Ilustrasi penumpang kereta api saat menunggu di stasiun. Foto: dok Humas KAI Daop 6.
Selama periode 11 hingga 23 Maret 2026, PT Kereta Api Indonesia mencatat jumlah penumpang yang mencapai 2,82 juta orang. Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang dan seusai Idulfitri 1447 Hijriah, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra. KAI mencatat sebanyak 2.378.680 penumpang menggunakan layanan Kereta Api Jarak Jauh, sementara KA Lokal melayani 441.494 penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa volume penumpang terus meningkat dari hari ke hari. Pada 22 Maret, jumlah penumpang mencapai 242.773 dengan tingkat okupansi 150,7 persen. Hari berikutnya, angka ini naik menjadi 246.987 penumpang dengan okupansi 154,1 persen.
Kondisi Arus Balik dan Okupansi Tinggi
1. Dinamika Perjalanan Masyarakat
Peningkatan jumlah penumpang tidak hanya terjadi pada hari-hari menjelang Lebaran, tetapi juga pada fase arus balik. Banyak masyarakat yang baru pulang ke daerah asal setelah salat Idulfitri, sehingga volume perjalanan tetap tinggi bahkan menjelang akhir periode angkutan.
2. Okupansi Lebih dari 100 Persen: Bagaimana Bisa?
Okupansi di atas 100 persen terjadi karena satu kursi bisa digunakan oleh lebih dari satu penumpang dalam perjalanan yang berbeda. Misalnya, penumpang A naik di Stasiun A dan turun di Stasiun B, kemudian penumpang B naik di Stasiun B dan turun di Stasiun C. Ini memungkinkan jumlah penumpang yang dilayani melebihi jumlah tempat duduk yang tersedia.
3. Pagi Hari Tetap Ramai
Memasuki 24 Maret 2026, pagi hari saja KAI telah menjadwalkan 225.193 penumpang KA Jarak Jauh dengan okupansi sementara mencapai 137,8 persen. Angka ini masih berpotensi naik seiring waktu.
Penjualan Tiket dan Kapasitas
1. Total Tiket Terjual Hingga 24 Maret
Hingga pukul 10.00 WIB pada 24 Maret 2026, KAI mencatat total penjualan tiket mencapai 4.195.627 tiket, atau sekitar 93,3 persen dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk selama masa angkutan Lebaran 2026 (11 Maret hingga 1 April 2026).
2. Rincian Penjualan Tiket
| Jenis Kereta | Tiket Terjual | Total Kapasitas | Persentase |
|---|---|---|---|
| KA Jarak Jauh | 3.616.273 | 3.571.760 | 101,2% |
| KA Lokal | 579.354 | 926.936 | 62,5% |
3. Kapasitas Masih Tersedia
Meski okupansi tinggi, kapasitas masih tersedia karena tidak semua penumpang menggunakan kereta dari stasiun awal hingga akhir. Ini memberi peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket, terutama dengan fleksibilitas waktu dan rute.
Rekomendasi dan Alternatif Perjalanan
1. Gunakan Connecting Train
KAI menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan layanan connecting train atau kereta penghubung. Ini bisa menjadi solusi ketika kereta utama sudah penuh, terutama untuk rute yang memiliki jadwal padat.
2. Pertimbangkan Jadwal Alternatif
Selain connecting train, memilih jadwal keberangkatan yang berbeda atau rute alternatif juga bisa menjadi pilihan. Ini membantu menghindari keramaian dan memastikan perjalanan lebih nyaman.
3. Perencanaan yang Matang
Perjalanan yang direncanakan dengan baik akan menghindarkan dari keterlambatan atau kehabisan tiket. KAI mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket dan memilih waktu perjalanan yang lebih fleksibel.
Kereta dengan Permintaan Tinggi
Beberapa kereta dengan permintaan tinggi selama masa angkutan Lebaran 2026 antara lain:
- KA Airlangga
- KA Joglosemarkerto
- KA Sri Tanjung
- KA Bengawan
- KA Kahuripan
- KA Rajabasa
- KA Jayakarta
Kereta-kereta ini memiliki tingkat okupansi tinggi karena menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antar kota besar.
Kesimpulan
Angka 2,82 juta penumpang selama 11 hingga 23 Maret 2026 menunjukkan bahwa KAI tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan jarak jauh menjelang dan seusai Lebaran. Meski okupansi tinggi, masih ada peluang untuk mendapatkan tiket melalui strategi perjalanan yang fleksibel dan perencanaan yang matang.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi aktual di lapangan.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












