Multifinance

Desa BRILiaN Tugu Selatan, Kampung Koboi yang Bangkit dari Potensi Lokal!

Nurkasmini Nikmawati
×

Desa BRILiaN Tugu Selatan, Kampung Koboi yang Bangkit dari Potensi Lokal!

Sebarkan artikel ini
Desa BRILiaN Tugu Selatan, Kampung Koboi yang Bangkit dari Potensi Lokal!

Di balik hamparan hijau pegunungan Cisarua, Kabupaten Bogor, Desa Tugu Selatan menyimpan kisah transformasi yang menarik. Dulu dikenal sebagai wilayah pertanian dan peternakan biasa, kini desa ini menjadi salah satu destinasi wisata unik berbasis potensi lokal. Kampung Koboi, salah satu inisiatif yang lahir dari program Desa BRILiaN BRI, menjadi simbol nyata bagaimana desa bisa tumbuh dari dalam, tanpa kehilangan jati dirinya.

Transformasi ini bukan datang begitu saja. Butuh sinergi antara kearifan lokal, dukungan kelembagaan, dan akses permodalan yang tepat. Tugu Selatan, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur, memiliki lanskap alam yang menawan. Kombinasi antara keindahan alam dan kekuatan komunitas lokal menjadikan desa ini cocok untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi berbasis masyarakat.

Kampung Koboi: Identitas Baru dari Sebuah Kampung Lama

Kampung Koboi bukan sekadar destinasi wisata. Ia lahir dari kisah nyata masyarakat setempat yang sejak lama hidup berdampingan dengan kuda. Kampung Teksas, nama lama dari kawasan ini, dikenal sebagai daerah para penunggang kuda. Dari sinilah ide Kampung Koboi mulai berkembang.

  1. Menggali potensi lokal yang sudah ada sejak lama
    Masyarakat Kampung Teksas mayoritas bekerja sebagai penunggang kuda. Kegiatan ini awalnya hanya untuk kebutuhan internal desa. Namun seiring waktu, potensi ini diangkat menjadi atraksi wisata yang menarik.

  2. Mengemasnya dalam bentuk atraksi edukatif
    Kampung Koboi dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung. Mulai dari menunggang kuda hingga belajar tentang budidaya ternak. Ini bukan hanya hiburan, tapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi.

  3. Menjadikannya sebagai ikon desa
    Dengan dukungan dari BUMDes dan program Desa BRILiaN, Kampung Koboi berkembang menjadi salah satu daya tarik utama di Tugu Selatan. Tempat ini juga membuka lapangan kerja baru dan mendorong tumbuhnya usaha lokal.

Baca Juga:  Dapatkan Dana Usaha Hingga Rp100 Juta dari KUR BRI 2026 Tanpa Syarat Ribet!

BUMDes sebagai Mesin Penggerak Ekonomi

BUMDes Tugu Selatan tidak hanya berdiri sebagai badan usaha biasa. Ia menjadi tulang punggung pengembangan ekonomi desa. Melalui berbagai unit usaha, BUMDes membantu masyarakat mengakses layanan, pembiayaan, dan pasar yang lebih luas.

Unit-unit usaha yang dikembangkan:

  • Café Landing Para Layang: ruang tumbuh bagi pelaku UMKM lokal
  • BRILink Agen: layanan keuangan digital untuk masyarakat desa
  • Kampung Koboi: destinasi wisata berbasis kearifan lokal
  • Unit pertanian dan peternakan: mendukung produksi lokal

BUMDes juga menjadi jembatan antara masyarakat dengan program pembiayaan seperti KUR. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha bisa mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Peningkatan Produktivitas Sektor Peternakan dan Pertanian

Selain wisata, sektor peternakan dan pertanian juga mengalami peningkatan yang signifikan. Klaster peternakan sapi perah di desa ini mampu memproduksi sekitar 2.000 liter susu per hari. Angka ini menunjukkan bahwa usaha masyarakat semakin produktif dan terkelola dengan baik.

  1. Dukungan pembiayaan melalui KUR
    Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) memberikan akses modal yang mudah bagi peternak dan petani. Ini membantu mereka memperluas usaha dan meningkatkan kapasitas produksi.

  2. Pendampingan teknis dari BUMDes dan BRI
    Selain modal, pelaku usaha juga mendapat pendampingan teknis. Mulai dari pengelolaan ternak hingga pemasaran produk.

  3. Kolaborasi dengan Gapoktan
    Kelompok tani di Tugu Selatan terus diperkuat melalui penyediaan alat pertanian dan pelatihan. Ini membuat hasil panen lebih optimal dan lahan bisa dikelola secara efisien.

Empat Pilar Desa BRILiaN yang Mendukung Transformasi

Desa BRILiaN adalah program BRI yang dirancang untuk memperkuat ekonomi desa melalui pendekatan berbasis potensi lokal. Tugu Selatan adalah salah satu desa yang berhasil menerapkan program ini secara menyeluruh.

Baca Juga:  BRI Jamin Layanan Bank Tetap Lancar di Tengah Libur Lebaran 2026!

1. Penguatan Kelembagaan Desa

Melalui BUMDes, desa bisa mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.

2. Digitalisasi Layanan

Akses layanan keuangan dan transaksi kini lebih mudah dengan kehadiran BRILink Agen.

3. Inovasi Berbasis Kearifan Lokal

Wisata edukatif seperti Kampung Koboi adalah contoh nyata inovasi yang lahir dari budaya lokal.

4. Keberlanjutan sebagai Fondasi

Pembangunan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga pada kesejahteraan jangka panjang masyarakat.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Kehadiran Kampung Koboi dan unit-unit usaha lainnya membawa dampak langsung bagi masyarakat. Pendapatan meningkat, lapangan kerja baru terbuka, dan semangat wirausaha semakin berkembang. Tidak hanya itu, akses ke layanan keuangan dan pembiayaan membuat masyarakat lebih mandiri dalam mengembangkan usaha.

Sejumlah pelaku usaha kini bisa mengembangkan usahanya berkat dukungan KUR. Peternak sapi perah melihat peningkatan produksi, sementara petani bisa menanam lebih luas dengan hasil yang lebih baik.

Peran BRI dalam Mendorong Desa Naik Kelas

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menekankan bahwa Desa BRILiaN bukan sekadar program bantuan. Ini adalah strategi jangka panjang untuk membangun desa sebagai pusat ekonomi baru.

Program ini tidak hanya memberikan pembiayaan, tapi juga membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Pendampingan, digitalisasi, dan penguatan kelembagaan adalah bagian dari upaya BRI untuk memastikan desa bisa tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Tabel: Perkembangan Ekonomi Desa Tugu Selatan

Sektor Sebelum Program Desa BRILiaN Setelah Program Desa BRILiaN
Wisata Tidak ada destinasi wisata Kampung Koboi sebagai ikon wisata
Peternakan Produksi susu ± 1.200 liter/hari Produksi susu ± 2.000 liter/hari
Pertanian Produktivitas rendah, terbatas Produktivitas meningkat, lahan diperluas
Keuangan Akses terbatas ke layanan perbankan BRILink Agen aktif di desa
UMKM Terbatas, belum terkelola baik Naik kelas, terintegrasi di Café Landing
Baca Juga:  Kirim THR Instan via QRIS dan Emas di BRImo, Gak Perlu Repot!

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan kondisi terkini dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan program dan situasi di lapangan. Angka produksi dan pertumbuhan usaha merupakan estimasi berdasarkan laporan dari BUMDes dan BRI.

Desa Tugu Selatan membuktikan bahwa transformasi ekonomi tidak harus datang dari luar. Dengan membangun dari dalam, memperkuat potensi lokal, dan mendapat dukungan yang tepat, desa bisa menjadi pusat pertumbuhan yang berkelanjutan. Kampung Koboi adalah salah satu cerita nyata dari perjalanan itu.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at anakhiv.id

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.