Friderica Widyasari Dewi resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026–2031. Pengumuman ini keluar setelah proses fit and proper test yang dilakukan Komisi XI DPR RI. Friderica terpilih bersama Hernawan Bekti Sasongko yang menjabat sebagai Wakil Ketua.
Keputusan ini menandai awal dari era baru kepemimpinan di OJK, lembaga yang bertugas mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia. Friderica bukan sosok baru di dunia keuangan. Ia telah lama dikenal sebagai tokoh yang berpengalaman di bidang pasar modal, pendidikan, dan kebijakan publik.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Awal
Friderica lahir pada 28 November 1975. Perjalanan pendidikannya dimulai dari Universitas Gadjah Mada (UGM), di mana ia lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 2001. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar MBA di bidang keuangan dari California State University, Fresno pada 2004.
Selama kuliah di AS, Friderica juga aktif sebagai asisten dosen. Ia membantu mengajar di kelas keuangan yang dipimpin oleh profesor berpengalaman. Pengalaman ini memperkaya wawasannya di bidang akademik sekaligus praktik keuangan.
Setelah kembali ke Indonesia, Friderica mulai mengajar di beberapa universitas ternama. Ia menjadi dosen di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Indonesia, mengampu mata kuliah terkait pasar modal, investasi, dan manajemen risiko.
Jejak Profesional di Bursa dan Lembaga Keuangan
Karier profesional Friderica di dunia bursa dimulai pada tahun 2005 saat ia bergabung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia mulai dari posisi Task Force of Marketing Coordinator, kemudian naik sebagai Head of Communication Department, dan akhirnya menjabat sebagai Corporate Secretary pada 2008–2009.
Pada 2008, ia juga dipercaya sebagai Staf Khusus di Kementerian Keuangan. Pengalaman ini memperluas wawasannya dalam kebijakan publik dan regulasi keuangan nasional.
Pada 2009–2015, Friderica menjabat sebagai Director of Development BEI. Di posisi ini, ia memainkan peran penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia, termasuk program edukasi investor dan peningkatan transparansi pasar.
Setelah masa jabatannya di BEI berakhir, Friderica bergabung dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia menjabat sebagai Direktur pada 2015–2016, lalu naik menjadi President of the Board of Directors (Direktur Utama) hingga 2019.
Pendidikan Doktoral dan Penguatan Kapasitas
Selama masa jabatannya di KSEI, Friderica menyelesaikan studi doktoral di Universitas Gadjah Mada. Ia memperoleh gelar Doctor of Education (EdD) di bidang Leadership and Policy Innovation pada 2019, dengan predikat cumlaude.
Gelar ini menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan kebijakan dan kepemimpinan yang berbasis riset. Ia juga aktif sebagai peneliti dan konsultan di bidang kebijakan publik dan pendidikan keuangan.
Peran di OJK dan BRI Danareksa Sekuritas
Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica menjadi Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Pelindungan Konsumen sejak 2022. Di posisi ini, ia membantu merancang berbagai program edukasi keuangan dan perlindungan investor.
Sebelumnya, pada 2020–2022, ia menjabat sebagai CEO BRI Danareksa Sekuritas. Di sini, ia memimpin strategi pengembangan bisnis perusahaan sekuritas BUMN tersebut, termasuk ekspansi digital dan peningkatan layanan nasabah.
Profil Singkat Friderica Widyasari Dewi
Berikut adalah ringkasan profil dan perjalanan karier Friderica Widyasari Dewi:
| Tahun | Posisi / Jabatan |
|---|---|
| 2001 | Sarjana Ekonomi, Universitas Gadjah Mada |
| 2004 | MBA, California State University, Fresno |
| 2005–2006 | Task Force of Marketing Coordinator, BEI |
| 2006–2008 | Head of Communication Department, BEI |
| 2008–2009 | Corporate Secretary, BEI |
| 2008 | Staf Khusus, Kementerian Keuangan |
| 2009–2015 | Director of Development, BEI |
| 2015–2016 | Direktur, KSEI |
| 2016–2019 | President of the Board of Directors, KSEI |
| 2019 | Doktor Pendidikan (EdD), UGM |
| 2020–2022 | CEO, BRI Danareksa Sekuritas |
| 2022–2026 | Anggota Dewan Komisioner OJK |
| 2026–2031 | Ketua Dewan Komisioner OJK |
Visi dan Tantangan Ke depan
Sebagai Ketua OJK periode 2026–2031, Friderica diharapkan mampu membawa transformasi di sektor jasa keuangan Indonesia. Ia akan menghadapi tantangan seperti peningkatan literasi keuangan, pengawasan terhadap fintech, dan adaptasi terhadap teknologi digital.
Selain itu, peran OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional tetap menjadi prioritas utama. Friderica, dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman operasionalnya, dipandang sebagai figur yang tepat untuk memimpin perubahan tersebut.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersumber dari data publik dan akun resmi terkait. Data dan posisi yang disebutkan dapat berubah seiring perkembangan waktu dan kebijakan yang berlaku.
Artikel ini disusun untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang sosok Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031. Perjalanan karier dan kontribusinya di sektor keuangan nasional menjadi modal penting dalam memimpin OJK ke depan.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












