Multifinance

Harga Emas Antam Tak Bergerak, Harga Perak Antam Malah Anjlok! Ini Kata Ahli Ekonomi

Popy Lestary
×

Harga Emas Antam Tak Bergerak, Harga Perak Antam Malah Anjlok! Ini Kata Ahli Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Antam Tak Bergerak, Harga Perak Antam Malah Anjlok! Ini Kata Ahli Ekonomi

Pekan ini, pasar logam mulia kembali jadi sorotan. Bukan karena lonjakan harga yang menggelegar, tapi justru karena stagnansi dan penurunan yang cukup mencolok. Mulai dari harga perak Antam yang turun drastis hingga harga emas yang terlihat ‘mager’, seakan menggambarkan suasana pasar yang sedang menahan napas.

Pergerakan harga ini tentu jadi perhatian, terutama bagi investor emas batangan dan masyarakat umum yang membeli emas sebagai instrumen tabungan. Selain itu, ada juga berita ekonomi lain yang tak kalah menarik, seperti fluktuasi harga minyak dunia dan pergantian pejabat strategis di Kemenkeu.

Harga Logam Mulia Antam Turun, Ini Fakta Terbarunya

Harga logam mulia dari PT Aneka Tambang (Antam) memang selalu jadi sorotan tiap pekan. Apalagi kalau bukan emas dan perak, dua komoditas yang jadi andalan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

1. Harga Perak Antam Anjlok ke Rp50.450 per Gram

Perak yang biasanya dianggap lebih volatil daripada emas, pekan ini kembali turun cukup dalam. Pada Rabu, 18 Maret 2026, harga perak murni Antam tercatat di angka Rp50.450 per gram. Penurunan ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Penyebabnya bisa jadi terkait dengan sentimen global yang masih belum stabil, termasuk kenaikan suku bunga AS dan kebijakan fiskal yang belum jelas. Investor pun lebih memilih aset yang dianggap lebih aman, seperti emas atau dolar AS.

2. Harga Emas Antam ‘Mager’, Tak Bergerak Sejak Hari Kedua Lebaran

Berbeda dari perak, harga emas justru terlihat stagnan. Di hari kedua Lebaran, harga emas batangan Antam tidak mengalami perubahan sama sekali. Padahal biasanya, pasca-holiday atau momen keagamaan, harga emas bisa mengalami koreksi.

Baca Juga:  Harga Emas Dunia Anjlok, Robert Leonard Marbun Resmi Jabat Sekjen Kemenkeu!

Kondisi ini bisa jadi cerminan dari minimnya aktivitas pasar domestik selama libur panjang. Investor juga cenderung menahan diri sebelum ada isyarat kuat dari pasar global.

3. Buyback Emas Antam Anjlok hingga Rp80 Ribu

Selain harga jual yang terlihat ‘mager’, harga buyback (tebusan) emas dari Antam juga sempat anjlok. Selisih antara harga jual dan beli mencapai hingga Rp80.000 per gram. Ini jadi catatan penting bagi pemilik emas batangan yang ingin menjual kembali.

Perbedaan harga jual dan beli yang lebar memang umum terjadi di pasar emas. Namun, ketika selisihnya terlalu besar, ini bisa jadi sinyal bahwa likuiditas pasar sedang tidak kondusif.

Dinamika Harga Minyak Dunia

Selain logam mulia, harga minyak dunia juga jadi perhatian. Pasalnya, fluktuasi harga minyak bisa berdampak langsung ke harga BBM di dalam negeri.

1. Brent Sentuh USD112,52 per Barel

Pada Jumat, 20 Maret 2026, harga minyak Brent mencatatkan level tertinggi di USD112,52 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya potensi keterlibatan AS dalam konflik Iran.

2. WTI Capai USD98,38 per Barel

Sementara itu, harga minyak WTI juga mengalami kenaikan, meski lebih moderat. Harganya mencapai USD98,38 per barel. Meski begitu, pergerakan ini tetap di bawah tekanan spekulasi pasar terhadap pasokan global.

Jenis Minyak Harga (USD/Barel) Tanggal
Brent 112,52 20 Maret 2026
WTI 98,38 20 Maret 2026

Disclaimer: Harga minyak bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi geopolitik dan ekonomi global.

Pergantian Pejabat di Kemenkeu

Selain isu pasar, pergantian pejabat strategis juga jadi sorotan. Heru Pambudi yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan digantikan oleh Robert Leonard Marbun.

Baca Juga:  Emas Global Tetap di Kisaran USD5.000/Ons, Apakah Ini Tanda Stabilitas Pasar?

1. Heru Pambudi Lengser dari Jabatan Sekjen Kemenkeu

Heru Pambudi yang telah menjabat selama beberapa tahun, akhirnya lengser dari posisinya. Pergantian ini diduga sebagai bagian dari penyegaran struktur birokrasi Kemenkeu untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

2. Robert Leonard Marbun Jadi Sekjen Pengganti

Robert Leonard Marbun yang menggantikan Heru, dikenal sebagai birokrat yang berpengalaman di bidang perbendaharaan negara. Kehadirannya diharapkan bisa membawa angin segar dalam pengelolaan keuangan negara.

Apa yang Harus Diperhatikan Investor?

Dalam kondisi pasar yang belum stabil seperti sekarang, investor perlu lebih waspada. Terutama dalam memilih instrumen investasi, baik itu emas, perak, maupun saham.

1. Jangan Panik Saat Harga Turun

Penurunan harga tidak selalu berarti kerugian. Justru bisa jadi peluang untuk membeli emas atau perak dengan harga lebih murah, asal dilakukan dengan analisis yang matang.

2. Cek Harga Buyback Sebelum Jual Emas

Sebelum menjual emas, pastikan untuk mengecek harga buyback terbaru. Selisih harga jual dan beli yang terlalu besar bisa membuat kerugian cukup signifikan.

3. Pantau Isu Geopolitik dan Ekonomi Global

Harga komoditas seperti emas dan minyak sangat dipengaruhi oleh isu global. Maka dari itu, investor perlu terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter dari bank sentral dunia.

Penutup

Pekan ini memang penuh warna, dari harga perak yang anjlok hingga emas yang terlihat malas bergerak. Tapi di balik itu semua, ada peluang dan risiko yang bisa dimanfaatkan dengan bijak.

Yang terpenting, tetap waspada dan terus update informasi. Karena di pasar yang dinamis seperti ini, informasi adalah senjata utama.