termasuk dalam penghasilan bruto tidak dikenakan pajak.

Kapan Pajak TER Tidak Bisa Digunakan?

Meski praktis, pajak TER tidak berlaku untuk semua jenis penghasilan. Misalnya, untuk karyawan dengan penghasilan tidak rutin atau tunjangan khusus, perusahaan tetap harus menggunakan tarif progresif.

Baca Juga:  Pajak THR Karyawan 2024: Berapa Persen Potongan PPh 21 yang Harus Dibayar?

Selain itu, jika karyawan baru bergabung di pertengahan tahun, perusahaan perlu melakukan penyesuaian khusus agar pemotongan pajak tetap akurat.

5. Tips Menghitung Pajak TER dengan Benar

  1. Gunakan Software Penggajian Terpercaya
    Banyak software penggajian kini sudah mendukung perhitungan pajak TER secara otomatis.

  2. Perbarui Data Karyawan Secara Berkala
    Data penghasilan dan status karyawan harus selalu diperbarui agar perhitungan akurat.

  3. Lakukan Penyesuaian di Desember
    Jangan lupa melakukan penyesuaian akhir di Desember untuk memastikan pajak tahunan sesuai.

Disclaimer

Data dan tarif yang disebutkan dalam artikel ini berlaku berdasarkan ketentuan yang beredar hingga Maret 2026. Kebijakan pajak bisa berubah sewaktu-waktu sesuai regulasi terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak. Perusahaan dan wajib pajak disarankan untuk selalu memperbarui informasi dari sumber resmi agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at anakhiv.id

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.