Perayaan Hari Kartini 2026 bukan hanya soal mengenang jasa emansipasi perempuan di masa lalu. Lebih dari itu, momentum ini kini menjadi cerminan nyata bagaimana perempuan Indonesia terus melangkah ke berbagai sektor strategis, termasuk energi terbarukan. Dulu dikenal sebagai simbol perjuangan hak pendidikan, kini semangat Kartini hidup dalam langkah-langkah nyata perempuan yang menembus ranah teknologi dan energi hijau.
Industri panas bumi, yang selama ini dianggap sebagai ranah laki-laki, kini mulai menunjukkan perubahan. Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari tenaga kerja, tapi juga mulai menduduki posisi strategis yang memengaruhi arah pengembangan energi berkelanjutan di Tanah Air.
Perempuan dan Energi Hijau: Langkah Menuju Kesetaraan
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Dibutuhkan kesadaran kolektif, kebijakan inklusif, serta komitmen dari pelaku industri untuk menciptakan ekosistem yang ramah bagi perempuan. Di sinilah peran KS Orka Renewables menjadi salah satu contoh nyata.
1. Peningkatan Partisipasi Perempuan di KS Orka
Hingga Maret 2026, sekitar 18 persen dari total karyawan KS Orka adalah perempuan. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa upaya inklusi sedang berjalan dengan baik.
- Fokus pada pengembangan kapasitas perempuan
- Program pelatihan teknis dan kepemimpinan
- Penempatan perempuan di posisi strategis
2. Tren Global yang Mendukung
Tidak hanya di Indonesia, tren peningkatan partisipasi perempuan di industri geothermal juga terlihat secara global. Menurut data dari Women in Geothermal, perempuan saat ini menyumbang sekitar 20 hingga 22 persen dari total tenaga kerja di sektor ini.
| Negara | Persentase Perempuan di Industri Geothermal |
|---|---|
| Indonesia | 18% |
| Filipina | 25% |
| Kenya | 22% |
| Jepang | 15% |
| Italia | 19% |
Disclaimer: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung sumber dan tahun pengumpulan.
3. Komitmen KS Orka terhadap Kesetaraan Gender
KS Orka tidak hanya berbicara soal kesetaraan. Perusahaan ini telah mengimplementasikan berbagai program konkret untuk mendukung perempuan tumbuh dan berkembang di lingkungan kerja yang inklusif.
“Transisi energi yang berkeadilan harus membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk tumbuh dan berkontribusi,” ujar Ali Sahid, perwakilan KS Orka.
Langkah Konkret Perempuan di Lapangan
Perubahan besar dimulai dari langkah kecil di lapangan. Di PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), salah satu anak perusahaan KS Orka, kisah nyata seorang perempuan bernama Nurhalimah menjadi inspirasi.
1. Nurhalimah: Sepuluh Tahun di Industri Panas Bumi
Nurhalimah telah menggeluti industri panas bumi selama hampir satu dekade. Ia mengaku awalnya merasa tertantang karena minimnya perempuan di sektor ini.
Namun, seiring waktu, ia melihat perubahan signifikan dalam lingkungan kerja. Kesempatan pelatihan, promosi, hingga pengakuan profesional kini lebih terbuka.
“Lingkungan kerja yang aman dan sehat membuat perempuan bisa berkembang secara maksimal. Kami tidak hanya diterima, tapi juga didukung untuk berkontribusi lebih besar,” ucapnya.
2. Pengaruh Inspirasi dari Najwa Shihab
Nurhalimah mengaku terinspirasi oleh Najwa Shihab, jurnalis dan aktivis yang dikenal tegas dan berani. Ia percaya bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk berkembang di bidang apapun, termasuk energi.
“Perempuan tidak butuh perlindungan. Kami butuh kesempatan yang sama dan penghargaan yang adil,” tambahnya.
Tantangan yang Masih Ada
Meski angka menunjukkan peningkatan, tantangan tetap ada. Perempuan di sektor energi terbarukan masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari stereotip hingga kurangnya jaringan profesional.
Namun, dengan dukungan dari perusahaan dan kebijakan yang progresif, perubahan ini bisa terus berlanjut.
1. Stereotip dan Pandangan Masyarakat
Masih banyak orang yang beranggapan bahwa industri energi bukan tempat bagi perempuan. Pandangan ini perlu diubah melalui edukasi dan representasi yang lebih baik.
2. Kurangnya Role Model
Perempuan yang berhasil di sektor ini bisa menjadi role model bagi generasi muda. Semakin banyak tokoh perempuan yang dikenal, semakin besar pula semangat bagi yang lain untuk mengejar karier di bidang teknologi dan energi.
Masa Depan yang Lebih Inklusif
Perayaan Hari Kartini 2026 menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak hanya berhenti di ruang pendidikan atau sosial. Sektor energi, yang selama ini dominan laki-laki, kini mulai membuka peluang lebih lebar.
Dengan komitmen dari perusahaan, kesadaran kolektif, dan langkah nyata dari para perempuan di lapangan, masa depan industri energi terbarukan bisa menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
Perempuan bukan hanya bagian dari solusi energi hijau, tapi juga bagian dari masa depan yang adil dan berkelanjutan. Dan langkah itu, sudah dimulai sejak hari ini.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












