Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, Desa Pajambon di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, justru menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi bisa tumbuh dari akar lokal yang kuat. Desa ini berhasil masuk 15 besar Program Desa BRILiaN berkat pemanfaatan potensi lokal yang terintegrasi, mulai dari pertanian, peternakan, hingga agrowisata. Transformasi ekonomi yang terjadi di sini menjadi bukti bahwa desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Pajambon tidak hanya fokus pada satu sektor. Dengan pendekatan klaster, desa ini mengembangkan berbagai komoditas unggulan secara terpadu. Hasilnya, masyarakat tidak hanya punya penghasilan tetap, tapi juga memiliki cadangan ekonomi yang lebih beragam dan tahan banting.
Penguatan Ekonomi Desa melalui Klaster
Pendekatan klaster menjadi kunci utama dalam penguatan ekonomi Desa Pajambon. Dengan mengelompokkan potensi desa ke dalam sektor-sektor spesifik, pengelolaan dan pengembangannya menjadi lebih terarah dan efisien. Klaster ini mencakup pertanian, peternakan, kopi, hingga agrowisata.
Melalui sistem ini, setiap kelompok bisa fokus mengembangkan keahlian dan komoditasnya masing-masing. Dukungan dari pemerintah desa dan BUMDes membuat klaster ini bisa tumbuh dengan optimal.
1. Klaster Pertanian dan Sayuran
Desa Pajambon memiliki lahan subur yang cocok untuk pengembangan pertanian. Komoditas utamanya adalah sayuran dan jambu merah. Sejak 2008, jambu merah menjadi andalan utama desa. Hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik dan sirup.
2. Klaster Peternakan Domba
Selain pertanian, peternakan domba juga menjadi bagian penting dari klaster ekonomi. Peternakan ini berfungsi sebagai alternatif penghasilan sekaligus tabungan hidup bagi masyarakat. Dengan akses KUR dan pendampingan teknis, kualitas dan produktivitas ternak terus meningkat.
3. Klaster Kopi Pajambon
Kopi Pajambon memproduksi tiga jenis kopi unggulan: Arabika, Robusta, dan Tuberika. Kopi ini tidak hanya dikonsumsi lokal, tapi juga mulai dikenal di luar daerah. Dengan dukungan alat produksi dan pembiayaan, kualitas kopi terus meningkat dan daya saingnya di pasar pun semakin kuat.
Pengembangan Agrowisata sebagai Ikon Baru
Selain sektor produktif, Desa Pajambon juga mengembangkan agrowisata sebagai bagian dari transformasi ekonomi. Agrowisata Pakuon yang mulai dikembangkan sejak 2022 kini menjadi destinasi wisata baru yang menarik minat pengunjung dari luar daerah.
1. Pembangunan Fasilitas Wisata
Agrowisata Pakuon dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti area perkemahan, spot foto, dan tempat edukasi pertanian. Pengunjung bisa belajar langsung cara menanam dan memanen, sambil menikmati keindahan alam desa.
2. Peningkatan Pendapatan Masyarakat
Dengan adanya agrowisata, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari sektor pariwisata. Mulai dari jasa pemandu, kuliner lokal, hingga penjualan produk pertanian segar, semuanya menjadi sumber pemasukan baru.
3. Kolaborasi dengan BUMDes
BUMDes menjadi gardu utama dalam pengelolaan agrowisata. Selain mengelola fasilitas, BUMDes juga mengembangkan produk-produk lokal yang dijual kepada wisatawan. Pendekatan ini memperkuat sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata.
Peran BUMDes dalam Penguatan Ekosistem Ekonomi
BUMDes Desa Pajambon berperan penting dalam mengintegrasikan berbagai klaster ekonomi. Unit usaha yang dikelola antara lain BUMDes Mart, agrowisata, serta program ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan.
1. BUMDes Mart
BUMDes Mart menyediakan berbagai produk lokal, mulai dari hasil pertanian, olahan makanan, hingga kerajinan tangan. Ini menjadi wadah pemasaran yang efektif bagi pelaku usaha kecil di desa.
2. Layanan Keuangan melalui BRILink
Selain unit usaha, BUMDes juga menyediakan layanan keuangan melalui BRILink Agen. Layanan ini mempermudah transaksi masyarakat dan meningkatkan inklusi keuangan di desa.
3. Pendampingan dan Pelatihan
BUMDes juga aktif memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku usaha. Mulai dari pelatihan pengolahan hasil pertanian hingga pemasaran digital, semua dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.
Program Desa BRILiaN dan Dampaknya
Program Desa BRILiaN yang diinisiasi oleh BRI memberikan dampak nyata bagi Desa Pajambon. Dari ribuan desa peserta, Pajambon berhasil masuk 15 besar nasional. Ini bukan pencapaian kebetulan, tapi hasil dari kerja keras dan strategi yang tepat.
1. Pembiayaan dan Pendampingan
Program ini tidak hanya menyediakan pembiayaan, tapi juga pendampingan menyeluruh. Mulai dari pelatihan manajemen usaha hingga akses pasar, semuanya didukung oleh BRI.
2. Penguatan Ekosistem Usaha
Desa BRILiaN membantu membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Dengan pendekatan lokal dan pemanfaatan potensi desa, program ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak luas.
3. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Dengan adanya program ini, kesejahteraan masyarakat Desa Pajambon meningkat. Pendapatan masyarakat lebih stabil, lapangan kerja bertambah, dan potensi lokal bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Perbandingan Capaian Sebelum dan Sesudah Program Desa BRILiaN
| Aspek | Sebelum Program Desa BRILiaN | Setelah Program Desa BRILiaN |
|---|---|---|
| Pendapatan Masyarakat | Terbatas pada hasil pertanian | Diversifikasi melalui agrowisata, peternakan, dan kopi |
| Akses Keuangan | Terbatas | Mudah melalui BRILink Agen |
| Pemasaran Produk | Terbatas lokal | Ekspansi ke luar daerah |
| Infrastruktur | Minimal | Pengembangan fasilitas agrowisata |
| Pelatihan dan Pendampingan | Terbatas | Terstruktur dan rutin |
Kesimpulan
Desa Pajambon menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan klaster, pemanfaatan BUMDes, serta dukungan Program Desa BRILiaN, desa ini berhasil menembus 15 besar nasional dan menjadi inspirasi bagi desa lainnya.
Transformasi ekonomi yang terjadi di sini menunjukkan bahwa desa bukan hanya sebagai penerima manfaat, tapi juga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Disclaimer: Data dan capaian dalam artikel ini bersifat informatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan program dan kondisi di lapangan.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.












