Multifinance

Bitcoin Tumbang Usai Konflik AS-Israel dengan Iran Mengguncang Pasar Crypto!

Ryando Putra Jameni
×

Bitcoin Tumbang Usai Konflik AS-Israel dengan Iran Mengguncang Pasar Crypto!

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Tumbang Usai Konflik AS-Israel dengan Iran Mengguncang Pasar Crypto!

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Bitcoin anjlok di bawah USD64 ribu pada Sabtu, 28 Februari 2026. Penurunan ini terjadi tak lama setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Kabar ini langsung memicu gelombang volatilitas di pasar keuangan global, termasuk pasar kripto.

Investor yang semula melihat Bitcoin sebagai alternatif safe haven kini mulai menjauh. Dinamika harga Bitcoin yang dulu sempat sejalan dengan emas, kini justru bergerak terpisah. Sementara emas terus menanjak karena permintaan meningkat, Bitcoin justru melemah tajam.

Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

1. Sentimen Negatif Akibat Ketegangan Geopolitik

Ketegangan antara AS-Israel dan Iran memicu ketidakpastian di pasar global. Investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi, termasuk kripto, dan beralih ke instrumen yang lebih aman seperti emas dan obligasi pemerintah.

2. Perubahan Persepsi terhadap Bitcoin sebagai Aset Safe Haven

Dulunya, Bitcoin dianggap sebagai “emas digital” yang bisa diandalkan saat krisis. Namun kini, tren menunjukkan sebaliknya. Investor lebih memilih emas dibandingkan Bitcoin saat situasi geopolitik memanas.

Dampak pada Aset Kripto Lainnya

Penurunan harga Bitcoin juga menyeret sejumlah besar kripto lainnya. Ethereum (ETH/USD) dan Solana (SOL/USD) ikut terperosok. Ini menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami tekanan besar akibat ketidakpastian global.

Kripto Harga Sebelumnya Harga Saat Ini Persentase Penurunan
Bitcoin (BTC) USD125.000 USD63.500 -50%
Ethereum (ETH) USD4.200 USD3.100 -26%
Solana (SOL) USD180 USD120 -33%

Level Support Penting yang Perlu Diwaspadai

Bitcoin telah kehilangan lebih dari separuh nilainya sejak puncak Oktober 2025. Level USD60 ribu menjadi titik kritis. Di sinilah harga sempat memantul sebelumnya, sehingga kemungkinan akan menjadi zona support kuat jika tekanan jual terus berlanjut.

Baca Juga:  Tertarik Trading Memecoin? Pahami Pengertian dan Strateginya Terlebih Dahulu

Apakah Emas Akan Mengambil Alih Peran Bitcoin?

Dengan melemahnya Bitcoin, investor mulai beralih ke emas. Meski pasar emas tutup akhir pekan, momentum ini diperkirakan akan terlihat jelas ketika perdagangan Asia dibuka kembali.

1. Permintaan Emas Diprediksi Naik Tajam

Investor cenderung mencari instrumen yang lebih stabil saat ketidakpastian tinggi. Emas, yang selama ini dianggap aman, akan menjadi pilihan utama.

2. Reaksi Pasar Emas pada Minggu Malam

Harga emas berpotensi melonjak lebih tinggi dari level sebelumnya. Bahkan, ada kemungkinan emas bisa mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Bitcoin

Risiko Eskalasi Konflik

Jika Iran membalas serangan dan melibatkan negara lain, situasi bisa semakin memanas. Semakin luas konflik, semakin besar tekanan pada pasar kripto.

Sentimen Investor Global

Investor saat ini lebih memilih aset yang teruji sebagai safe haven. Bitcoin belum cukup mapan untuk menggantikan emas dalam konteks ini.

Kebijakan Moneter Global

Kenaikan suku bunga atau kebijakan ketat dari bank sentral juga bisa memperburuk tekanan pada aset berisiko tinggi seperti kripto.

Perbandingan Aset Safe Haven: Emas vs Bitcoin

Kriteria Emas Bitcoin
Stabilitas Nilai Tinggi Rendah hingga Sedang
Likuiditas Sangat Tinggi Tinggi
Penerimaan Global Universal Terbatas
Riwayat sebagai Safe Haven Panjang Baru dan Tidak Pasti

Apa yang Harus Dipantau Selanjutnya?

1. Pergerakan Pasar Asia

Minggu malam menjadi titik krusial. Pergerakan harga emas dan dolar AS akan memberikan gambaran arah pasar minggu depan.

2. Respons Iran

Apakah Iran akan membalas serangan? Jika ya, dampaknya bisa lebih luas dan memperpanjang tekanan pada pasar kripto.

3. Data Ekonomi AS

Indikator seperti inflasi dan lapangan kerja juga akan memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve, yang berdampak langsung pada investor.

Baca Juga:  Raih Keuntungan Maksimal di Tahun 2026 dengan 5 Strategi Jitu Trading Futures Crypto yang Wajib Dicoba!

Proyeksi Jangka Pendek Harga Bitcoin

Dengan kondisi saat ini, Bitcoin akan terus menghadapi tekanan jual. Level USD60 ribu menjadi garis pertahanan terakhir sebelum investor mulai melihat peluang akumulasi kembali.

Disclaimer

Harga aset kripto sangat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan situasi terkini dan dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Investasi dalam aset kripto mengandung risiko tinggi. Pastikan untuk melakukan analisis mandiri sebelum membuat keputusan investasi.

Ryando Putra Jameni
Reporter at anakhiv.id

Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.