Pantauan di lapangan, arus mudik Lebaran 2026 kembali menunjukkan peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat total penumpang mencapai 2,59 juta orang selama periode H-10 hingga H Lebaran. Angka ini naik 5,4 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2,46 juta orang. Tak hanya penumpang, jumlah kendaraan yang diangkut juga meningkat 7,2 persen menjadi 667.526 unit dari 622.604 unit pada 2025.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan semakin meningkat. Meski demikian, pihak ASDP menyatakan bahwa seluruh operasional berjalan terkendali berkat kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, dan penyesuaian pola operasional kapal. Pada puncak arus mudik, yaitu H Lebaran (21 Maret 2026), jumlah penumpang mencapai 156.838 orang dan kendaraan sebanyak 40.066 unit.
Lintasan Jawa–Sumatra–Bali Jadi Koridor Tersibuk
Lintasan penyeberangan antara Jawa, Sumatra, dan Bali menjadi rute paling ramai selama arus mudik. Untuk memastikan kelancaran, ASDP menerapkan berbagai strategi operasional, mulai dari penyesuaian jadwal kapal hingga pengaturan lalu lintas di pelabuhan.
1. Penyesuaian Pola Operasi Kapal
ASDP menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal untuk mengakomodasi lonjakan penumpang. Kapal-kapal di lintasan strategis ditingkatkan frekuensinya, terutama pada jam-jam sibuk.
2. Penerapan Delaying System
Di beberapa titik, sistem penundaan keberangkatan diterapkan untuk menghindari kepadatan di pelabuhan. Ini dilakukan melalui pengalihan kendaraan ke zona buffer yang telah ditentukan.
3. Penggunaan Pelabuhan Alternatif
Untuk kendaraan besar (golongan VI hingga IX), ASDP mengalihkan pelayanan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara mulai 23 hingga 29 Maret 2026. Sementara kendaraan kecil dan sepeda motor tetap dilayani di Pelabuhan Merak.
4. Optimalisasi Port Operational Control Center
Sistem kontrol operasional berbasis real time digunakan untuk memantau dan mengatur arus kendaraan serta kapal secara efektif. Ini membantu mempercepat rotasi kapal dan meminimalkan waktu tunggu.
Kesiapan Arus Balik Terus Diperkuat
Setelah puncak mudik, fokus berpindah ke arus balik. ASDP memastikan kesiapan kapasitas dan layanan tetap terjaga agar perjalanan pulang tetap nyaman dan aman.
1. Ketersediaan Tiket Hingga 98,66 Persen
Hingga H+10, ketersediaan tiket di lintasan strategis masih mencapai 98,66 persen. Ini menunjukkan bahwa kapasitas pelayanan masih sangat memadai untuk menampung pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman.
2. Imbauan Pembelian Tiket Lebih Awal
Masyarakat diimbau untuk memesan tiket sejak H-60 melalui aplikasi Ferizy. Ini membantu menghindari antrean panjang dan memastikan keberangkatan sesuai jadwal.
3. Validasi Data Penumpang
Pihak ASDP menyarankan calon penumpang untuk memastikan data diri sudah sesuai dan datang ke pelabuhan lebih awal. Kesalahan data bisa menyebabkan penundaan keberangkatan.
Program Stimulus Tarif Dorong Kepuasan Pengguna
ASDP juga menjalankan program stimulus berupa diskon tarif penyeberangan. Program ini telah dimanfaatkan lebih dari 1,06 juta pengguna sejak diluncurkan pada 12 Maret 2026.
1. Diskon Hingga 100 Persen
Beberapa pengguna bahkan mendapat potongan hingga 100 persen dari tarif pelabuhan. Ini menjadi insentif tambahan bagi masyarakat untuk menggunakan layanan penyeberangan.
2. Realisasi Stimulus Capai Rp14,5 Miliar
Hingga 21 Maret 2026, total realisasi stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau sekitar 40,84 persen dari target. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap program yang ditawarkan.
3. Berlaku di 7 Lintasan Strategis
Program ini berlaku di tujuh lintasan utama, yaitu:
- Merak–Bakauheni
- Ketapang–Gilimanuk
- Lembar–Padangbai
- Kupang–Rote
- Kupang–Kalabahi
- Kupang–Hansisi
- Galala–Namlea
Kebijakan Single Tarif di Pelabuhan Bakauheni
Untuk menjaga kelancaran arus balik, ASDP menerapkan kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni selama periode 23 hingga 31 Maret 2026. Ini bertujuan untuk menghindari kebingungan dan mempercepat proses boarding di pelabuhan.
Tabel Perbandingan Arus Mudik Lebaran 2025 dan 2026
| Parameter | 2025 | 2026 | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Jumlah Penumpang | 2.463.910 | 2.596.597 | 5,4% |
| Jumlah Kendaraan | 622.604 | 667.526 | 7,2% |
| Penumpang Harian (H Lebaran) | 154.237 | 156.838 | 1,7% |
| Kendaraan Harian (H Lebaran) | 39.811 | 40.066 | 0,6% |
Kesimpulan
Arus mudik Lebaran 2026 kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari segi jumlah penumpang maupun kendaraan. ASDP berhasil menjaga kualitas layanan tetap optimal melalui berbagai strategi operasional yang terencana. Dengan dukungan teknologi, koordinasi lintas instansi, serta program stimulus yang tepat sasaran, pengalaman mudik masyarakat menjadi lebih nyaman dan terjamin.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












